Waspada Hama Penggerek Batang Padi Pada Musim Kemarau Pertama ( MK I ) Oleh : Yeni Ultafia , S.Pt Penyuluh Pertanian BPP Trowulan Peralihan musim dari musim penghujan ke musim kemarau membawa dampak yang sangat besar terhadap munculnya hama dan penyakit pada tanaman padi. Salah satu faktor yang mendorong berkembang biaknya hama penyakit tanaman padi yaitu suhu dan kelembaban yang tinggi sehingga perlu dilakukan antisipasi agar supaya ledakan hama penyakit dapat ditekan seminimal mungkin. Serangan Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT ) merupakan penghambat dalam peningkatan produktivitas tanaman padi. OPT utama pada tanaman padi antara lain ; tikus, penggerek batang, wereng batang coklat ( WBC ), walang sangit, keong mas, kepinding tanah, hawar daun bakteri ( HBD ). Hama dan penyakit tanaman tersebut sering menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil yang tinggi. Pada awal musim tanam kedua ( MK I ) rawan terjadi serangan hama penggerek batang padi, hal ini disebabkan karena suhu dan kelembaban yang tinggi memicu percepatan proses penetasan telur ulat penggerek batang padi yang selanjutnya ulat penggerek batang ini akan menyerang tanaman padi pada awal pertumbuhan tanaman ( fase vegetatif ). Serangan pada fase ini secara umum oleh petani dikenal dengan hama sundep. Kehilangan hasil akibat serangan penggerek batang padi pada fase vegetatif tidak terlalu besar karena tanaman masih dapat membentuk anakan baru. Sedangkan hama penggerek batang padi pada fase generatif terjadi pada saat fase pembungaan menyebabkan malai tampak putih dan hampa disebut beluk. Serangan hama penggerek batang padi perlu di waspadai meskipun serangannya masih dibawah 30% hal ini disebabkan karena hama ini merupakan hama utama dan penting pada pertanaman padi yang dapat menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil yang tinggi jika tidak segera ditangani. Serangan penggerek batang padi bisa terjadi semenjak di persemaian sampai masa pertumbuhan dan perkembangannya. Kadang-kadang lebih dari satu jenis penggerek yang menyerang tanaman padi, kedatangannya pun tidak bersamaan sehingga bagi sebagian petani merasa kesulitan dalam pengendaliannya. Menekan populasi hama dapat dilakukan dengan mengelola tanaman, lingkungan dan musuh alami dengan memperhatikan prinsip PHT ( Pengendalian Hama Terpadu ) yaitu budidaya tanaman sehat, pengamatan secara berkala dan pelestarian musuh alami ( tanam refugia ). Upaya pencegahan lebih efektif daripada pengendalian dan perlu diperhatikan baik oleh petani penggarap maupun pemilik lahan sawah. Petani seyogyanya tanggap jika terdapat gejala serangan hama dan penyakit, bersama sama petugas POPT beserta penyuluh diwilayah binaan untuk segera melakukan pengamatan agar bisa menentukan hama penyakit yang menyerang tanaman tersebut serta mengambil tindakan pencegahan maupun pengendaliannya. Ada tiga jenis spesies hama penggerek batang padi yaitu penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas), penggerek batang putih (S. Innotata) dan penggerek batang bergaris (Chilo suppressalis). Ngengat penggerek batang aktif pada malam hari serta tertarik pada cahaya lampu. Ngengat ini biasanya juga meletakkan telurnya diatas atau dibawah permukaan daun dan pada bagian tanaman lainnya ( pelepah daun ). Gejala yang ditimbulkan oleh hama penggerek batang padi adalah; (1) pada tanaman fase vegetatif, larva memotong bagian tengah anakan menyebabkan pucuk layu, mengering karena kekurangan air sebagai akibat pangkal batang mulai terpotong dan pada akhirnya mati, (2) pada fase generatif menyebabkan malai muncul putih. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghindari hama penggerek batang padi dalam menekan populasi serangan dapat dilakukan dengan pencegahan maupun pengendalain adalah sebagai berikut : Upaya Pencegahan meliputi : Penggunaan varietas tahan Secara genetis belum ada varietas yang tahan terhadap serangan penggerek batang padi, tetapi secara morfologi tanaman ada beberapa sifat yang tidak disukai serangga tersebut sehingga memungkinkan terhindar dari kerusakan yang berat. Tanaman padi yang disukai penggerek adalah varietas yang bertipe semi-kerdil yang berbatang pendek , mempunyai lignin yang tebal pada jaringan batang atau pelepah daun. Penentuan waktu tanam Di daerah tropis yang biasa ditanami padi 2 atau 3 kali dalam setahun, siklus hidup penggerek batang padi tidak pernah terputus dan sebaiknya pembuatan persemaian dilakukan 7 – 10 hari setelah puncak penerbangan ngengat penggerek. Rotasi Tanaman Untuk menghindari serangan penggerek batang padi perlu dilakukan rotasi tanaman dengan tujuan untuk memutus siklus hidup serangga penggerek batang misalnya pola tanam Padi-Palawija-Bera atau Padi-Palawija-Palawija. Pengolahan Tanah dan penggenangan Pengolahan tanah yang sempurna yaitu membalikkanlapisan olah tanah sampai sisa-sisa tanaman terpendam kemudian digenangi selama beberapa hari sehingga larva yang tertinggal didalam batang padi bisa mati dan pupa gagal menjadi ngengat. Sanitasi Lahan Membersihkan lingkungan pertanaman yang terserang sundep/beluk dengan intensitas sedang sampai berat, dilakukan dengan cara memotong sisa tanaman hingga pangkal batang dan membakarnya sehingga pupa dipangkal batang bisa mati terbakar. Pengendalian Fisik/Mekanik Pemungutan kelompok telur Dilakukan dengan cara memungut kelompok telur dipersemaian untuk mencegah sundep pada tanaman yang baru pindah ( transplanting ). Penggunaan perangkap Perangkap yang digunakan biasanya adalah lampu karena ngengat penggerek batang tertarik pada cahaya. WELT ( Water Electric Light Trap yaitu perangkap lampu menggunakan cahaya violet dengan jaring kawat disekelilingnya dialiri listrik ( seperti raket nyamuk ) Pengendalian Biologi Pengendalian secara biologi dengan menggunakan musuh alami baik predator, parasitoit maupun virus/ jamur patogenik. Contoh predator yang memakan kelompok telur adalah jangkrik, sedangkan yang memangsa ngengat penggerek adalah kelelawar dan laba-laba. Parasitoit yang digunakan untuk mengendalikan hama penggerek batang padi seperti Trichogramma sp yang bekerja dengan cara memarasit kelompok telur penggerek sehingga tidak bisa menetas. Sedangkan virus/jamur patogenik seperti Metharrizium anisopliae merupakan salah satu contoh jamur yang menyerang larva penggerek batang padi. Pengendalian secara biologis dapat dikembangkan di pertanian organik karena penekanan terhadap populasi serangga hama sangat kuat. Saat ini, musuh alami serangga hama diperbanyak atau dikembang biakkan dengan menanam tanaman refugia dilahan sawah. Pengendalian Kimia Pengendalian secara kimiawi sebagai alternatif terakhir dalam pengendalian hama penggerek padi bila populasi serangga hama atau intensitas serangan penggerek batang telah melebihi ambang pengendalian. Tanaman padi dalam masa pertumbuhan ( fase vegetatif ) penggunaan pestisida bila tingkat serangannya lebih dari 5%, sedangkan pada fase pengisian malai ( fase generatif ) jika intensitas serangannya 15% atau lebih ( pejuang-pangan.blogspot.com, 2011 ). Saat ini pestisida yang beredar dipasaran sangat banyak bahkan satu jenis bahan aktif bisa lebih dari 3 merek dagang. Oleh karena itu, penggunaan pestisida sebaiknya memperhatikan 6 T yaitu : tepat jenis, tepat sasaran, tepat waktu, tepat dosis, tepat cara atau aplikasi dan tepat harga. Penggunaan insektisida harus mempertimbangkan risiko terhadap kesehatan dan lingkungan karena penggunaan yang tidak sesuai akan mengganggu keseimbangan alami. Dan dengan terbunuhnya musuh alami hama penggerek batang menyebabkan ledakan serangan hama. Semua hama bagi tanaman padi apabila tidak ditangani dengan benar akan merugikan petani karena menyebabkan turunnya produksi bahkan kegagalan panen. Sebaiknya dalam menangani serangan hama, petani lebih dulu berkonsultasi dengan PPL dan Petugas OPT diwilayah setempat dengan bersama sama mengamati lahan sawah yang terserang hama sehingga bisa menentukan langkah langkah selanjutnya. Semoga dengan artikel ini memberikan masukan dan pengetahuan bagi petani/peternak khususnya peternak tradisional yang ada di daerah pedesaan serta memberikan manfaat dalam mengembangkan usaha peternakannya. @@@@@@@@@@@@@ Aamiin @@@@@@@@@@@@@@