Penggunaan alsintan ditingkat petani kini sudah semakin banyak seiring pemberian bantuan pemerintah guna peningkatan produksi pangan. Tidak hanya digunakan sendiri, alsintan pun bisa menjadi ajang bisnis dalam bentuk jasa penggunaan alsintan yang disebut dengan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA). dalam upaya mendongkrak optimalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) di tingkat petani, BBP-Mektan telah membuat perangkat teknologi informasi berbasis android bernama UPJA Smart Mobile. Aplikasi ini telah dilaunching oleh Bapak Menteri Pertanian pada bulan Mei di BBP Mektan Serpong. Aplikasi tersebut bisa menghubungkan petani, pengurus UPJA sampai Brigade Alsintan sehingga dapat lebih mudah mengakses alsintan. Kementan telah mendorong optimalisasi alsintan dan monitoring alsintan yang selama ini telah diberikan pemerintah. UPJA Smart Mobile ini Nantinya bisa jadi alat untuk merelokasi alsintan jika memang ada beberapa tempat yang pemanfaatan dan lokasi penempatan yang tidak pas. Aplikasi ini menjadi database secara real time terutama jumlah alsintan yang ada dan sedang beroperasi. Sehingga terlihat optimalisasi penggunaan alsintan yang ada UPJA Smart Mobile merupakan aplikasi android yang digunakan untuk melakukan usaha jasa pengolahan tanah, jasa irigasi, jasa penanaman padi, jasa panen padi, jasa penggilingan padi, jasa jual benih, jasa jual gabah, jasa pelatihan untuk operator alsintan, perawatan dan perbaikan alsintan, serta jasa penjualan suku cadang alsintan Dalam penggunaannya, petani yang sudah mengunduh aplikasi UPJA Smart Mobile melakukan login dengan memasukkan nomor telepon dan password, selanjutnya melengkapi data berupa nama, gapoktan dan lokasi desa. Dari lokasi tersebut, oleh sistem akan dicarikan UPJA yang terdekat dengannya sehingga petani bisa memilih untuk menggunakan jasa alsintan dari mana. Saat diklik UPJA yang diinginkan, petani bisa melihat secara langsung jumlah yang tersedia maupun yang sedang disewa.Tidak hanya petani dan UPJA, Brigade Alsintan yang berada di Kodim maupun Dinas lingkup pertanian juga bisa menggunakannya. Dari data bersifat real time bisa mengukur optimalisasi alsintan. "Misalnya UPJA memiliki 20 traktor dan 10 di antaranya sedang disewa. Berarti 50% sedang bekerja optimal. Aplikasi android ini juga bermanfaat bagi ajang bisnis UPJA karena di dalamnya terdapat kanal layanan penyedia alsintan atau semacam took online. Jasa jual spare part ini kita kerjasama dengan perusahaan alsintan. Dimana perusahaan tersebut bisa menitipkan barang (spare part) ke UPJA dan UPJA bisa melakukan order ke perusahaan. Jadi semacam toko online Kerjasama jual beli spare part alsintan ini tentu lebih memudahkan perusahaan alsintan untuk penyebarluasan informasi serta produk. Apabila aplikasi ini bisa diterapkan di seluruh UPJA diharapkan mampu meningkatkan bisnis serta optimalisasi penggunaan alsintan, di samping mempermudah serta mendekatkan petani untuk memperoleh alsintan. editor : Bima Pradana Shakti, Staf Subbid Informasi dan materi Pusat Penyuluhan Pertanian Email : bimashakty@gmail.com Sumber Tulisan : http://mekanisasi.litbang.pertanian.go.id