Loading...

Turiman Jago Super

Turiman Jago Super
Turiman Jago Super adalah Tumpangsari Tanaman Jagung dan Padi Gogo yang merupakan rekayasa sistem tanaman untuk memperoleh peningkatan total produksi dan mengurangi resiko kegagalan panen atau kerugian salah satu tanaman serta mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan usahatani.Pada kesempatan ini disampaikan teknologi budidaya Turiman Jago Super sebagaimana berikut :1. Pemilihan Varietas Unggul Penggunaan varietas unggul merupakan salah satu upaya penting dalam peningkatan produktivitas tanaman. Untuk tanaman jagung terdapat beberapa varietas yang bisa ditumpangsarikan diantaranya Nasa 29, Bima 2 dan CH 27. Sedangkan untuk padi gogo lahan kering terdapat beberapa varietas yang disarankan seperti Situ Patenggang, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11, Inpago 12, Rindang 1, Rindang 2 dan Jati Luhur.2. Pengolahan Tanah Persiapan lahan diawali peyemprotan lahan dengan herbisida atau penebasan lahan hingga bersih. Pengolahan lahan dapat dilakukan tanpa olah tanah dan olah tanah sempurna. Namun pengolahan lahan sebaiknya diolah sempurna menggunakan hand traktor atau traktor roda empat (dibajak dan dirotari) atau dicangkul. Setelah tanah diolah, sisa gulma atau akar tanaman yang masih tertinggal di lapangan harus dibuang. Pengolahan tanah bertujuan untuk menghasilkan struktur tanah yang gembur, drainase dan aerasi tanah yang cukup baik sehingga pertumbuhan akar tanaman berkembang dengan baik.3. Penanaman • Tahap awal perlakuan benih (seed treatmen) dilakukan untuk memisahkan gabah yang hampa dengan melakukan perendaman benih padi gogo, kemudian gabah yang timbul dibuang, sedangkan yang tengelam merupakan gabah bernas. • Perlakuan benih (Seed treatmen) menggunakan pupuk hayati Agrice-plus. • Pengendalian penyakit bulai (Peronosclerospora maydis), dengan perlakuan benih (seed treatment) menggunakan fungisida bahan aktif Dimetomorf 200 g/l atau metalaxyl. • Penanaman jagung diantara tanaman padi gogo dilakukan sebanyak 2 baris tanaman dengan jarak tanam 140 cm (40 cm x 20 cm). Jumlah tanaman antar baris 110 dan jumlah dalam baris 500 tanaman, sehingga jumlah populasi per ha 110.000 tanaman. Penanaman jagung dilakukan 2 biji/lubang tanam, kebutuhan benih per ha sebanyak 40 kg. Pada saat tanam lubang tanam ditutup dengan pupuk kandang ± 25-50 g/lubang. • Penanaman padi gogo dilakukan dengan cara tugal, jumlah benih 5 butir/lubang tanam. Penanaman padi gogo antara tanaman jagung dilakukan sebanyak 4 baris tanaman dengan jarak tanam 140 cm x (20 cm x 10 cm). Jumlah baris tanaman 220 rumpun, jumlah dalam baris 1.000 rumpun sehingga jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 220.000 rumpun. Kebutuhan benih per ha sebanyak 40 kg. 4. Pemupukan • Pemupukan dilakukan berdasarkan spesifik lokasi, bisa berdasarkan hasil analisis tanah, PUTK atau rekomendasi umum. • Pemberian kapur dan pupuk kandang dilakukan sebelum tanam minimal 2 minggu, dengan dosis kapur 1-2 ton/ha dan pupuk kandang 3-5 ton/ha.• Pemupukan padi gogo dilakukan sebanyak 3 kali yaitu umur 21-25 hst, umur 40-46 hst, dan umur 60-65 hst dengan dosis masing-masing 1/3 bagian. • Aplikasi pupuk cair biosilika (BioSinta) 2-4 kali yaitu pada umur 30 hst, 45 hst, 60 hst dan 75 hst atau berdasarkan dosis sesuai anjuran.• Pemupukan jagung dilakukan 2 kali yaitu pemupukan dasar umur 10-15 hst dengan dosis pupuk NPK 200 kg/ha, Urea 50 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, pemupukan pertama sebaiknya diaplikasikan dengan cara tugal dan sedangkan pemupukan kedua dilakukan pada umur 28-35 hst dosis NPK 15:15:15 200 kg/ha, Urea 100 kg/ha, dengan cara tebar. 5. Pengendalian Gulma • Pada lahan kering penyiangan merupakan bagian yang sangat berat karena pertumbuhan tanaman bersamaan dengan tumbuhnya benih gulma. • Untuk menekan pertumbuhan gulma sebelum penanaman sebaiknya dilakukan peyemprotan herbisida pada saat gulma tumbuh/berkecambah. • Peyiangan padi gogo dilakukan secara manual dengan cara mencabut rumput sebanyak 2 kali yaitu pada saat tanaman berumur 10-20 hst dan umur 40-50 hst. • Pengendalian gulma pada tanaman jagung dilakukan dengan peyemprotan herbisida selektif bahan aktif Atrazin 500 gr/l dan Mesotrion 50 gr/l pada umur 10-15 hst. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan pemupukan kedua atau pada umur 21-30 hst, dengan tujuan agar tanaman lebih kuat dan kokoh sehingga tidak mudah rebah, serta untuk mengemburkan tanah sehingga perakaran tanaman berkembang dengan baik 6. Pengendalian Hama dan Penyakit • Pengendalian Organisme Penggangu Tanaman (OPT) dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati Bioprotector, namun jika populasi diatas ambang batas maka dilakukan dengan pestisida anorganik. • Terdapat beberapa hama penting pada tanaman padi gogo (wereng coklat, wereng hijau, walang sangit, pengerek batang, tikus, burung). • Penyakit penting pada tanaman padi gogo yaitu penyakit blas (Pyricularia grisea). • Terdapat beberapa hama penting pada tanaman jagung (penggerak batang, penggerek tongkol, aphis, dan ualat gerayak). • Penyakit penting pada tanaman jagung yaitu penyakit bulai (Peronosclerospora maydis) 7. Panen • Pada saat tanaman jagung berumur 60-70 hst dilakukan pemangkasan daun tanaman. Kemudian pada umur 80-90 hst dilakukan pemangkasan pucuk tanaman. Pemangkasan tanaman bertujuan untuk mempercepat proses pengeringan tongkol, mengurangi kanopi yang saling menaungi sehingga sinar matahari lebih optimal diterima oleh tanaman sela agar proses fotosintesis berjalan optimal. Hasil pemangkasan berupa biomas segar dapat digunakan sebagai pakan ternak potensial. • Panen dilakukan pada saat matang fisiologis yaitu untuk padi gogo bilamana 90% bulir padi telah menguning. • Panen jagung dilakukan pada saat tanaman sudah masak fisiologis ditandai dengan daun/kelobot sudah kering, berwarna kekuning-kuningan, terdapat Black Layer pada pangkal melekat biji pada tongkol. Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Petunjuk Teknis Tumpangsari Padi, Jagung dan Kedelai, 2018 Badan Litbang, Kementan.2) Tumpangsari Padi, Jagung dan Kedelai, 2018, BPTP Provinsi Kalimanatan Barat3) https://www.google.com4) http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id