Loading...

(anwar) Petani Melenial, Aktif Dan Produktif

(anwar) Petani Melenial, Aktif Dan Produktif
Pertanian merupakan salah satu sektor untama penunjang perekonomian nasional, namun meskipun demikian banyak masalah yang terjadi salah satunya adalah terkait regenerasi petani itu sendiri. Dilansir dari Tempo.co, Plt Direktur Pembangunan Daerah Kementrian PPN/Bappenas Mia Amalia memperkirakan pada tahun 2063 tidak ada yang menjadi petani. Petani yang beralih ke sektor jasa dan industri semakin meningkat jumlahnya. Pernytaan tersebut akan menjadi kenyataan apabila kondisi industri pangan nasional tidak ada perubahan yang menunjukkan jumlah positif. Menurut data Badan Pusat Statistik pada tahun 1976, sebanyak 65,8 persen masyarakat Indonesia bekerja di sektor pertanian. Sedangkan data pada tahun 2021 menunjukkan penurunan angka yakni 29,59 persen tenaga kerja yang menggeluti bidang pertanian. Peningkatan sempat terjadi pada tahun 2018 namun pada usia tua yaitu diatas 45 tahun. Kenaikan tertinggi terjadi pada usia 65 tahun yaitu sebesar 24 persen. Sedangkan pada usia 45 – 54 tahun hanya meningkat 7 persen. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa jumlah yang generasi melenial yang menggeluti bidang pertanian sangat minim dan ini merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan bagi Indonesia yang terkenal sebagai negara agraris. Sebagai penyuluh pertanian hal tersebut merupakan tantangan dan pekerjaan rumah yang harus terus dipikirkan, bagaimana dalam setiap kegiatan seorang penyuluh harus mampu menarik minat generasi melenial untuk mau terjun di bidang pertanian. Upaya untuk menumbuhkan minat generasi melenial, BPP Haurgeulis dalam kegiatan Demplot CSA SIMURP yang dilaksanakan di Blok Julung yang merupakan hamparan usahatani milik kelompok Tirta Bumi Desa Karang Tumaritis Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu, melibatkan generasi meleniar untuk memaparkan pengalaman usahatani yang telah ia geluti yaitu dalam merintis budidaya padi semi organik. Petani melenial tersebut Bernama Awar, beliau meyampaikan bagimana memanfaatkan sumber daya local untuk dibuat atau dimanfaatkan sebagai agen hayati, pupuk dan pestisida organic dalam budidaya padi yang dia lakukan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memotivasi sesama petani agar mau beralih ke pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Lebih dari itu diharapkan juga mampu memotivasi petani melenial dikarenakan dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh lebih dari 50% para petani yang memiliki umur di bawah 40 tahun yang termasuk kedalam generasi melenial. Peran aktif generasi melenial dalam bidang pertanian sangat penting untuk menjaga eksistensi pertanian Indonesia di masa yang akan dating. Kemajuan pertanian Indonesia di masa mendatang tergantung kepedulian generasi melenial saat ini. Disusun oleh: Melly Risdiani, S.P./ Dedi Setiadi, S.PKP (Penyul Pertanian Ahli Muda/ PP Ahli Madya – BPP Haurgeulis)