Upaya pemerintah untuk peningkatan produktivitas lahan dimaksudkan dalam rangka mengoptimalisasikan penggunaan lahan melalui rekayasa sistem tanam pada suatu hamparan lahan yang umumnya masih menerapkan sistem tanam secara monokultur. Rekayasa sistem tanam yang dilakukan adalah sitem tanam secara tumpangsari.Turiman Gole Super adalah Tumpangsari Tanaman Padi Gogo dan Kedelai yang merupakan rekayasa sistem tanaman untuk memperoleh peningkatan total produksi dan mengurangi resiko kegagalan panen atau kerugian salah satu tanaman serta mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan usahatani.Pada kesempatan ini disampaikan teknologi budidaya Turiman Gole Super melalui tahapan-tahapan sebagaimana berikut :1. Pemilihan Varietas Unggul Penggunaan varietas unggul merupakan salah satu upaya penting dalam peningkatan produktivitas tanaman padi gogo. Pada lahan kering terdapat beberapa varietas padi gogo yang disarankan yaitu Situ Patenggang, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11, Inpago 12, Rindang 1, Rindang 2 dan Jati Luhur.Varietas Kedelai yang disarankan untuk tanaman tumpang sari antara lain bisa menggunakan varietas Grobogan, Dega, Dena 1 dan Dena 2.2. Pengolahan Tanah Persiapan lahan diawali peyemprotan lahan dengan herbisida atau penebasan lahan hingga bersih. Pengolahan lahan dapat dilakukan tanpa olah tanah dan olah tanah sempurna. Namun pengolahan lahan sebaiknya diolah sempurna menggunakan hand traktor atau traktor roda empat (dibajak dan dirotari) atau dicangkul. Setelah tanah diolah, sisa gulma atau akar tanaman yang masih tertinggal di lapangan harus dibuang. Pengolahan tanah bertujuan untuk menghasilkan struktur tanah yang gembur, drainase dan aerasi tanah yang cukup baik sehingga pertumbuhan akar tanaman berkembang dengan baik.3. Penanaman • Melakukan perendaman benih padi gogo, untuk memisahkan benih yang hampa dan bernas. • Perlakuan benih (Seed treatmen) menggunakan pupuk hayati Agrice-plus. Aplikasi pupuk hayati dan seed treatmen Agrice plus dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik 50% dari dosis anjuran.• Seed Treatmen benih kedelai dilakukan dengan Rhizobium sp. 50 g/ 5 liter air. • Pada lahan kering waktu tanam padi gogo dan kedelai, sebaiknya memperhatikan curah hujan rata-rata >200 mm/bulan atau merata 2-3 hari. • Penanaman padi gogo dengan cara tugal, 5 butir/lubang tanam. • Penanaman padi gogo antara tanaman kedelai dilakukan sebanyak 4 baris tanaman dengan jarak tanam 120 cm x (20 cm x 10 cm). Jumlah baris tanaman 220 rumpun, jumlah dalam baris 1.000 rumpun sehingga jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 220.000 rumpun. Kebutuhan benih per ha sebanyak 40 kg. 4. Pemupukan • Pemupukan dilakukan berdasarkan spesifik lokasi, bisa berdasarkan hasil analisis tanah, PUTK atau rekomendasi umum. • Pemberian pupuk kandang dan kapur dilakukan sebelum tanam minimal 2 minggu. Pemberian pupuk kandang 3 – 5 ton/ha dan kapur 1-2 ton/ha.• Pemupukan padi gogo dilakukan sebanyak 3 kali yaitu dosis masing-masing 1/3 bagian pupuk NPK Phonska15:15:15 dan 1/3 urea, umur 21-25 hari setelah tanam (hst), umur 40-46 hst , dan umur 60-65 hst. • Aplikasi pupuk cair pada tanaman padi gogo biosilika (BioSinta) 2-4 kali yaitu pada umur 30 hst, 45 hst, 60 hst dan 75 hst dosis sesuai anjuran. • Dosis pupuk yang digunakan untuk padi gogo NPK Phonska15:15:15 sebanyak 200 kg/ha dan Urea sebanyak 100 kg/ha.• Pemupukan kedelai dilakukan pada umur 10-14 hst dengan dengan dosis 90-120 kg/ha NPK Phonska15:15:15 dan TPS /SP-36 (Kg/ha) sebanyak 60 -90 kg/ha. 5. Pengendalian Gulma • Pada lahan kering penyiangan merupakan bagian yang sangat berat karena pertumbuhan tanaman bersamaan dengan tumbuhnya benih gulma. • Untuk menekan pertumbuhan gulma sebelum penanaman sebaiknya dilakukan peyemprotan herbisida pada saat gulma tumbuh/berkecambah. • Peyiangan kedelai dilakukan secara manual dengan cara mencabut rumput sebanyak 1-2 kali, pada umur 10-15 hst dan umur 30-40 hst. • Peyiangan padi gogo dilakukan secara manual dengan cara mencabut rumput sebanyak 2 kali yaitu pada saat tanaman berumur 10-20 hst dan umur 40-50 hst. 6. Pengendalian Hama dan Penyakit • Pengendalian Organisme Penggangu Tanaman (OPT) dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati Bioprotector, namun jika populasi diatas ambang batas maka dilakukan dengan pestisida anorganik. • Terdapat beberapa hama penting pada tanaman padi gogo (wereng coklat, wereng hijau, walang sangit, pengerek batang, tikus, burung). • Penyakit penting pada tanaman padi gogo yaitu penyakit blas (Pyricularia grisea). • Beberapa hama penting pada tanaman kedelai (lalat bibit, ulat gerayak, pengisap polong, pengerek polong) • Penyakit penting pada tanaman kedelai (karat daun, hawar daun) 7. Panen • Panen dilakukan pada saat matang fisiologis yaitu untuk padi gogo bilamana 90% bulir padi telah menguning. • Pelaksanaan panen pada kedelai dilakukan apabila batang utama berwarna coklat dan 95% daun telah menguning atau telah rontok, polong berwarna kuning/colat dan mengering. Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Petunjuk Teknis Tumpangsari Padi, Jagung dan Kedelai, 2018 Badan Litbang, Kementan.2) Tumpangsari Padi, Jagung dan Kedelai, 2018, BPTP Provinsi Kalimanatan Barat3) https://www.google.com4) http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id