Pendidikan merupakan suatu pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan seseorang atau sekelompok orang yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan diri baik secara soft skill maupun hard skill. Pendidikan dapat dilakukan pada berbagai kalangan usia mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan orang dewasa. Pendidikan bagi anak yang masih mengenyam dunia bangku sekolah tentu memerlukan perhatian secara khusus karena pendidikan pada usia tersebut merupakan pendidikan dasar yang nantinya akan menjadi tonggak bagi mereka dalam bersikap dan mengembangkan karakter. Mengingat perkembangan teknologi yang kian menguat dan semakin pesat, juga tidak akan luput dari jangkauan para siswa. Rasa ingin tau yang dimiliki siswa tentu sangatlah tinggi, sehingga adanya perkembangan teknologi (penggunaan gadget / smartphone) sedikit saja, membuat mereka ingin mencobanya. Dunia gadget/smartphone yang teramat sangat luas dengan adanya fasilitas internet dan fitur yang terdapat pada smartphone tersebut merupakan objek yang dihauskan oleh para siswa. Kontrol dari orang tua maupun pihak sekolah sangatlah penting untuk menghindari penggunaan teknologi yang tidak tepat guna bagi setiap siswa. Hal tersebut bertujuan selain agar siswa tidak salah dalam menggunakan teknologi, juga tidak mengalami kecanduan dalam penggunaan teknologi. Apabila siswa mengalami kecanduan teknologi dapat membuat mereka mengalami kesenjangan sosial antar sesama teman, tidak peduli terhadap lingkungan, bahkan kesehatan secara fisik dapat terganggu akibat kekurangan aktivitas gerak tubuh. Berdasarkan keadaan tersebut menjadi salah satu titik perhatian bagi Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Bluto, Kabupaten Sumenep yaitu dengan menggerakkan suatu kegiatan berupa “Sekolah Berkebun” yang tujuannya untuk mengembalikan sejatinya kehidupan masa anak-anak yaitu belajar dan bermain. Pada tanggal 1 Maret 2021 kegiatan tersebut perdana dilaksanakan oleh penyuluh pertanian yang bertugas di Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Bluto dibawah naungan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep. Sekolah Berkebun tersebut dilaksanakan di Sekolah Madrasah Diniyah Al-Fath Desa Bluto Kecamatan Bluto. Peserta yang berjumlah 20 orang dan merupakan perwakilan dari seluruh siswa di sekolah tersebut tidak mengurangi sedikitpun suasana meriah dalam pembelajaran berkebun bagi siswa. Rangkaian kegiatan sekolah berkebun dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan awalan kegiatan berupa penyampaian materi dan informasi bagi siswa di sekolah Madrasah Diniyah Al-Fath. Materi dan informasi yang diberikan adalah berupa pengenalan mengenai gambaran morfologi sayuran dan manfaat sayuran serta cara membudidayakan. Pemilihan objek materi sayuran tidak lain bertujuan untuk membuka dan membuat mindset anak-anak yang notabenenya tidak menyukai sayur mayur agar lebih suka dan mau untuk mengkonsumsinya. Untuk melatih dan menciptakan rasa percaya diri bagi siswa, kegiatan yang berlangsung di salah satu ruang kelas di sekolah tersebut dikemas semeriah mungking dengan membantuk sebuah konsep tanya jawab, memberikan beberapa tebakan (pertanyaan) kepada siswa, serta siswa diminta untuk memberikan suatu tanggapan dari beberapa kasus selama pembelajaran. Antusias siswa yang diberikan membuat suasana ruangan menjadi semakin meriah dan menyenangkan. Kegiatan sekolah berkebun tidak berkutat didalam ruang kelas saja. Konsep yang dikemas oleh para penyuluh yaitu learn and action sehingga kegiatan tersebut berlanjut di luar ruangan sebagai salah satu bentuk untuk melatih hardskill dan rangsangan secara motorik agar siswa mau dan mampu dalam mencoba suatu kegiatan. Selanjutnya para siswa diarahkan untuk melakukan tanam sayur. Sayuran yang dipilih adalah kangkung, sawi pakcoy, dan bayam. Pertama para siswa diminta untuk menyiapkan media tanam berupa wadah dan tanah. Lalu mereka diminta untuk menyampurkan tanah yang mereka bawa dengan bokashi yang telah disiapkan sebelumnya oleh para penyuluh. Setelah mereka mencampur dan menyiapkan media tanam pada tiap-tiap wadah yang mereka bawa, mereka diarahkan untuk menanam benih kangkung dan bayam, serta bibit sawi pakcoy yang telah disediakan oleh para penyuluh. Selanjutnya para siswa diarahkan untuk menyiram tanaman yang telah mereka tanam menggunakan air, dan meletakkannya di tempat yang telah disediakan oleh pihak sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan senang hati oleh para siswa dan juga para penyuluh. Para siswa sangat aktif dan semangat untuk belajar dan mempraktikkan secara langsung kegiatan menanam sayuran tersebut. Tema yang diusung kegiatan tersebut yaitu “Mencetak Generasi Cerdas dan Cinta Lingkungan” harapannya dengan adanya kegiatan sekolah berkebun akan menjadi salah satu cara untuk meciptakan generasi yang aktif dan mau untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang melatih kemampuan soft skill dan hard skill mereka. Selain itu terciptanya generasi yang peka dan cinta terhadap keadaan lingkungan juga menjadi harapan besar dari adanya kegiatan ini. Sesuai dengan program Kementerian Pertanian Republik Indonesia dimana perlu adanya regenerasi petani dan meningkatkan kemauan serta minat bagi kaula muda terhadap dunia pertanian melalui program Pertanian Masuk Sekolah (PMS). Sehingga kegiatan ini selanjutnya akan terus dikembangkan dengan berbagai inovasi dan pengembangan konsep pembelajaran untuk meningkatkan minat para kaula muda khususnya para siswa yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa. Ditulis oleh : Beny Tri Susetiyo, S. Agr PPL Kec. Bluto