Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak kelapa murni menjadi produk makanan sehat yang populer. Karena di percaya punya manfaat kesehatan. Minyak kelapa biasa merupakan minyak kelapa yang diekstraksi dari daging kelapa dan di suling untuk di ambil minyaknya. Minyak kelapa ini tidak mengandung daging kelapa sama sekali. Perbedaan minyak kelapa biasa dan VCO terletak pada teknik ekstraksinya. Minyak kelapa atau kopra (kelapa kering yang telah diambil serabut dan batoknya) bisa diekstraksi atau diambil minyaknya dengan cara penggilingan dingin atau komprasi dingin. Proses ekstraksi ini mengikutkan juga beberapa bahan kimia seperti bahan pelembab sekitar 6% didalamnya. Inilah yang membuat kemurnian minyak kelapa diragukan. Sedangkan, proses pengekstrasian VCO sedikit berbeda. Karena minyak diekstraksi dari santan kelapa yang segar. Proses pembuatan VCO ini juga melewati beberapa tahap. Mulai dari proses fermentasi, churning (pemisahan secara sentrifugal), pendinginan, dan juga memberikan aksi enzim untuk menghasilkan pemisahan minyak dari air atau pelembap. Pada beberapa perusahaan, bahkan VCO dibuat dari kelapa segar yang di rebus dahulu untuk menguapkan air. Selain perbedaan proses ekstraksi, proses VCO juga mempunyai perbedaan lain. Seperti keseluruhan kelapa dan alat-alatnya tidak boleh terkena panas sama sekali. Perusahaan pembuat VCO yang baik akan benar-benar memperhatikan setiap bahan dan alat pembuatan agar tidak terkena panas mesin atau panas matahari sama sekali. Terkadang, semua kelapa dan mesin didesain dalam keadaan dingin. Proses ini disebut Micro-expelling. Sayangnya, perbedaan keduanya tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Walau ada perbedaan seperti adanya partikel, koloid, dan tingkat kelembapan, serta jernihnya minyak. Namun, diperlukan pengamatan yang cermat. Minyak kelapa biasa mengendapkan asam lemak didalamnya. Berbeda dengan VCO, minyak ini sangat jernih bahkan seperti air. Warna keduanya juga berbeda tergantung dengan proses pembuatannya. Dari segi aroma, VCO memiliki aroma kelapa segar, karena terbuat dari kelapa segar murni. VCO kaya vitamin E dan mineral, yang tidak ada pada minyak kelapa biasa. Selain itu Virgin Coconut Oil sangat bagus untuk pelembab, karena memiliki banyak antioksidan daripada minyak kelapa biasa. Karena proses yang panjang menyebabkan VCO mahal harganya. Indonesia adalah salah satu negara penghasil VCO paling banyak. Juga dihasilkan oleh Filipina, Myanmar, Sri Lanka, India dan beberapa negara tropis lain Minyak VCO kini sudah disukai oleh banyak negara dan dijadikan komoditi yang menjanjikan. Menurut pakar kimia agroindustri dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Thamrin Usman, mengungkap cara virgin coconut akar Kimia Agroindustri dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Thamrin Usman, mengungkap cara virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni melawan virus corona Covid-19. Hal ini dapat terjadi karena kandungan lipid pada VCO dapat berinteraksi dengan lipid membran sel virus corona. Menurut Thamrin juga, salah satu cara untuk membunuh virus adalah merusak selnya. Sel bisa dirusak dengan macam-macam cara, salah satunya adalah bagaimana bisa membuat susunan lipid yang ada di sel itu yang tadinya teratur, menjadi tidak teratur, menurut beliau, dengan menjadikan susunan lipid yang ada di membran sel menjadi tidak teratur, maka terjadi kerusakan membran sel. Karena lipid VCO bisa masuk dan berinteraksi dengan lipid membran sel pada virus, maka membran sel itu jadi rusak dan tidak berfungsi. Terkait manfaat VCO yang dapat membunuh virus corona, guru besar pada Fakultas Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi (MIPA) Untan itu menyatakan sudah digunakan dalam pengobatan pasien positif Covid-19. Beberapa pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif Covid-19 di Pontianak mengonsumsi VCO yang diberikan Thamrin Usman dan hasilnya mereka dapat sembuh. Ada tiga dokter yang diberikan treatment VCO. Hasilnya mereka dapat sembuh dari Covid-19. Dua dokter umum berstatus reaktif dan satu dokter spesialis berstatus positif Covid-19, mereka sembuh. Respons di tubuh mereka yang minum VCO bermacam-macam, ada yang setelah minum menjadi mual dan buang air besar, tetapi ada pula yang tidak ada respons, namun mereka menyatakan kondisi tubuhnya segar dan tidak lemas. Mereka menjadi dapat tambahan energi. Karena orang-orang yang kena ini (Covid-19) ada kayak letih, lemas, tetapi dengan minum VCO, lipid ini kan energi. Jadi selain menjadi sumber energi, VCO juga bisa merusak sel virus itu. Menurut beliau, meskipun pasien Covid-19 mengonsumsi vitamin C dan bentuk-bentuk immune boosting lainnya, tidak akan menimbulkan efek negatif. Justru mereka mendapatkan manfaat lebih menjadikan tubuh segar. Treatment tidak murni hanya VCO, tetapi jika minum vitamin dan lainnya dan juga minum VCO, mendapatkan keuntungan, salah satunya badannya tambah segar. Artinya VCO itu juga sebagai sumber energi, pemberi energi, karena kandungan lipid (lemak) yang ada pada VCO.. Menurut Thamrin, penggunaan VCO orientasinya selain untuk menaikkan imun juga berfungsi merusak dinding sel, baik itu virus maupun yang sejenisnya. Terkait manfaat VCO guna pencegahan Covid-19, Thamrin menganjurkan kepada masyarakat agar mengonsumsi minyak kelapa murni tersebut setiap harinya, seperti yang ia lakukan selama ini. Biasanya tiga kali dua sendok makan dalam sehari diminumnya. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP) Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan : https://food.detik.com/info-kuliner/d-3015923/apa-beda-minyak-kelapa-biasa-dan-minyak-kelapa-murni https://tekno.tempo.co/read/1350651/pakar-untan-ungkap-cara-vco-lawan-virus-corona/full &view=ok https://video.tempo.co/read/20245/minyak-kelapa-murni-atau-vco-diklaim-dapat-bunuh-virus-corona Sumber gambar berasal dari republika.co.id