Loading...

Varietas Kedelai tahan Genangan

Varietas Kedelai tahan Genangan
Pertanaman Kedelai musim kemarau (MK) di lahan sawah selalu dihadapkan pada curah hujan yang masih tinggi pada akhir musim hujan, sehingga menimbulkan genangan (kondisi jenuh air). Kondisi ini makin diperparah dengan drainase yang buruk karena air terus menggenang dan hal ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas kedelai yang berkisar antara 20-75%. Kelebihan air di lapang yang menyebabkan genangan umumnya sukar dikelola sehingga perlu diupayakan varietas kedelai yang toleran jenuh air. Ada varietas unggul lama yang berindikasi toleran terhadap kondisi tanah jenuh air yaitu varietas Kawi yang dilepas pada tahun1998. Varietas ini berukuran biji kecil ( 10 gram/100 biji) dan memiliki umur masak dalam sekitar 88 hari. Varietas tersebut perlu diperbaiki ukuran biji dan umur masaknya menjadi genjah kurang dari 80 hari. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) telah merakit varietas baru yang toleran kondisi jenuh air. Penelitian dilakukan sejak 2005 dan sudah diuji adaptasi pada musim kemarau 2010-2011. Varietas kedelai unggul toleran jenuh air ini diberi nama Deja 1 dan Deja 2 dan sudah dilepas secara resmi oleh Pemerintah Indonesia sebagai varietas unggul baru melalui SK Mentan No. 338/Kpts/TP.030/5/2017 dan 339/Kpts/TP.030/5/2017. Kedua varietas ini berpotensi hasil tinggi dan toleran terhadap cekaman jenuh air mulai umur 14 hari (fase V2) hingga fase masak (fase R7). Pada kondisi tercekam kondisi tanah jenuh air, Deja 1 dan Deja 2 mampu memberikan hasil biji rata-rata 2.39 ton/ha dan 2.38 ton/ha dengan potensi hasil masing-masing 2.87 ton/ha dan 2.75 ton/ha.Untuk bertanam kedelai di lahan-lahan yang jenuh air (lahan tergenang), mari kita kenali terlebih dahulu deskripsi dari dua varietas kedelai yang tahan terhadap genangan air mulai umur 14 hari hingga fase masak sebagai berikut : Kedelai Varietas Deja 1 Varietas Deja 1, berasal dari galur harapan (GH) persilangan varietas Tanggamus dan Anjasmoro (GH Tgm/Anj-750).Varietas ini memiliki potensi hasil tinggi dan toleran terhadap cekaman jenuh air mulai umur 14 hari (fase V2) hingga fase masak (fase R7).Pada kondisi tercekam oleh kondisi tanah jenuh air, Deja 1 mampu memberikan hasil biji rata-rata 2.39 ton per hektar, dengan potensi hasil 2.87 ton per hektar.Deja 1 memiliki umur masak genjah yaitu 79 hari, memiliki ukuran biji sedang yaitu 12.9 gram per 100 biji.Agak tahan hama ulat grayak, tahan hama penggerek polong dan penghisap polong, serta agak tahan penyakit karat daun.Kandungan protein varietas Deja 1 sebanyak 39.6% dan kandungan lemaknya sebanyak 17.3%. Kedelai Varietas Deja 2Varietas Deja 2, berasal dari galur harapan (GH) persilangan varietas Sibayak dan Lokal Jawa Tengah (GH Sib/LJT-137).Varietas ini memiliki potensi hasil tinggi dan toleran terhadap cekaman jenuh air mulai umur 14 hari (fase V2) hingga fase masak (fase R7).Pada kondisi tercekam oleh kondisi tanah jenuh air, Deja 2 mampu memberikan hasil biji rata-rata 2.38 ton per hektar, dengan potensi hasil 2.75 ton per hektar.Deja 2 memiliki umur masak genjah yaitu 80 hari, memiliki ukuran biji besar yaitu 14.8 gram per 100 biji.Agak tahan hama penggerek polong dan penghisap polong, serta agak tahan penyakit karat daun.Kandungan protein varietas Deja 2 sebanyak 37.9% dan kandungan lemaknya sebanyak 17.2%.Dengan adanya Kedelai varietas Deja 1 dan varietas Deja 2 ini diharapkan mampu menjawab resiko kelebihan air terhadap kedelai yang ditanam pada akhir musim kemarau dan mengantisipasi adanya perubahan iklim global, serta sekaligus untuk mengusahakan peningkatan produktivitas dan mempercepat swasembada kedelai.Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Suhartina, Purwantoro dan Novita Nugrahaeni, Deja 1 dan Deja 2 Varietas Unggul Baru Kedelai Toleran Jenuh Air, Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi-Malang, 2017.2) https://www.google.com3) http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id