Loading...

WINDOW (JENDELA) SERANGAN ORGANISME PENGANGGU TANAMAN (OPT) PADI

WINDOW (JENDELA) SERANGAN ORGANISME PENGANGGU TANAMAN (OPT) PADI
WINDOW (JENDELA) SERANGAN ORGANISME PENGANGGU TANAMAN (OPT) PADIPengertian Organisme Penganggu Tanaman (OPT) Organisme Pengganggu Tanaman adalah segala jenis organisme/mahluk hidup yang keberadaannya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan sehingga dapat menimbulkan kerusakan sehingga dapat menimblkan kerugian secara ekonomi. Organisme pengganggu tanaman (OPT) yang beraneka ragam itu dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu :Hama TanamanPenyakit TanamanGulmaAdapun pengertian dari masing-masing klompok organisme penggangg tanaman (OPT) tersebut ialah :Hama tanaman adalah : Organisme yang merusak tanaman (OPT) sehingga menibulkan kerugian secara ekonomis.Kerugian secara ekonomis yang dimaksud adalah kerugian yang sudah sedemikian besarnya sehingga kita tidak rela akan kerugian selanjutnya,dan memutuskan untuk melakukan pengendalian.Penyakit Tanaman adalah : Suatu aktifitas fisiologis yang merugikan karena adanya gangguan terus menerus oleh faktor penyebab primer yang dinyatakan melalui aktivitas sel yang abnormal yang menyebabkan gangguan dari aktivitas fisiologis tanaman seperti gangguan proses fotosintesis,respirasi,reproduksi,penyerapan zat hara (mineral) oleh akar dan lain-lain sehingga tanaman tidak mampu berproduksi dengan baik kwalitas maupun kwantitas sehingga menimbulkan kerugian scara ekonomis.Gulma adalah :Tumbhan yang tumbuh diantara tanaman utama atau tanaman yang dibudidayakan yang dapat menjadi tanaman pesaing tanaman utama dalam penyerapan hara dan dapat menjadi tanaman inang bagi hama sehingga dapat menimbukan kerusakan tanaman utama yang dapat menurunkan produksi sehingga menimbulkan erugian secara ekonomis.Perlindungan tanaman dari organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem dan usaha agribisnis. Perlindungan tanaman berperan dalam menjaga kwantitas,kwalitas,kontinuitas dan efisiensi biaya produksi. Oleh karena itu perlindungan tanaman harus selalu menjadi salah satu faktor pertimbangan dan menjiwai setiap usaha budidaya tanaman dan pemasaran hasil pertanian. Kegiatan perlindungan tanaman dalam sistem produksi terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi untuk mengatasi kesenjangan informasi teknologi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tabnaman padi diperlukan suatu rekomendasi dan pengetahuan tentang jens-jenis organisme pengganggu tanaman (OPT) padi dan fase umur tanaman padi saat serangan. Hal tersebut dapat kita lihat dalam gambar dibawah ini Beberapa Jenis Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Secara Umum Dan Cara Pengendaliannya.SIPUT MURBEI (Keong mas) Pomacea caniculataCiri-ciri hama Siput MurbeiTelur berwarna kemerah-merahan dan menjadi merah muda ketika menetasJumlah telur 25 – 500 butirSeekor betina dapat menghasilkan 15 kelompok telurTelur diletakan secara berkelompok secara berkelompok pada batang kayu,tembok,dinding saluran,dan pangkal batang padiUmur 7 – 14 hari penetasan dapat mencapai ≤ 80 %Mempunyai cangkang (rumah) berwarna kuning keemasanUkuran tubuh 3 – 4 cm, dan berat 10 – 20 gramUkran jantan lebih kecil dibandingkan betina dan perbedan yang khas antara jantan dan betina adalah garis melingkar pada tutup cangkang,yang jantan menonjol kearah luar dan yang betina melengkung kearah dalamSiput murbei kawin ditempat yang berair,siput betina bertelur merayap kepermukaan air dan meletakan telur pada malam hariStadia penyerangan padi pada usia 1 – 15 hariPENGENDALIAN Pengendalian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara mekanis dan cara kimiaSecara mekanis yaitu :Dengan cara pengaturan pengairan yaitu pengeringan air sawah setelah tanamDengan membuat parit dipinggir benteng dan diisi dengan air dan diberi perangkap berupa daun-daunan seperti daun kangkung atau daun ubi sehingga keong mas mengumpul diperangkap setelah itu dapat dipungut dan dimusnahkanSecara kimia yaitu :Dengan menyemprotkan pestisida (Racun keong) yang berbahan aktif NiclosamidaGULMAGulma tanaman padi terdiri dari dua jenis yaitu :Gulma berdaun lebar seperti Enceng Gondok Monocarva vaginalis, Semanggi Marsilea crenataGulma berdaun sempit seperti Padi-padian Echinochloa crusgaliPENGENDALIAN Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan dua cara yaitu mekanis dan kimia yang dilakukan pada usia padi 0 – 24 hari setelah tanamSecara mekanis yaitu : - Dengan cara penyiangan/dicabut dan dibenamkan didalam lumpur.Secara Kimia yaitu :Dengan Menyemprotkan Herbisida pratumbuh/racun biji atau herbisida pasca tumbuh berupa racun sistemik.HAMA PELIPAT DAUN (Hama Putih Palsu)Cnaphalocrosis medialis GuenKerusakan akibat serangan larva hama putih pasu terlihat dengan adanya warna putih pada daun dipertanaman, larva memakan jaringan hijau daun (clorofil) dari dalam lipatan meninggalkan permukaan bawah daun yang berwarna putih,ngengat hama putih. Ciri-ciri hama putih palsu adalahNgengat berwarna coklat muda dengan panjang 10-12 mmSayap depan terdapat 2-3 garis hitam vertikalCendrung aktif pada malam hariDapat menghasilkan telur 3000 butir telur selama hidupnyaTelur berwarna kuning mudadengan permukaan cembung berbentuk lonjongDileta kan 1-2 hari setelah kawin secara berkelompok pada permukaan atas atau bawah daun benderaPeletakan telur terjadi pada malam ke 4-7 dari kemunculan ngengat dan stadia telur 4-6 hariPanjang larva 1,4 mm,lebar 2,0 mm dengan perut berwarna putih, dan kepala berwarna coklatStelah makan daun larva berwarna hijau dan pada pertumbuhan maksimal larva berwarna hijau muda,kepala berwarna coklat tua dengan panjang 20-24 mmInstar 2,mampu melipat daunInstar 6, (terakhir) akan tetap berada dalam lipatan sampai menjadi pupaDaur hidup 33-34 hari dan mengalami 6 istarPupa berwarna kuningStadium pupa 6-8 hari dan menjadi ngengat dewasaPENGENDALIAN Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan 3 cara, mekanis, hayati dan kimia.yaitu :Pengendalian secara mekanisPengaturan pola tanam serentak (P2T3)Atur pertanaman jangan terlalu rapat atau menanam dengan model tanam jajar legowoPengaturan pengairan dengan sistem pengairan berselang (intermiten)Sanitasi lingkungan dengan membersihkan gulma yang disekitar petakan sawah agar tidak menjadi tempat inang hama putih palsuPengendalian secara mekanis dengan cara pengamatan, dan menangkap ngengat hama putih palsu dengan menggunakan jaring / tanggok.Pengendalian Secara hayatiPengendalian secara hayati yaitu dengan menyemprotkan agen hayati Beuveria basiana 6.20 x 10 10cfu/mlPenyemprotan dengan pestisida nabati untuk mengusir ngengat hama putih palsu dan tidak membunuh musuh alami.Menanam tanaman refugia disekitar lahan sawah untuk tempat berkembangnya musuh alami predator/pemangsa ngegat dan larva hama pelipat daun (Hama putih palsu)Pengendalian secara KimiaPengendalian secara kimia yaitu dengan menyemprotkan insektisida yang berbahan aktif Fipronil atau KarbofuranHAMA PUTIH / PENGGULUNG DAUN Nympula depunctalis GuenSerangan oleh hama ini dapat terjadi pada pembibitan sampai fase anakan. Fase hama yang merusak adalah fase larva. Kerusakan yang khas yaitu daun terpotong seperti digunting. Daun yang erpotong tersebut menyerupai tabung yang digunakan larva untuk membngkus dirinya dan larva aman dengan benamg-benang sutranya. Larva bernafas dari dalam tabung dan memerlukan air disawah. Glungan daun yang berisi larva dapat mengapung dipermukaan air pada siang hari dan makan pada malam hari. Larva akan memanjat batang padi membawa gulungan daunnya yang berisi air untuk pernapasannya, dan larva juga berpindah ketanaman padi yang lain dengan terapung di permukaan air dengan menggunakan gulungan daunnya.Ciri-ciri hama putih/penggulung daun ialah :Ngengat muncul dan aktif pada malam hari dan tertarik pada cahaya lampuBerwarna putih dan setiap ngengat mampu menghasilkan 50 butir telurPanjang sayap 6 mm,rentang sayap 15 mmdan pempunyai daur hidup 29-33 hariTelur berwarna kuning muda,diletakan pada permukaan daun pada bagian pelepah daun dekat dengan permukaan airKelompok telur terdiri atas 10-20 butirStadium telur 2-6 hariInstar 1 larva berwarna krem, panjang 1,2 mm,lebar 0,2 mm dengan kepala berwarna kuningInstar 2 berwarna hijauPertumbuhan maksimal panjang 14 mm dan lebar 1,6 mmMembuat gulungan dari daun yang dipotongStadia larva 2 hari dengan mengalami 5 instarPupa berwarna krem dan terbentuk dalam gulungan daun (tabung) dengan stadium pupa selama 7 hari untuk menjadi ngengat dewasaPENGENDALIAN Pengendalian hama putih/penggulung daun dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu mekanis, hayati,dan kimiawi.Pengendalian secara MekanisPengaturan pola tanam serentak (P2T3)Atur pertanaman jangan terlalu rapat atau menanam dengan model tanam jajar legowoPengaturan pengairan dengan sistem pengairan berselang (intermiten)Dan mengeringkan sawah hingga beberapa hari apabila terdapat serangan hama putih/penggulung daun agar larva dalam gulungan daun matiSanitasi lingkungan dengan membersihkan gulma yang disekitar petakan sawah agar tidak menjadi tempat inang hama putih palsuPengendalian secara mekanis dengan cara pengamatan, dan menangkap ngengat hama putih palsu dengan menggunakan jaring / tanggok.Pengendalian secara hayatiPengendalian secara hayati yaitu dengan menyemprotkan agen hayati Beuveria basiana 6.20 x 10 10cfu/mlPenyemprotan dengan pestisida nabati untuk mengusir ngengat hama putih/penggulung daun membunuh musuh alami.Menanam tanaman refugia disekitar lahan sawah untuk tempat berkembangnya musuh alami predator/pemangsa ngegat dan larva hama pelipat daun (Hama putih/penggulung daun )Pengendalian secara KimiaPengendalian secara kimia yaitu dengan menyemprotkan insektisida yang berbahan aktif Fipronil atau KarbofuraPENYAKIT KRESEK(Hawar Daun Bakteri),BLAS,HAWAR PELEPAH. Penyakit (Hawar Daun Bakteri) Bacteria Leaf Blight (BLB) Xanthomonas campestris Var. OryzaePenyakit ini adalah penyakit yang disebabkan bakteri yang tersebar luas dan menurunkan produksi sampai 36 % penyakit ini terjadi pada musim hujan atau musim kemarau yang basah terutama pada lahan sawah yang selalu tergenang dan dipupuk N tinggi ( ≥ 250 kg urea/Ha ).Ciri tanaman yng terserang penyakit kresek ialah daun berwarna hijau kelabu,menggulung layu dan mati mirip tanaman yng terserang penggerek batang atau tersiram air panas.PENGENDALIANPengendalian dapat dilakukan engan 3 cara yaitu secara mekanis,hayati dan kimiaPengendalian secara MekanisPengendalian secara mekanis dengan menanam bibit unggul berlabel yang tahan kresek, dan gilir varietasHindari prendaman benih diair aliran irigasi,rendam benih dengan air bersihPengaturan jarak tanam,tanam jangan terlalu rapat atau tanam dengan model jajar legowoPengaturan pengairan dengan sistem pengairan berselang (intermiten)Pemupukan berimbang dan hindari pemakaian pupuk N yang berlebihanPengendalian secara Hayati dengan menggunakan agen hayati bakteri Paenibacillus polymixa perendaman pada saat perlakuan benih (sead treatmen) dan disemprotkan pada bibit dan tanaman dengan interval 7 – 14 hari sekali.Pengendalian Secara KimiaPengendalian secara kimia dengan menyemprotkan bakterisidaPENYAKIT BLAS Pyricularia oryzaePenyakit blas adalah penyakit yang disebablan oleh jamur phatogenPhylicularia oryzaeCiri-ciri penyakit blas :Gejala belah ketupat pada daun dengan kedua ujung yang runcing. Bagian tepinya berwarna coklat dan bagian tengahnya berwarna putih keabu-abuan.Busuk ujung tangkai malai (Blas leher)Gabah terdapat bercak-bercak kecil coklatPENGENDALIANPengendalian dapat dilakukan engan 3 cara yaitu secara mekanis,hayati dan kimiaPengendalian secara mekanis yaitu: Dengan menanam varietas yang tahan,metode gilir varietas untuk mengantisipasi perubahan ras blasyang sangat cepatPerlakuan benih (Seat treatmen) dengan Trikozia 10 wsHindari prendaman benih dialiran air irigasi, rendam benih dengan air yang bersihPenanaman serentak dan waktu yang tepatPemupukan berimbangPengendalian secara hayatiPenyemprotan dengan agen hayati Trikozia 10 wsPengendalian secara kimia yaitu :Dengan menyemprotkan fungisida yang berbahan aktif metil tiofanat,fosdifen atau kasugamisinHAWAR DAUN PELEPAH (Sheath blight) Rhizoctonia solani KhunHawar daun pelepah merupakan penyakit penting pada tanaman padi. Penyakit ini merusak pelepah dan penyakit ini menyebabkan tanaman mudah rebah. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani debgan gejala awal berupa bercak oval atau bulat berwarna putih pucat pada pelepah. Dalam keadaan yang menguntungkan (lembab) penyakit ini dapat mencapai daun bendera patogen bertahan hidup dan menyebar dengan bantuan struktur tahan yang disebut sklerotium.Penyakit ini sangat sulit dikendalikan karena phatogen bersifat poliphag (memiliki kisaran inang yang sangat luas) PENGENDALIANPengendalian penyakit blas dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu pengendalian secara mekanis,hayati dan kimiawiPengendalian secara mekanis yaitu :.Bajak tanah yang dalam untuk menguburkan sisa tanaman yang terimpeksi atau dengan menyemprotkan bakteri bio dekomposer sepertiM-dec,Em-4, dan lain-lain jerami yang tersisa saat panen sebelum pengolahan tanah untuk mengendalikan penyakit yang tertinggal, dan juga dapat mempercepat pelapukkan sisa jeramiPerlakuan benih (Seat treatmen) dengan Trikozia 10 wsDengan pemupukan berimbang dengandosis 250 kg Urea, 100 kg Sp36 dan 100 kg Kcl per Ha dapat menekan penyakit iniAtur pertanaman jangan terlalu rapat atau menanam dengan model tanam jajar legowoPerlakuan benih (Seat treatmen) dengan Trikozia 10 wsKeringkan sawah beberapa hari pada saat anakan maksimum atau gunakan sistem pengairan berselang (intermiten)Rotasi tanaman dengan palawija atau kacang-kacanganuntuk memutuskan jaringan penyakitBuang gulma dan tanaman yang sakit dari persawahanPengendalian secara hayatiPenyemprotan dengan agen hayati Trikozia 10 wsPengendalian secara kimiaPenyemprotan dengan fungisida yang berbahan aktif heksakonazol,karbendazim,tebukanazol,blerang,flutalonil,difenokonazol,propikoazol,atau validamisin A.BUSUK BATANG (Stem rot) Helminthosporium sigmoideum. Var irregularePenyakit busuk batang merupakan penyakit yang mengimpeksi bagian tanaman dalam kanopi dan menyebabkan tanaman mudah rebah. Gejala awal berupa bercak berwarna kehitaman bentuknya tidak teratur pada sisi luar pelepah daun dan secara bertahap membesar akhirnya cendawan menembus batang padi yang kemudian menjadi lemah anakan mati dan akibatnya tanaman rebah.Stadia tanaman yang paling rentan adalah stadia analan sampai matang susu yaitu dari usia tanaman 10 – 66 hari setelah tanam. Kehilangan hasil akibat penyakit ini dapat mencapai 80 %.PENGENDALIAN Pengendalian dapat dilakukan denan 3 cara yaitu secara mekanis,hayati dan kimia.Pengendalian secara mekanis :.Bajak tanah yang dalam untuk menguburkan sisa tanaman yang terimpeksi atau dengan menyemprotkan bakteri bio dekomposer seperti M-dec,Em-4, dan lain-lain jerami yang tersisa saat panen sebelum pengolahan tanah untuk mengendalikan penyakit yang tertinggal, dan juga dapat mempercepat pelapukkan sisa jeramiDengan pemupukan berimbang dengandosis 250 kg Urea, 100 kg Sp36 dan 100 kg Kcl per Ha dapat menekan penyakitAtur pertanaman jangan terlalu rapat atau menanam dengan model tanam jajar legowoKeringkan sawah beberapa hari pada saat anakan maksimum atau gunakan sistem pengairan berselang (intermiten)Rotasi tanaman dengan palawija atau kacang-kacanganuntuk memutuskan jaringan penyakitBuang gulma dan tanaman yang sakit dari persawahanPengendalian secara hayatiPenyemprotan dengan agen hayati Trikozia 10 wsPengendalian secara kimia :Penggunaan fungisida yang berbahan aktif blerang atau difenokonajol dengan cara menyemprotan.PENYAKIT TUNGRO – WERENG HIJAU (Green leafhopper) Nephottetik vrescens. DistanPeran wereng hijau dalam sistem pertanaman padi menjadi penting oleh karena wereng hijau merupakan vektor penyakit tunggro yang merupakan salah satu penyakit virus terpenting diIndonesia.Penyerangan hama wereng hijau pada masa vegetatif mulai dari umur bibit 15 hari sampai umur tanaman 52 hari setelah tanam, dengan cara menusuk dan mengisap cairan dari dalam daun bagian pinggir ataupun daun-daun bagian tengah. Wereng hijau menyebabkan daun padi menjadi berwarna kuning sampai kuning oranye, penurunan jumlah anakan dan pertumvuhan tanaman yang terhambat/kerdil (memendek)PENGENDALIAN Pengendalian hama wereng hijau dapat dilakukan dengantiga cara, mekanis dan kimia.Pengendalian secara mekanis :Menggunakan benih unggul berlabel yang tahan wereng hijau dan penyakit tungroPengaturan pola tanam serentak (P2T3)Atur pertanaman jangan terlalu rapat atau menanam dengan model tanam jajar legowoPenyemprotan dengan pestisida nabati untuk mengusir hama wereng hijau dan tidak membunuh musuh alami.Pemasangan perangkap lampu disawahMenanam tanaman refugia disekitar lahan sawah untuk tempat berkembangnya musuh alami predator/pemangsa hama wereng hijau.Penyiangan rumput-rumput disekitar tanaman agar tidak menjadi tanaman inang bagi hama wereng coklat.Pengendalian secara hayati :Dengan menggunakan beberapa cendawan patogen serangga yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan wereng hijau sepeerti Beuveria basiana, Metarrhizium anisopliae,M flavoviridae, dan Hirsutela citriformis. Dengan cara disemprotkanPengendalian secara kimia :Penyemprotan dengan insektisida yang brbahan aktif Bpmc,Bufrezin,Imidkloprid,Karbofran,Mipc, atau Tiametoksam.WERENG COKLAT (Brown planthopper) Nilafarvata lugens. StalWereng coklat menjadi salah salah satu hama tanaman papadi di Indonesia. Wereng coklat menyerang tanaman pada fase vegetatif hingga fase generatif yaitu mulai bibit bersia 15 hari sampai tanaman berusia 66 hari setelah tanam. Serangan wereng coklal dengan cara menusuk dan mengisap cairan dari dalam jaringan pengangkut tanaman padi. Wereng coklat dapat menimbulkan kerusakan ringan sampai berat dengan gejala seragan terlihat dari daun yang mebguning, kemudian tanaman menguning kenerah-merahan sangat cepat (seperti terbakar), gejala ini dikenal dengan nama hopperburn, selalin itu wereng coklat merupakan vektor /pembwa penyakit kerdil hampa (regen stunt) dan kerdil rumput (grassy stunt)Ciri-ciri Wereng coklat :Nimfa muda umumnya berwarna putih semangkin tua semangkin berwarna coklat.Warna sayap berbintik-bintik pada bagian pertemuan sayap depanPanjang sayap 2 – 3 mmBentuk sayap dewasa terdiri dari dua bentuk ; bersayap panjang (makroptera) dan bersayap pendek (brakiptera), perbedaan ini terjadi karena pengaruh lingkungan(kondisi tanaman,kepadatan populasi dan genetik).Bentuk brakiptera lebih berperan untuk berkembang biak.Makroptera berfungsi untuk berpindah tempat apabila sudahsuli mendapatkan makannan.Jumlah telur 100 – 600/ekor serangga/wereng betinaStadia telur 7 – 10 hariUmur serangga/wereng dewasa 18 – 28 hariSiklus hidup berlangsung sekitar 25 hariTertaik dengan cahayaPENGENDALIANPengendalian ada tiga cara yaitu secara mekanis hayati dan secara kimia :Pengendalian secara mekanis yaitu :Menggunakan benih unggul berlabel yang tahan wereng coklat dan penyakit penyakit kerdil hampa (regen stunt) dan kerdil rumput (grassy stunt)Pengaturan pola tanam serentak (P2T3)Atur pertanaman jangan terlalu rapat atau menanam dengan model tanam jajar legowoPemasangan lampu perangkap disawahPenyemprotan dengan pestisida nabati untuk mengusir hama wereng coklat dan tidak membunuh musuh alami.Menanam tanaman refugia disekitar lahan sawah untuk tempat berkembangnya musuh alami predator/pemangsa hama wereng coklatPengendalian secara hayati yaitu :Dengan menggunakan beberapa cendawan patogen serangga yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan wereng hijau sepeerti Beuveria basiana, Metarrhizium anisopliae,M flavoviridae, dan Hirsutela citriformis. Dengan cara disemprotkanPengendalian secara kimia yaitu :Penyemprotan dengan insektisida yang brbahan aktif Bpmc,Bufrezin,Imidkloprid,Karbofran,Mipc, atau Tiametoksam.PENGGEREK BATANG PADI (Stem borer)Penggerek batang padi termasuk hama paling penting pada tanaman padi yang sering menimbulkan kerusakan berat yang dapat menghilangkan hasil yang tinggi dilapangan. Hama penggerek batang padi menyerangpada fase vegetatif sampai fase generati, dimulai dari pembibitan sampai tanaman berbunga yaitu berusia 70 hari setelah tanam, keberadaan hama ini ditandai oleh kehadiran ngengat,kematian tunas-tunas padi yang disebut sundep(Sundep dead heart)dan kematian malai yang disebut beluk (Beluk white head).Penggerek batang padi terdiri dari 5 jenis yaitu :Penggerek batang padi kuning (PBPK) Scripophaga incertulas Penggerek Batang Padi Putih (PBPP) Scripophaga inotataPenggerek Batang Padi Bergaris (PBPB) Chilo supperssalisPenggerek Batang Padi Merah Jambu (PBPMJ) Sesamia inferensPenggerek Batang Padi Kepala Hitam (PBPKH) Chilo polychrisus Jenis-jenis penggerek memiliki sifat atau ciri yang berbeda dalam penyebaran dan bioekologi namun hampir sama dalam cara menyerangan atau menggerek tanaman serta kerusakan yang ditimbulkannya. Adapun ciri-ciri dari hama ini adalah :Penggerek Batang Padi Kuning (PBPK)Ngengat jantan mempunyai bintik-bintik gelap pada sayap depan sedangkan ngengat betina berwarna kuning dengan bintik hitam dibagian tengah sayap depan.Panjang ngengat jantan 14 mm dan betina 17 mm.Ngengat aktif pada malam hari dan tertarik cahayaJangkawan terbang dapat mencapai 6 – 10 kmLama hidup ngengat 5 – 10 hari dengan siklus hidup 39 – 58 hariJumlah telur 50 – 150 butir/klompok ditutupi rambut halus berwarna coklat kekuningan, diletakan pada malam hari (Pukul 19.00 – 22.00)Larva putih kekuningan sampai kehijauanPanjang maksimum 25 mm dan stadium larva 28 – 35 hari, memiliki instar 5 – 7 instarPupa kekuning-kuningan atau agak putih, kokon berupa selaput benang berwarna puth, panjang 12 – 15 mmStadium pupa 6 – 23 hariPenggerek Batang Padi Putih (PBPP)Nngengat berwarna putihPanjang ngengat betina 13 mm dan jantang 11 mmTertarik dengan cahayaJumlah telur 170 – 260 butir/klompok diletakan dipermukaan atas daun atau pelepahMirip dengan telur penggerek batang padi kuningDitutupi rambut halus berwarna coklat kekuning-kuninganStadium telur 4 – 9 hariLarva mirippenggerek batang padi kuning, panjang maksimal 21 mmStadium larva 19 – 31 hari (kalau mengalami diapause dapat berlangsung 3 bulanStadium pupa 6 – 12 hariPenggerek Batang Padi Bergaris (PBPB)Ngengat kepala berwarna coklat mudaWarna sayap depan coklat tua, vena sayap nampak jelasPanjang 1,3 mmJumlah telur 20 – 150 butir/klompokDiletakan dipermukaan bawah daun bagian pangkal atau pelepahSeperti sisik,berwarna putih tidak ditutupi oleh rambutStadium telur 4 – 7 hariLarva berwarna abu-abu kepala coklat dengan 5 garis coklat sepanjang tubuhnyaPanjang maksimal 26 mmBeberapa larva dalam tiap tunasStadium larva 33 hariPupa coklat tua, dan stadium pupa 6 hariPengerek Batang Padi Berkepala Hitam (PBPKH)Ngengat berkepala hitam dengan sayap depan bersisik, bagian tengah keperakanSayap belakang kuning mudaPanjang 10 – 13 mmSiklus hidup berlangsung 26 – 61Telur berkelompok pada daun dan dekat pangkal pelepahTelur tidak tertutup sisik dan stadia 6 hariLarva berkepala hitam dengan stadium larva 30 hariPanjang larva 18 – 24 mmTerdapat beberapa larva tiap tunasPupa berwarna coklat tua dan stadium pupa 6 hariPenggerek Batang Padi Merah Jambu (PBPMJ)Ngengat berwarna coklatSayap depan bergaris coklat tua memanjang, sayap belakang putihPanjang 14 – 17 mmKurang tertarik dengan cahayaSiklus hidup 46 – 83 hariTelur dalam barisan mirip manik-manik diantara pelepah daun batang padiJumlah telur 30 - 100 butir/klompok, 2 – 3 baris telur/klompokTidak ditutupi sisik dan stadium telur 6 hariLarva berkepala berwarna merah jambuPanjang maksimal 35 mmTerdapat beberapa larva tiap tunasStadium larva 28 – 56 hariPupa berwarna coklat tua dengan panjang 18 mmTerletak pada pelepah atau batangStadium pupa 8 – 11 hariPENGENDALIAN Pengendalian dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu Fisik atau Mekanis,Hayati,dan KimiaPengendalian secara Fisik atau mekanis yaitu :Pengaturan polatanam yaitu dengan penanaman serentakPergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi (palawija) sehingga memutus siklus hidup hama. Serta pergiliran varietas dengan varietas yang lebih toleran yang bertujuan untuk menekan populasi hamaAtur pertanaman jangan terlalu rapat atau menanam dengan model tanam jajar legowoPemasangan perangkap lampu disawahPengelompokan persemaian dimaksudkan untuk memudahkan upaya pengumpulan telur penggerek batang padi secara masalMengumpulkan klompok telur pengerek batang padi dipersemaian dan dipertanaman lalu dimusnahkanMenanam tanaman refugia disekitar lahan sawah untuk tempat berkembangnya musuh alami predator/pemangsaPengendalia secara Hayati yaitu :Pemanfaatan musuh alamiPengembangbiakan parasitoit Trichogramma sp, Pada telurCorcyra spPenyemprotan dengan pestisida nabati untuk mengusir hama wereng hijau dan tidak membunuh musuh alami.Pemasangan perangkap lampu disawahMenanam tanaman refugia disekitar lahan sawah untuk tempat berkembangnya musuh alami predator/pemangsaKonservasi musuh alami dengan cara hindari aplikasi insektisida secara semprotPengendalian Secara Kimia Yaitu :Penggunaan insektisida yang berbahan aktif Karbofuran, bensultaf,karbosulfat, dimehipo amitraz dan fipronilHAMA TIKUSHama tikus menyerang padi dari stadia bibit sampai masa menjelang panen bahkan sampai penyimpanan gabah dan fase penyerangan yang paling parah pada fase generatif karena tanaman yang terserang tidak mampu lagi membentk anakan baru.Hama tikus terbagi dari 4 jenis yaitu :Ratus argentiventerRatus tiomanikusRatus ratusRatus extansTikus menyerang padi pada malam hari dan pada siang hari. Tikus bersembunyi dalam sarangnya, perkembag biakan tikus sanngat cepat dan hanya terjadi pada prriode padi generatif. Dalam satu musim tanam satu ekor tikus betina dapat melahirkan 80 ekor anak.PENGENDALIANPengendalian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :Pengendalian secara mekanisPengendalian secara kimiaPengendalian secara mekanis yaitu :Melakukan gropyokan masal pada saat sebelum tanam untuk menekan populasi awal tikusPengendalian dengan cara pengaturan pola tanam yang serentak(P2T3)Menjaga populasi predator tikus seperti ular, burung hantu, burng elangPengendalian secara kimia yaitu :Melakukan fumigasi (pengasapan) dilubang dengan belerang untuk membunuh tikus dan anaknya.Menggunakan rodentisida atau racun tikus.WALANG SANGITLaptocorisa oratorius (Fabricius)Ciri-cri hama walang sangit yaitu :Berbentuk pipih memanjangBerwarna hijau kekuningan hingga abu-abuPanjang tubuh 1,4 – 3 cmMengeluarkan bau tidak sedapWalang sangit merupakan hama yang umum merusak bulir pada padi pada fase matang susu pada umur tanaman 60 – 80 hst yaitu dengan cara menusuk dan mengisap cairan dari butira gabah sehinga bulir padi menjadi hampa atau setengah hampa, bekas tusukan berwarna coklat dan membuat beras mengapur dan berubah warnaPENGENDALIANPengendalian hama ini ada dua cara yaitu :Secara mekanisSecara kimia Pengendalian secara mekanis yaitu :Sanitasi (pembersihan) lingkungan disekitar petakan sawah dari gulma yang tmbuh agar tidak menjadi tempat hamaPengaturan pola tanam serentak (P2T3)Menangkap walang sangit dengan jaring sebelum tanaman berbunga untuk menurangi populasi walang sangitMenggumpan atau membuat perangkap walang sangit dengan ikan busuk,daging ayam busuk atau dengan kotoran ayam,sehingga walang sangit tidak menyerang tanaman, juga dapat ditangkap dan dimusnahkanMempertahankan populasi predator walang sangit dan menanam tanaman refugia untuk tempat tinggal predator walang sangiPengendalian secara kimia yaitu :Dengan cara menyemprotkan insektisida yang berbahan aktif BPMC, Fiproni,Metokarb,MIPC atau Propoksur.DAFTAR PUSTAKAAstina Mega Abadi. PT. Tricozia 10 ws. Mengendalikan Penyakit Tanaman Secara Alami, 2017.Agricon, Sejahtera Bersama Agricon Indonesia,2017.AAK, Budi daya tanaman padi, 1995.Amansyah siregar, diktat kuliah dasar-dasar perlindungan tanaman. Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, 1996.Rubert B. Streets,ST.Dr. Diaknosis penyakit tanaman,The Universiti of Arizona Press, 1972.Pracaya. Ir, Hama dan penyakit tanaman swadaya 2007.Departemen Pertanian,Pedoman Rekomendasi Pengendalian Hama Terpadu Pada tanaman padi, Direktorat Jendral Tanaman Pangan, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2007.Balai Pengkajian Teknologi pertanian Sumatera Uatara, Masalah Lapang Hama Penyakit, Hara Pada Padi, 2012.Pusat Penelitian Dan Pengembangan tanaman Pangan, Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, Kinerja Penelitian Tanaman Pangan Buku 2, 1993.Pusat Penelitian Dan Pengembangan tanaman Pangan, Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, Kinerja Penelitian Tanaman Pangan Buku 3, 1993.Astina Mega Abadi. PT. Tricozia 10 ws. Mengendalikan Penyakit Tanaman Secara Alami, 2017.Oleh :Jaya Perkasa, SP, MMA(Penyuluh BPP Serba Jadi)