Loading...

TUMPANGSARI UBI KAYU DENGAN KACANG TANAH

TUMPANGSARI UBI KAYU DENGAN KACANG TANAH
Ubi kayu dan kacang tanah merupakan komoditas yang banyak ditanam oleh petani dari 15 desa di Kecamatan Gunungwungkal. Kemudahan dalam pemasaran menjadi salah satu pertimbangan dalam budidaya dua komoditas ini. Ketika panen, petani ubi kayu bisa langsung menjualnya ke sentra industri tepung tapioka di Desa Ngemplak, Kecamatan Margoyoso ataupun menjualnya melalui penebas langsung di lahan pertanaman ubi kayu. Sedangkan kacang tanah, pada saat panen biasanya petani menjualnya ke penebas atau dipanen sendiri untuk kemudian dijual ke pengepul. Dari pengepul kacang tanah akan dijual ke dua industri kacang tanah terbesar di Kota Pati yakni PT. Garuda Food dan PT. Dua Kelinci. Dalam budidaya, petani di Kecamatan Gunungwungkal banyak yang menggunakan sistem tanam monokultur. Kacang tanah ditanam di lahan sawah pada musim tanam ketiga (MT III) setelah padi-padi. Sedangkan ubi kayu ditanam pada lahan tegalan karena usia pertanaman ubi kayu yang mencapai 8-10 bulan. Namun, akhir-akhir ini mulai banyak petani yang melakukan budidaya ubi kayu dan kacang tanah secara tumpangsari. Sistem ini memiliki kelebihan karena dapat panen dua komoditas pada lahan yang sama, sehingga penghasilan petani dapat meningkat.Pada dasarnya teknik ini adalah menggabungkan dua macam budi daya, yakni :1. Budi daya monokultur tanaman kacang tanah pada musim pertama (awal musim hujan)2. Tumpang-sisip dengan penanaman ubi kayu yang di atur secara baris ganda (double-row) (umur kacang tanah 20 hari) A. Penanaman kacang tanah (pada awal musim hujan-1)1. Persiapan BenihBenih berkualitas merupakan salah satu syarat utama dalam budidaya kacang tanah. Pengunaan benih bermutu akan mengoptimalkan populasi tanaman dan pertumbuhan yang seragam. 2. Persiapan Lahan• Tanah dibajak 2x sedalam 15-20 cm,digaru, diratakan, dibersihkan dari sisa tanaman dan gulma , dan dibuat bedengan selebar 3-4 m.• Antar bedengan dibuat saluran sedalam 30 cm dan lebar 20 cm yang berfungsi sebagai drainase pada musim hujan dan sebagai irigasi pada saat musim kering.3. Cara Tanam• Penanaman secara baris tunggal dengan tugal atau alur bajak dengan jarak tanam 30-40 cm x 10-15 cm, atau dengan baris ganda( 50 x30)x 15 cm, dengan jumlah 1 biji/lubang.4. Pemupukan• Diberikan pupuk kandang 2-4 ton/ha, pada permukaan bedeng dengan mencampur dengan tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam seminggu sebelum tanam.• Jika diberikan pupuk anorganik, cara yang paling efisien dilakukan secara larik atau tugal pada saat tanam atau saat tanaman berumur 7-15 hari dengan dosis SP 36 100kg/ha, ZA 100 kg/ha dan KCL 50 kg/ha.5. Pengendalian Hama• Hama utama Kacang tanah antara lain Wereng kacang tanah, penggerek daun, ulat jengkal dan ulat grayak. Hama tersebut dapat dikendalikan dengan insektisida endosulfan, klorfirifos, monokrotofos dan diazinon.untuk pencegahan pestisida dapat diaplikasikan pada umur 25, 35 dan 45 hari.• Penyakit utama kacang tanah antara lain layu bakteri, bercak daun dan penyakit karat. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menanam varietas tahan atau dengan penggunaan fungisida benomil, mankozep ataupun klorotalonil yang diaplikasikan pada saat tanaman berumur 35, 45 dan 60 hari.6. Penyiangan dan pembumbunan• Penyiangan gulma dilakukan sebelum tanaman berbunga, penyiangan tidak boleh dilakukan pada saat ginofor(tangkai kepala putik) tananam sudah masuk kedalam tanah karena akan menyebabkan kegagalan pembentukan polong.• Pembumbunan dapat dilakukan bersamaan dengan penyiangan I.7. Pengairan• Pengairan dilakukan pada periode kritis tanaman yaitu pada periode pertumbuhan awal (umur hingga 15 hr), awal berbunga (25 hari), pembentukan dan pengisian polong ( 50 hari), dan pemasakan (65 hari).8. Panen• Umur panen tergantung pada varietas dan musim tanam.• Tanaman kacang tanah siap untuk dipanen ciri-cirinya adalah : kulit polong mengeras, berserat, bagian dalam berwarna coklat, jika ditekan polong mudah pecah.• Jika biji telah terisi penuh tanaman harus segera dipanen, karena jika terlambat biji dapat langsung tumbuh di lapang.9. Pascapanen• Setelah panen polong harus segera dirontokkan kemudian polong dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 12 % yang ditandai oleh mudahnya kulit ari terkelupas.• Penundaan polong basah lebih dari 24 jam menyebabkan polong berlendir, mudah terinfeksi jamur Aspergillus plavus dan terkomtamimasi aflatoksin yang menyebabkan kacang menjadi pahit dan beraroma pahit. Pada saat tanaman kacang tanah sudah berumur sekitar 20 hari maka dilakukan Tumpang-sisip dengan penanaman ubi kayu yang di atur secara baris ganda (double-row). B. Penanaman Ubi Kayu Double-row PENYIAPAN BIBIT DAN VARIETAS1. Bibit / Stek• Bibit berupa stek diambil dari tanaman yang sehat dan berumur lebih dari 7 bulan namun kurang dari 14 bulan.• Yang digunakan untuk stek adalah bagian tengah batang yang bagus. Bagian pucuk yang masih terlalu muda (sekitar 50 cm ) dan bagian pangkal yang terlalu tua (sekitar 20 cm) sebaiknya tidak digunakan untuk stek.• Apabila terpaksa menggunakan batang yang terserang hama/penyakit, maka stek perlu disemprot atau direndam dalam pestisida sebelum ditanam.2. Varietas Unggul• Pemilihan varietas disesuaikan dengan keperluan. Untuk petani di Kecamatan Gunungwungkal biasanya menanam varietas UJ 5 karena kadar patinya tinggi, walaupun rasanya biasanya pahit (langu).3. Penanaman Ubi Kayu Double-row• Stek ubi kayu ditanam setelah tanaman kacang yang berumur 20 hari,Ubi kayu ditanam secara baris ganda dengan jarak tanam (60 x 70 ) x 260 cm. jarak tanam 60 x 70 cm adalah jarak tanam ubi kayu (lihat gambar).• Dengan pola tersebut, populasi ubi kayu sekitar 90% dari cara tanam monokultur (populasi monokultur 10.000 tanaman/ha).4. Pengolahan Tanah dan Tanam• Tanah diolah sedalam sekitar 25 cm• Pada awal pertumbuhan, ubi kayu memerlukan air yang cukup. Oleh karena itu, apabila tidak menggunakan irigasi, tanam sebaiknya dilakukan pda musim hujan.• Stek ditanam dengan cara menancapkan ke tanah sedalam sekitar 3-5 cm. posisi stek jangan sampai terbalik..5. Pemupukan• Takaran pupuk yang dibutuhkan adalah 200 kg Urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl per hektar,yang diberikan dalam dua tahap :• Umur 7-10 hari dipupuk dengan takaran 100 kg Urea, 100 kg SP36, dan 50 kg KCl per hektar.• Umur 2-3 bulan dipupuk dengan takaran 100 kg Urea dan 50 kg KCl per hektar.• Bila dianggap perlu, pada umur 5 bulan bisa diambahkan Urea secara tugal, sekitar 15 cm dari tanaman6. Wiwil (membatasi jumlah tunas)• Pada umur 1 bulan tunas-tunas yang berlebihan dibuang/dirempes, menyisakan 2 tunas yang paling baik.7. Penyiangan dan Pembumbunan• Penyiangan dilakukan sedikitnya 1-2 kali, sehingga tanaman bebas gulma hingga umur 3 bulan.• Pada umur 2-3 bulan perlu dilakukan pembumbunan.8. Panen• Umur panen ubi kayu bervariasi menurut varietasnya. Varietas unggul umumnya dapat dipanen pada umur 8-11 bulan. Penulis : Med Nurhindarno, SPSumber : http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/info-teknologi/1171-teknologi-budidaya-tumpangsari-ubi-kayu-kacang-tanah-dengan-sistem-double-row Diakses pada tanggal 04 Oktober 2018