Kerjasama antara Pemerintah Indonesia, Internasional Funds for Agricultural Development (IFAD) dan Asian Development Bank (ADB) untuk mendukung Proyek Pengembangan dan Manajemen Irigasi Partisipatif Terintegrasi/Intergrated Participatory Develompment and Management of Irrigation Project ( IPDMIP). Proyek ini dirancang untuk mewujudkan sasaran pembangunan pertanian di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk mencapai swasembada beras. Untuk itu diperlukan upaya yang besar untuk meningktakan produktivitas padi. IPDMIP dirancang untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengatasi berbagai kendala dan meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengurangi kemiskinan di pedesaan, mempromosikan kesetaraan gender dan meningkatkan gizi. IPDMIP meningkatkan nilai pertanian irigasi berkelanjutan,sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan sumber penghidupan di pedesaan. Proyek ini mengadopsi pendekatan penetapan sasaran yang inklusif di daerah irigasi sehingga menguntungkan semua petani yang aktif Penyuluh pertanian yang direkrut untuk kegiatan IPDMIP di lokasi merupakan ujung tombak dalam pemberdayaan petani. Dalam rangka peningkatan kapasitas penyuluh pertanian, maka diperlukan peningkatan sumber daya pertanian melalui kegiatan pelatihan. Pelatihan penyuluh kontrak kegiatan IPDMIP dilaksanakan di Paroki Rangga, Lembor, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT selama 6 (enam) hari dari tanggal 1 sampai dengan 6 Desember 2018. Peserta pelatihan sebanyak 7 (tujuh) orang yang berasal dari kabupaten Manggarai Barat 2 (dua) orang dan Kabupaten Manggarai Timur 5 (lima) orang. Tujuan pelatihan secara umum adalah untuk memperluas dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan teknis penyuluhan, sehingga mampu melakukan penyuluhan dan pendampingan di lokasi kegiatan IPDMIP. Materi yang diberikan selama 6 (enam) hari pelatihan dengan rincian sebagai berikut : 1. Kelompok Dasar 1. Kebijakan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian 2. Kebijakan program IPDMIP 2. Kelompok Inti 1 Perencanaan partisipatif kelompok dan desa 2 Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian 3 Penumbuhan, pengembangan dan Penguatan kelembagaan Petani di daerah irigasi. (Poktan-DI, P3A) 4 Teknik Pendampingan kelembagaan petani di daerah irigasi. 5 Penguatan Teknologi dan pengembangan budidaya pada lahan irigasi. 6 Optimalisasi pemanfaatan air irigasi dan pengelolaan secara partisipatif 7 Literasi keuangan dan penumbuhan kelompok simpan pinjam (KSP dan LKM) 8 Peningkatan Nilai tambah dan pemetaan rantai nilai (value chain) 9 Perbaikan Pangan, gizi dan Manajemen SDM RTP 3. Kelompok Penunjang 1 Dinamika Kelompok 2 Rencana Implementasi Narasumber/Instruktur yang menfasilitasi kegiatan sebanyak 4 (empat) orang dengan rincian sebagai berikut: No Nama Jabatan 1 Basuki Setiabudi Penyuluh Pertanian Madya pada BPPSDMP/ Deputy Manajer NPIU IPDMIP 2 Marthen L. Ressie, SP Widyaiswara ahli muda pada BBPP Kupang 3. Marselinus Ndarung, STP Kasie Kelembagaan dan Penyuluhan pada Dinas Pertanian Provinsi NTT 4. Ir. Agustina W.Soewarni Fungsional Umum pada Dinas Pertanian Provinsi NTT Metode yang digunakan adalah pemaparan materi oleh narasumber/instruktur, diskusi, praktek dan kunjungan lapangan. Kunjungan lapangan dilaksanakan di DI Wae Borong, kelompok tani Suka Maju, Desa Wae Kanta, Kecamatan Lembor dan di kelompok Tani Peri, Desa Daleng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat menerapkan materi yang diterima dalam melakukan penyuluhan dan pendampingan di kelompok tani yang terdampak kegiatan IPDMIP, sehingga terjadi peningkatan produksi dan produktivitas padi dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di wilayah proyek. Oleh: Agustina W. Soewarni Staf Seksi Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. NTT