Loading...

TYTO ALBA

TYTO ALBA
I. PENDAHULUAN.Proses pencapaian swasembada beras tak lepas dari penerapan dan inovasi teknologi yang dikembangkan pemerintah, misalnya dalam penggunaan benih unggul, teknologi pemupukan, pengolahan tanah, pengendalian organisme pengganggu dan pengendalian hama dan penyakit. Dalam kaitannya dengan status pangan sebagai komoditas "strategis" maka taraf swasembada harus tetap dimantapkan dan dilestarikan. Namun, akhir-akhir ini proses produksi pangan ( padi, jagung, polowijo ) menghadapi berbagai kendala yang cukup serius diantaranya eksplosi serangan hama dan penyakit akibat belum sepenuhnya diterapkan teknik budi daya yang baik, seperti tanam serempak. Dan rusaknya Ekosistem musnahnya hewan – hewan predator yang banyak diburu oleh manusia.Hama yang sering menyerang tanaman pangan diantaranya yaitu tikus sawah (Rattus argentiventer). Tikus menyerang tanaman pangan pada stadium pertumbuhan mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Serangan tikus biasanya terjadi pada malam hari. Pada siang hari tikus lebih banyak bersembunyi dilubang / liangnya. Tikus sulit di brantas dan perlu ditekan populasinya agar hasil panen berhasil dan meningkat.Berbagai upaya untuk menekan populasi tikus sudah biasa dilakukan diantaranya dengan cara : - Gropyokan, pembongkaran sarang , dipasang jebakan dan dijaring dan disetrum.- Pemasangan umpan (Rodentisida) atau omposan.- Pemanfaatan Binatang Predator ( Anjing, Kucing, Ular dan Burung (Tyto Alba).Burung jenis Tyto alba merupakan burung predator yang termasuk burung malam mempunyai sifat kanibal dan pembunuh. Keluar dari sarangnya 3pada malam hari mulai terbenam matahari (Waktu Magrib) dan kembali masuk ke sarangnya pada dini hari ( Waktu Subuh ) .