Loading...

Varietas Unggul Inbrida padi sawah irigasi

Varietas Unggul Inbrida padi sawah irigasi
Varietas unggul adalah varietas yang umumnya memiliki daya hasil tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit utama atau toleran cekaman lingkungan dan dapat juga memiliki sifat khusus tertentu. Badan Litbang Pertanian hingga tahun 2013 telah melepas 251 varietas unggul padi yang sebagian besar merupakan padi sawah irigasi, yang terdiri atas padi inbrida, hibrida, dan padi tipe baru dengan keunggulan tersendiri.Sejak tahun 2008 penamaan varietas unggul padi tidak lagi menggunakan nama sungai, melainkan menggunakan inpa yang merupakan singkatan dari inbrida padi, maupun hipa singkatan dari hibrida padi yang untuk memudahkan mengenali wilayah pengembangan varietas, maka ditambahkan singkatan ekosistem dibelakangnya, misalnya Inpari singkatan dari inbrida padi sawah irigasi, Inpara singkatan dari inbrida padi rawa, dan Inpago singkatan dari inbrida padi gogo. Varietas Unggul untuk lahan sawah IrigasiVarietas unggul padi sawah irigasi/Inpari 1 hingga Inpari 33, merupakan varietas unggul padi sawah irigasi yang masing-masing memiliki karakteristik yang relatif berbeda antar varietas. Beberapa varietas selain mempunyai ketahanan yang berbeda terhadap hama penyakit, juga memiliki tekstur nasi yang relative berbeda. Adopsi terhadap varietas unggul sangat tergantung dari kondisi spesifik lokasi dan preferensi pengguna/konsumen. Misalnya konsumen Sumatera lebih cocok dengan varietas Inpari 12 sebagai alternative pilihannya karena varietas ini memiliki tekstur nasi yang pera. Berbeda dengan wilayah Jawa dan berbagai sentra produksi padi yang preferensi konsumen nasi pulen, maka varietas yang dikembangkan adalah varietas padi yang memiliki tekstur nasi pulen. Sebagian besar varietas Inpari yang telah dilepas cocok untuk dikembangkan pada lahan sawah irigasi khususnya di Jawa dan diberbagai sentra produksi padi dengan prefensi konsumen nasi pulen. Varietas Inpari 12 yang memiliki tekstur nasi pera dapat dikembangkan di daerah Sumatera yang dapat menggantikan varietas Cisokan (tahun 1995) yang telah dikenal luas sebelumnya di daerah Sumatera. Varietas Inpari 12 ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan Varietas Cisokan dari potensi hasil maupun dari rata-rata hasil serta umur yang sangat genjah yaitu 99 hari setelah sebar. Potensi hasil Varietas Inpari 12 dapat mencapai 8 ton/ha Gabah Kering Giling (GKG) sementara Varietas Cisokan hanya 6 ton/ha, sedangkan rata-rata hasil untuk Varietas Inpari 12 dapat mencapai 6.2 ton/ha sedangkan Varietas Cisokan hanya 4.5 ton/ha. Dalam rangka mendukung swasembada pangan, maka diinformasikan beberapa varietas unggul padi sawah irigasi yang memiliki keunggulan dan rata-rata hasil diatas atau sama dengan 6.5 ton GKG sebagai berikut :1) Varietas Inpari 1 : Potensi hasil 10.00 ton/ha GKG, rata-rata hasil 7.30 ton/ha GKG dengan umur panen 108 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu tahan wereng batang coklat (WBC) biotipe 2, tahan hawar daun bakteri (HDB) strain III, IV, dan VIII.2) Varietas Inpari 6 : Potensi hasil 12.00 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.82 ton/ha GKG dengan umur panen 118 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu tahan WBC 2 dan 3, tahan HDB III dan IV.3) Varietas Inpari 11 : Potensi hasil 8.80 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.50 ton/ha GKG dengan umur panen 105 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu tahan HDB III, tahan blas, dan sangat genjah..4) Varietas Inpari 13 : Potensi hasil 8.00 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.60 ton/ha GKG dengan umur panen 99 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu tahan WBC 1,2 dan 3, serta sangat genjah.5) Varietas Inpari 14 Pakuan : Potensi hasil 8.20 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.60 ton/ha GKG dengan umur panen 113 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu agak tahan HDB) III, dan agak tahan blas.6) Varietas Inpari 18 : Potensi hasil 9.50 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.70 ton/ha GKG dengan umur panen 102 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu tahan WBC 1 dan 2, tahan HDB III.7) Varietas Inpari 19 : Potensi hasil 9.50 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.70 ton/ha GKG dengan umur panen 104 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu tahan WBC 1 dan 2, tahan HDB III.8) Varietas Inpari Sidenuk : Potensi hasil 9.10 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.9 ton/ha GKG dengan umur panen 103 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu agak tahan WBC 1, 2 dan 3, agak tahan HDB.9) Varietas Inpari 23 Bantul : Potensi hasil 9.20 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.9 ton/ha GKG dengan umur panen 113 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu tahan WBC 1 dan tahan HDB III.10) Varietas Inpari 24 Gabusan : Potensi hasil 7.70 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.7 ton/ha GKG dengan umur panen 111 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu tahan HDB III.11) Varietas Inpari 25 Opak Jaya : Potensi hasil 9.40 ton/ha GKG, rata-rata hasil 7.0 ton/ha GKG dengan umur panen 115 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu agak tahan WBC 1 dan tahan HDB III.12) Varietas Inpari 28 Kerinci : Potensi hasil 9.50 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.6 ton/ha GKG dengan umur panen 120 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu agak rentan WBC 1, 2 dan 3, tahan HDB III, agak tahan blas.13) Varietas Inpari 29 Rendaman : Potensi hasil 9.50 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.5 ton/ha GKG dengan umur panen 110 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu agak rentan WBC 1 dan agak rentan HDB III.14) Varietas Inpari 30 Ciherang Sub : Potensi hasil 9.60 ton/ha GKG, rata-rata hasil 7.2 ton/ha GKG dengan umur panen 111 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu agak rentan WBC 1 dan 2, agak rentan HDB III.15) Varietas Inpari 33 : Potensi hasil 9.80 ton/ha GKG, rata-rata hasil 6.60 ton/ha GKG dengan umur panen 107 hari setelah sebar. Keunggulan lainnya yaitu tahan WBC 1, 2, 3 dan agak tahan HDB III, VIII, tahan blas 073.Dari beberapa informasi yang saya sebutkan di atas, maka dalam mengembangkan inhibrida padi sawah irigasi harus betul-betul mempertimbangkan sifat-sifat varietas unggul yang spesifik lokasi dan adaptif untuk berbagai agroekosistem serta memperhatikan ketahanan dari varietas terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Dalam implementasinya, pengembangan inhibrida padi sawah irigasi juga harus diikuti oleh teknik budidaya yang tepat agar mampu memberi hasil maksimal.Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Padi Untuk Rakyat Indonesia (PURI), Teknologi Bioindustri Padi Mendukung Swasembada Beras Berkelanjutan, 2013, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.2) Sumber Gambar : https://www.google.com