By: Yoyon Haryanto Evaluasi, dari awal kemunculannya sampai dengan saat ini terus mengalami perkembangan. Hornby dan Parnwell (1972) dalam Mardikanto (2009) mengemukakan bahwa evaluasi adalah suatu tindakan pengambilan keputusan untuk menilai sesuatu obyek, keadaan, peristiwa, atau kegiatan tertentu yang sedang diamati. Widoyoko (2012) merumuskan inti dari evaluasi adalah sebuah penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Evaluasi program adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengkaji kembali draft atau usulan program yang sudah dirumuskan, sebelum program itu dilaksanakan. Evaluasi program bermaksud mencari informasi sebanyak mungkin untuk mendapatkan gambaran rancangan dan pelaksanaan program. Rossi et al. (1999) menyampaikan bahwa di dalam program selain di evaluasi tentang bagaimana proses perumusan program, juga dievaluasi tentang semua unsur program, yang menyangkut: pengumpulan informasi (data dan fakta), analisis keadaan, perumusan masalah, tujuan, dan cara-cara mencapai tujuan yang menyangkut: kegiatan yang akan dilaksanakan, metoda yang akan diterapkan, sasaran kegiatan, volume kegiatan, tempat (lokasi) dan waktu pelaksanaan kegiatan, serta jumlah dan sumber dana yang akan dipergunakan. Selain itu, dalam melakukan evaluasi perlu dipertimbangkan model evaluasi yang akan dibuat. Model evaluasi adalah suatu model desain evaluasi yang dibuat oleh ahli-ahli atau pakar-pakar evaluasi yang biasanya dinamakan sama dengan pembuatnya atau tahap pembuatannya (Tayipnapis 2008). Berdasarkan hal tersebut berikut diuraikan hal-hal yang berkaitan dengan unsur-unsur evaluasi program penyuluhan dan salah satu model evaluasi yaitu model evaluasi CIPP. Unsur-Unsur Evaluasi Program Penyuluhan Evaluasi penyuluhan pertanian merupakan suatu proses sistematis untuk memperoleh informasi yang relevan dan mengetahui sejauh mana perubahan perilaku petani dan hambatan yang dihadapi petani, sejauhmana efektivitas rancangan program penyuluhan pertanian dalam merencanakan program kerja petani (Padmowihardjo, 1999). Evaluasi harus dilandasi oleh data atau fakta yang dapat dipercaya. Karena itu, pengumpulan data dan fakta harus dilakukan sebaik-baiknya dalam arti tepat (valid) dan teliti (reliable) (Mardikanto, 2009). Manfaat evaluasi penyuluhan adalah untuk mengetahui perubahan perilaku petani setelah penyuluhan (Padmowihardjo, 1999). Mardikanto (2009) menyatakan bahwa melalui kegiatan evaluasi, dapat mengambil kesimpulan tentang segala sesuatu yang telah terjadi, sekaligus memberikan landasan dan arahan bagi kegiatan lanjutan yang perlu dilakukan. Menurut Steele (1970), setidaknya ada tiga unsur penting dalam sebuah evaluasi program penyuluhan yaitu: Kriteria (Criteria) Adanya kriteria tertentu dari suatu program yang dapat di ukur yang merupakan ciri ideal dari situasi yang diinginkan yang dapat dirumuskan melalui tujuan operasional. Kriteria tersebut harus mampu diterapkan oleh semua individu yang menjadi objek dari program tersebut, misalnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dengan menetapkan standar peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Bukti (Evidence) Adanya bukti pelaksanaan kegiatan program. Bukti digunakan juga sebagai alat untuk memvalidasi mengenai berjalannya suatu program. Penilaian (Judgement) Pengambilan keputusan merupakan bagian yang penting dari evaluasi program penyuluhan yaitu untuk memberi gambaran pelaksanaan program sehingga menjadi rujukan penentuan program selanjutnya. Penilaian dibentuk dengan membandingkan kriteria dengan kejadian sebenarnya. Model Evaluasi CIPP Model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dikembangkan oleh Stufflebeam, dkk (1967) di Ohio State University. Model evaluasi ini pada awalnya digunakan untuk mengevaluasi ESEA (the Elementary and Secondary Education Act). CIPP merupakan singkatan dari, context evaluation : evaluasi terhadap konteks, input evaluation : evaluasi terhadap masukan, process evaluation : evaluasi terhadap proses, dan product evaluation : evaluasi terhadap hasil. Keempat singkatan dari CIPP tersebut itulah yang menjadi komponen evaluasi. Keempat kata yang disebutkan dalam singkatan CIPP tersebut merupakan sasaran evaluasi, yang tidak lain adalah komponen dari proses sebuah program kegiatan. Selanjutnya Stufflebeam dan Shinkfield (2007) mengembangkan sebuah pendekatan evaluasi yang berorientasi pada pengambil keputusan (a decision oriented evaluation approach structured) untuk memberikan bantuan kepada administrator atau leader pengambil keputusan. Model evaluasi CIPP ini terdiri dari 4 komponen yang diuraikan sebagai berikut: Context Evaluation(Evaluasi Konteks) Stufflebeam dan Shinkfield (2007) menyebutkan, tujuan evaluasi konteks yang utama adalah untuk mengetahui kekutan dan kelemahan yang dimiliki dari objek yang di evaluasi. Evaluator akan dapat memberikan arah perbaikan yang diperlukan dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan tersebut. Arikunto dan Safrudin (2009) menjelaskan bahwa, evaluasi konteks adalah upaya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan kebutuhan yang tidak terpenuhi, populasi dan sampel yang dilayani, dan tujuan proyek. InputEvaluation (Evaluasi Input) Tahap kedua dari model CIPP adalah evaluasi input, atau evaluasi masukan. Menurut Widoyoko (2012), evaluasi masukan membantu mengatur keputusan, menentukan sumber-sumber yang ada, alternative apa yang diambil, apa rencana dan strategi untuk mencapai tujuan, dan bagaimana prosedur kerja untuk mencapainya. Komponen evaluasi masukan meliputi: sumber daya manusia, sarana dan peralatan pendukung, dana atau anggaran, dan berbagai prosedur dan aturan yang diperlukan. ProcessEvaluation (Evaluasi Proses) Evaluasi proses meliputi koleksi data penilaian yang telah ditentukan dan diterapkan dalam praktik pelaksanaan program. Evaluasi proses untuk mengetahui sampai sejauh mana rencana telah diterapkan dan komponen apa yang perlu diperbaiki (Stufflebeam dan Shinkfield 2007). Menurut Arikunto dan Safrudin (2009), evaluasi proses dalam model CIPP menunjuk pada “apa” (what) kegiatan yang dilakukan dalam program, “siapa” (who) orang yang ditunjuk sebagai penanggung jawab program, “kapan” (when) kegiatan akan selesai. Evaluasi proses model CIPP diarahkan pada seberapa jauh kegiatan yang dilaksanakan didalam program sudah terlaksana sesuai dengan rencana. Stufflebeam dan Shinkfield (2007), diusulkan pertanyaan-pertanyaan untuk proses sebagai berikut : Apakah pelaksanaan program sesuai dengan jadwal ? Apakah staf yang terlibat didalam pelaksanaan program akan sanggung menangani kegiatan selama program berlangsung dan kemungkinan jika dilanjutkan ? Apakah sarana dan prasarana yang disediakan dimanfaatkan secara maksimal ? Hambatan-hambatan apa saja yang dijumpai selama pelaksanaan program dan kemungkinan jika program dilanjutkan ? Product Evaluation (Evaluasi Produk/Hasil) Evaluasi produk adalah evaluasi yang bertujuan untuk mengukur, menginterpretasikan dan menilai pencapaian program (Stufflebeam dan Shienfield 2007). Tayipnapis (2008) menerangkan, evaluasi produk untuk membantu membuat keputusan selanjutnya, baik mengenai hasil yang telah dicapai maupun apa yang dilakukan setelah program itu berjalan. Berdasarkan dua pengertian tersebut disimpulkan bahwa evaluasi produk merupakan penilaian yang dilakukan guna untuk melihat ketercapaian atau keberhasilan suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Menurut Widoyoko (2012), model evaluasi CIPP ini lebih komprehensif diantara model evaluasi lainnya, karena objek evaluasi tidak hanya pada hasil semata tetapi juga mencakup konteks, masukan, proses, dan hasil. Selain kelebihan tersebut, di satu sisi model evaluasi ini juga memiliki keterbatasan, antara lain penerapan model ini dalam program mempunyai tingkat keterlaksanaan yang kurang tinggi jika tidak adanya modifikasi. DAFTAR PUSTAKA Mardikanto T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta (ID): LPP UNS dan UNS Press. Padmowihardjo, Soedijanto. 1999. Media Penyuluhan Pertanian (Materi Pokok LUHT). Jakarta (ID): Universitas Terbuka. Rossi, H.P dan Freeman. 1997. Evaluation, A Systematic Approach (Six Edition). London (UK): Sage Publication. Steele, Sara M. 1970. Program Evaluation – A Broader Definition. Journal of Extension. 2(a1-1970). 5-17. Doi: http://www.joe.org/joe/1970summer/1970-2-a1.pdf Stufflebeam, Daniel L dan Anthony J. Shinkfield. 2007. Evaluation Theory, Model, and Applications. San Fransisco (US): Josey-Bass. Tayipnapis Farida. 2008. Evaluasi Program. Jakarta (ID) : Rineka Cipta Widoyoko, Eko Putro. 2012. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta (ID): Pustaka Pelajar.