Loading...

Ubi Jalar Oranye Bahan Pangan Fungsional yang Tinggi Kalium

Ubi Jalar Oranye Bahan Pangan Fungsional yang Tinggi Kalium
Penganekaragaman pangan (diversifikasi pangan) merupakan jalan keluar yang saat ini dianggap paling rasional untuk memecahkan masalah pemenuhan kebutuhan pangan (khususnya sumber karbohidrat). Diharapkan bahan pangan alternatif ini mempunyai fungsi lain selain pemenuhan karbohidrat. Ada banyak banyak bahan pangan fungsional yang mulai dikenal masyarakat, misalnya jagung ungu serta ubi jalar ungu yang memiliki kadar antosianin tinggi. Selain ubi ungu Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi juga memiliki ubi oranye . Ditinjau dari nilai gizi dan ketersediaan bahan baku, ubijalar ini sangat potensial sebagai bahan diversifkasi pangan lokal.Saat ini fungsi Pangan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja, namun lebih dari itu dapat berperan secara fisiologis bagi kesehatan tubuh. Kekurangan vitamin dan mineral (Hidden hunger) masih menjadi issue penting dunia. Keberadaan beta karoten sebagai provitamin A, antosianin dan fenol sebagai antioksidan, serat pangan, dan indeks glikemiknya yang relatif rendah merupakan nilai tambah ubijalar sebagai pangan fungsional. Sedangkan kekurangan kalium atau yang biasa disebut dengan hipokalemia akan dapat menyebabkan kelemahan otot, hipertensi, cardiovascular/jantung dan kelumpuhan bahkan kematian. Kalium juga berperan dalam metabolisme untuk melepaskan insulin dalam darah. Ubijalar berpotensi sebagai komoditas kaya mineral, terutama kalium, namun informasi genetik mengenai hal itu masih sangat terbatas.Melihat banyaknya potensi ubi jalar bagi kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) mulai melirik untuk meneliti dan merakit ubi jalar oranye. Komponen yang tersimpan di dalam komposisi kimia ubi oranye adalah kandungan Betakaroten yang cukup tinggi yang berguna untuk kesehatan mata juga kaya dengan mineral kalium. Ubi jalar oranye banyak mengandung gizi dengan betakaroten yang sama bahkan lebih tinggi kandungan beta karoten dari pada wortel Kandungan beta karoten pada ubi jalar putih mengandung 260 µg/100g, sedangkan ubi jalar oranye mengandung 9900 µg/100g. Makin pekat warna oranyenya makin tinggi kadar betakaroten yang merupakan bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh. Balitbangtan sedang merakit varietas ubi jalar berdaging oranye yang mengandung nutrisi betakaroten tinggi dan Kalium tinggi.Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Febria, pemulia dari Balitkabi diperoleh hasil antara lain 1). Klon-klon berpotensi hasil tinggi dan klon-klon yang memiliki kadar kalium tinggi mempunyai jarak genetik yang cukup jauh; 2). Berdasarkan keragaman genetik hasil tinggi kaya kalium hasil persilangan yang kompatibel, diperoleh 20 klon yang mempunyai bobot umbi rata-rata >800 g dan kadar kalium ≥1,9%. Duabelas klon berdaging umbi oranye, tujuh kuning, dan satu putih; 3). Sebagian besar klon terseleksi yang mengandung kalium tinggi mempunyai ciri daging umbi oranye. Hal ini mengindikasikan klon umbi oranye cenderung mengandung kalium lebih tinggi. Namun umbi oranye memiliki kadar air tinggi dan kadar bahan kering rendah. (UJE/LEN)Penulis : Tedi Parmana, SP (PP. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merangin)Sumber : http://www.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/3519/