PENDAHULUANPembangunan pertanian di tanah air dewasa ini memiliki target utama, yaitu pencapaian swasembada padi, jagung, dan kedelai (PJK) dan peningkatan produksi beberapa komoditas lain. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, berbagai program upaya khusus (UPSUS) telah dilakukan sejak tahun 2015.Padi gogo merupakan tanaman pangan utama yang banyak ditanam pada lahan-lahan kering di pedesaan yang tidak memiliki jaringan irigasi, untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Pengembangan budidaya tumpangsari padi gogo dengan tanaman pangan lainnya pada lahan kering yang masih banyak tersedia di Provinsi Lampung merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi padi guna mendukung program pemerintah tersebut. Pola tanam ini merupakan upaya mengoptimalkan penggunaan lahan untuk meningkatkan produksi padi yang dilakukan pada areal-areal yang selama ini hanya ditanami ubi kayu, jagung atau kedelai secara monokultur.Pada pola tumpangsari padi gogo pemilihan kombinasi tanaman pangan yang cocok (ubi kayu, jagung atau kedelai) dan penggunaan teknik budidaya yang tepat tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas padi gogo, tetapi juga akan meningkatkan pendapatan petani.VARIETASUntuk mendapatkan hasil yang maksimal harus menggunakan varietas unggul baru yang mempunyai potensi hasil tinggi, tahan terhadap serangan hama penyahit. Untuk varietas Padi Gogo yang memiliki umur genjah antara 100 HST dan tahan terhadap hama seperti; Situpatenggang, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10 dan Inpago 11. Sedangkan untuk varietas jagung dapat digunakan antara lain; Bima Uri 19, Bima Uri 20, Pioneer 27, NK-22, Bisi 18, NK Sumo, dan Nasa-29.PENGOLAHAN TANAHPengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, menekan pertumbuhan gulma dan menerapkan konservasi tanah untuk memperkecil peluang terjadinya erosi. Pengolahan tanah dilakukan berdasarkan jenis tanah. Untuk tanah ringan atau gembur tanah cukup dibajak atau dicangkul satu kali kemudian diratakan dan dapat langsung ditanami. Tanah agak berat tanah dibajak atau dicangkul 1-2 kali kemudian diratakan dan dibuat guludan untuk selanjutnya ditanami. Untuk tanah berat dan berair, tanah dibajak atau dicangkul sebanyak 2 kali atau lebih kemudian dibuat bedengan atau guludan dan sekaligus sebagai saluran drainase. Penanaman dilakukan diatas guludan.PERSIAPAN TANAMPersiapan benih padi gogoVarietas unggulBenih bermutuKemurnian benih 98%Daya tumbuh diatas 90%Bernas dan seragamPotensi hasil tinggiKebutuhan benih 40-50 kg/haPersiapan benih jagungVarietas unggulBenih bermutu dan berlabelDaya tumbuh 95%Kebutuhan benih 15-20 kg/haPerlakuan benih menggunakan ridomil atau saromil dengan dosis 2-3 gr/kg benih.PENANAMANTanaman disusun setiap 3 barisan padi diselingi 2 baris tanaman jagung.Jarak tanam antara barisan padi gogo dan jagung 50 cm.Jarak tanam padi gogo 20 cm x 10 cm, sedangkan jagung 40 cm x 20 cm. (Gambar 1).Benih jagung ditanam 1 biji per lubang tanam.Padi gogo ditanam bersamaan dengan jagung.Sebelum padi gogo ditanam perlu dilakukan perlakuan benih. Pestisida yang biasa digunakan untuk melindungi terhadap hama lundi dan lalat buah adalah berbahan aktif Fipronil, sedangkan untuk melindungi terhadap penyakit blas daun digunakan fungisida berbahan aktif Benomil.PEMELIHARAANPemupukanTanaman padi gogoPemupukan dilakukan sebanyak 2 kali pemupukan dengan dosis: 200 kg Urea/ha + 100 kg SP-36/ha dan 100 kg KCl/ha. Waktu pemupukan 10-15 hari setelah tanam (HST), dengan jenis dan dosis pupuk yang diberikan adalah 50 kg urea/ha, 100 kg SP-36/ha dan 100 kg KCl/ha. Pupuk urea susulan diberikan sesuai dengan BWD.Tanaman JagungPemupukan tanaman jagung yang dianjurkan adalah 350-400kg urea/ha + 100-150kg SP36/ha + 50-100 kg KCl/ha dan pemberian pupuk kandang 3-5 ton/ha. Pupuk dasar berupa 100 kg /ha urea, 100-150 kg/ha SP36, dan 50 kg/ha KCl dan diberikan pada umur 7 hst. Pupuk susulan pertama berupa 150 kg/ha urea, dan 50 kg/ha KCL dan diberikan pada umur 20-30 hst. Pupuk susulan kedua diberikan 100-150 kg/ha urea dan diberikan pada umur 40-50 hst.Pengendalian hama dan penyakitTananam padi gogo:Penggerek batang yang menyerang fase vegetative disebut dengan sundep sedangkan yang menyerang pada fase generative disebut beluk. Pengedalian dilakukan dengan pola tanam dan pergiliran tanaman selain itu dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida yang berbahan aktif Fipronil dan karbofuran.Penyakit blas. Pengedaliannya dilakukan dengan cara menanam varietas yang tahan, menanam beberapa varietas untuk memutus penyebaran penyakit, dan pengendalian menggunakan pestisida.Pengendalian GulmaPadi gogoPengendalian gulma pada pertanaman padi gogo sebaiknya dilakukan lebih awal, yaitu pada umur 10-15 hari setelah tanaman tumbuh atau menjelang pemupukan pertama. Penyiangan kedua dilakaukan pada umur 30-45 hari atau menjelang pemupukan susulan pertama, Penyiangan dapat dilakukan dengan menggunakan koredTanaman jagungPengendalian hama yang banyak menyerang tanaman jagung adalah lalat bibit, penggerek batang dan penggerek tongkol. Hama lalat bibit dan penggerek batang dikendalikan dengan memberi carbofuran (Furadan 3G) 3-4 butir yang diberikan melalui pucuk tanaman yang terserang. Hama penggerek tongkol dapat dikendalikan atau disemprot dengan insektisida fastax atau regent dengan dosis 2-3 ml/liter air atau 30-45 ml/15 liter air.Penyakit utama tanaman jagung adalah penyakit bulai bulai yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora penyakit bercak daun dan penyakit busuk pelepah mulai dikendalikan dengan 2-3 gram ridomil atau saromil yang dilarutkan dalam 10-15 ml air lalu dicampur secara merata dengan 1 kg benih.Penyakit busuk pelepah daun biasanya terjadi pada saat tongkol sudah mulai mengalami pengisian biji. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan cara menyemprot daun dengan fungsi Dithane 45 dengan dosis 3 gr/liter, atau dengan cara membuang daun dan pelepah daun bagian bawah tongkol dan membakarnya atau diangkut keluar kebun agar tidak menular ke tanaman lain.Pengendalian GulmaTanaman jagungPengendalian gulma atau penyiangan pertama pada umur 14-20 hari sesudah tanam dengan cangkul atau bajak sekaligus bersamaan dengan pembubunan. Penyiangan kedua dilakukan tergantung pada perkembangan gulma atau rumput. Penyiangan ketiga dapat dilakukan dengan cara manual seperti pada penyerangan pertama atau menggunakan herbisida kontak seperti Gramoxon atau Bravoxone 276 SL atau Noxone 297 ASS. Pada saat penyemprotan nozzle diberi pelindung plastik berbentuk corong agar tidak mengenai daun jagung.PENGAIRAN (pada musim kemarau)Pengairan kembangkan sistem pengairan sumur dangkal dengan menggunakan pompa air pada daerah yang terdapat sumber mata air yang dangkal. Fase pertumbuhan atau umur tanaman yang kritis terhadap kekeringan dan memerlukan pengairan musim kemarau adalah umur 15 hari sesudah tanam (hst), 30 hst, 45 hst, 60 hst dan 75 hst.PANENTanaman Padi gogoPanen dilakukan pada saat 90-95% bulir gabah pada malai padi sudah berwarna kuning.Tanaman jagungJagung dipanen pada umur 1 minggu Setelah matang fisiologis yaitu pada saat lebih dari 50% biji jagung dalam satu baris tongkol sudah membentuk lapisan warna hitam. Jagung siap dipanen ditandai dengan kelobot sudah mengering dan berwarna coklat muda, biji mengkilap, dan bila ditekan dengan kuku tidak membekas. Jika panen dilakukan terlambat akan menurunkan mutu jagung.Sumber: BPTP Jawa Tengah