Loading...

UBINAN PADI DI KALIGORO

UBINAN PADI DI KALIGORO
UBINAN PADI DI KALIGORO Ubinan adalah luasan pada pertanaman, yang umumnya berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar (untuk mempermudah perhitungan luas), yang dipilih untuk mewakili suatu hamparan pertanaman yang akan diduga produktivitasnya (hasil tanaman per hektar tanpa pematang) dengan cara menimbang hasil (kg/ubinan), dikali 10.000 m2, dan dibagi dengan luas ubinan (m2). Persyaratan ubinan adalah mudah diidentifikasi, jelas batasnya, terutama pada hamparan pertanaman padi dengan jarak tanam yang sama; mudah diukur atau dikonversi ke hektar, misalnya luas ubinan sudah diketahui (6,25 m2, sesuai cara lama); ketepatan dugaan tinggi dengan biaya murah, misalnya hasil padi pada suatu hamparan diduga dari ubinan secara tepat dan tidak memerlukan banyak biaya; panjang dan lebar atau bentuk ubinan disesuaikan dengan jarak tanam yang beraturan di lapangan, diukur dari titik tengah antar 4 rumpun ke titik tengah antar 4 rumpun di ujung lainnya; upayakan berbentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang yang mendekati bujur sangkar; ubinan diletakkan pada bagian dari pertanaman yang mewakili kondisi pertanaman seluruhnya; apabila ada bagian-bagian dari pertanaman yang menunjukkan perbedaan pertumbuhan/kesuburan, maka pada setiap bagian pertanaman diletakkan satu ubinan, dan produktivitas pertanaman merupakan rata-rata dari produktivitas bagian pertanaman, dikali dengan proporsi luas keseluruhan. Rabu, 10 Juli 2019, petugas penyuluh lapang dan petugas POPT Kec. Kutorejo melakukan ubinan padi di lahan sawah milik Bapak Suwarno, Poktan Tani Maju, Dusun Kalicangkring, Desa Kaligoro, Kec. Kutorejo. Lokasi ubinan yang dipilih adalah di tengah petakan sawah dan yang mampu mewakili keadaan padi tersebut (padi yang tumbuhnya tidak terlalu bagus dan tidak terlalu jelek). Selanjutnya, alat penentuan ubinan yang terbuat dari stainless steel yang telah dirakit diletakkan pada lokasi petakan sawah yang telah dipilih sebagai tempat ubinan tersebut. Ukuran ubinan yang digunakan untuk menentukan produktivitas padi tersebut adalah 2,5 m x 2,5 m. Padi di lokasi ubinan tersebut dipanen menggunakan sabit, kemudian gabah dirontokkan dari malainya di tempat yang telah diberi alas terpal. Varitas padi yang ditanam di lahan tersebut yaitu Varietas Inpari 32, tinggi tanaman 97 cm dengan umur tanaman 120 hari. Berdasarkan perhitungan di lapang, jumlah anakan padi ±21 anakan, dengan jumlah bulir ±168 bulir per malai. Setelah menimbang hasil ubinan, diperoleh hasil sebesar 6 kg, sehingga dapat diperkirakan produktivitas padi tersebut sebesar 9,6 ton/ha GKP.