Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian Rama Utama Kecamatan Seputih Raman tergolong Kampung Daerah tertinggal dibandinkan kampung-kampung lainnya dalam Kabupaten Lampung Tengah. Oleh sebab itu saya sebagai seorang penyuluh pertanian merasa tertantang untuk memberikan solusi pada para petani binaan bagaimana upaya yang mesti dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahtraan petani dan keluarganya. Berbaga ikomodita s telah dicoba diusahakan namun hasilnya kurang memberikan keuntungan yang maksimal. Dengan berbekal informasi dan Literatur yang saya dapat baik dari pengalaman petani diluar wilayah binaan maupun dari media internet, maka saya dapatkan satu komoditas yang dapat diusahakan petani dengan biaya yang sangat rendah dan dapat memberikan keuntungan yang sangat tinggi. Komoditas tersebut adalah “ UbiJalar” Ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb.) Merupakan sumber karbohidrat yang dapat dipanen pada umur 3 – 5 bulan. Selain karbohidrat, ubi jalar juga mengandung vitamin A, C dan mineral serta antosianin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Disamping itu, ubi jalar tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan tetapi juga sebagai bahan baku industri dan pakan ternak. Di Indonesia, ubi jalar umumnya sebagai bahan pangan sampingan. Sedangkan di Irian Jaya, ubi jalar digunakan sebagai makanan pokok. Komoditas ini ditanam baik pada lahan sawah maupun lahan tegalan. Luas panen ubi jalar diindonesia sekitar 230.000 ha dengan produktivitas sekitar 10 ton/ha. Padahal dengan teknologi maju beberapa varietas unggul ubi jalar dapat menghasilkan lebih dari 30 ton umbi basah/ha. VARIETAS Terdapat 8 varietas unggul yang dilepas sejak tahun 1990 hingga 2001. Varietas-varietas ini selain mempunyai produktivitas tinggi, juga mempunyai sifat tahan terhadap hama boleng Cylasformicarius dan penyakit kudis shacelomabatatas .Untuk menjaga potensi hasil, bibit yang ditanam harus berkualitas. Bibit dapat diperoleh dari umbi sehat yang disemai dan kemudian diambil tunasnya. PENYIAPAN LAHAN DAN BIBIT Ubi jalar dapat ditanam ditegalan atau sawah. Penyiapan lahan ditujukan untuk menciptakan media tumbuh yang gembur dan subur. Tanah diolah dan dibuat guludan dengan lebar 40 – 60 cm dan tinggi 25- 30 cm dan lebar 80-100 cm. Pada tanah berat (berlempung) untuk membuat guludan yang gembur perlu ditambah 10 ton bahan organic/pupuk kandang/kompos per hektar.. CARA TANAM Ubi jalar ditanam setelah padi yaitu awal hingga pertengahan musim kemarau. Penyertaan ubi jalar dalam pergiliran tanaman dengan padi sawah sangat bagus dipandang dari segi aspek keberlanjutan, khususnya aplikasi bahan organic pada ubi jalar saat musim kemarau. Populasi tanaman sekitar 35.000 sampai 50.000 tanaman /ha. Dengan jarak antar baris /gulud 80-100 cm, dan dalam baris 20-30 cm. Bibit dari stek pucuk, tunas semai umbi. Ubi jalar dapat pula ditanam pada system tumpang sari dengan tingkat naungan tidak lebih 30 %. PEMUPUKAN Takaran pupuk 100-200 kg urea + 100 kg SP 36 +100 kg KCI + 10 ton pupuk kandang/ha. Pupuk kandang diberikan bersamaan pembuatan guludan. 1/3 dosis urea dan KCI serta seluruh SP 36 diberikan pada saat tanam. Sedangkan sisanya, 2/3 Urea dan KCI diberikan pada saat tanaman berumur 1,5 bulan. Aplikasi pupuk harus ditutup dengan tanah. PENYIANGAN GULMA Penyiangan gulma dilakukan sebelum pemupukan kedua. Bagi ubi jalar yang ditanam setelah padi sawah, jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai mulsa sehingga dapat mengurangi biaya penyiangan gulma dan pembalikan batang. Peran pembalikan batang dapat digantikan dengan penggunaan mulsa karena pembalikan batang mencegah munculnya akar dari ruas batang. PENGAIRAN Pertanaman ubi jalar musim kemarau, perlu diairi untuk mencapai produktivitas tinggi. Selain itu, pengairan yang cukup dapat menghindarkan ubi jalar dari serangan hama boleng Cylasformicarius. PENGENDALIAN HAMA Hama utama adalah hama boleng cylasformicarius, penggerek batang Omphisaanastomasalis serta nematode Meloidogyne sp yang merugikan ubi jalar PENGENDALIAN PENYAKIT Penyakit utama pada ubi jalar adalah jamur stek Fusarium sp. Dan kudis Spacelomabatatas PANEN DAN PASCA PANEN Ubi jalar dapat dipanen jika umbi sudah tua dan besar. Panen dapat serentak maupun bertahap. Secara fisik ubi jalar siap dipanen apabila daun dan batang sudah mulai menguning. Didataran rendah, ubi jalar umumnya dipanen pada umur 3,5 – 5 bulan. Sedangkan didataran tinggi ubi jalar dapat dipanen pada umur 4 – 7 bulan. Setelah dibersihkan dari tanah dan dipisahkan dari umbi yang tidak sehat, umbi yang bertangkai hingga pangkal batang disatukan dalam bentuk ikatan tergantung pada tujuan kegunaan akhir. Umbi yang dikirimkan kepabrik dikemas dalam karung maupun curah. Sedangkan umbi yang dikirimkan kepasardapat dikemas dalam berbagai bentuk sesuai selera pasar, misalnya diikat atau ditaruh dalam keranjang. Ubi jalar dapat diolah secara sederhana menjadi berbagai bentuk masakan, dikukus, direbus, digoreng, dipanggang, dibakar, merupakan cara yang umum dilakukan dalam mempersiapkan ubi jalar untuk disajikan. Selain dikonsumsi langsung ubi jalar dapat diolah menjadi produk antara dalam bentuk pati maupun tepung. Pati dibuat dengan mengekstrak umbi yang telah diparut. Sedangkan tepung diperoleh dengan cara mencuci umbi, mengupas, mengiris, menjemur dan menghancurkan (menepungkan) diayak pada ukuran 80 mesh. Pati dan tepung ubi jalar dapat digunakan untuk membuat aneka jenis kue, mie, hingga es krim. Produksi ubi jalar yang dikembangkan di Kampung Rama Utama adalah Varietas Sari yang mampu menghasilkan 25 – 30 ton umbi basah. Dan saat ini harga Umbi Ubi jalar di tingkat petani mencapai Rp.3000 per kg. dan biaya yang dikeluarkan oleh petani tidak lebih dari Rp.4.000.000,- per hektar. Penulis : Muhammad Damin,SP BPP Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah.