Gladiol (Gladiolus) adalah tanaman bunga yang hanya dibudidayakan sebagai bunga potong (cut flower). Gladiol hampir tidak pernah dibudidayakan sebagai tanaman hias pot, atau sebagai elemen taman. Bunga gladiol sangat populer sebagai bunga potong, karena beberapa alasan, yaitu:• Bunga gladiol menunjukkan karakter kuat dengan variasi warna yang banyak diantaranya putih bersih, merah cerah, pink, ungu sampai merah gelap• Ukuran tangkai dan kelopak bunga sangat besar. Ini menunjukkan suasana gagah dan formal, sehingga gladiol menjadi populer untuk menghias ruangan • Kuntum gladiol aneka warna, tumbuh pada tangkai bunga yang memanjang dan kekar dengan ujung tangkai meruncing Syarat TumbuhBunga gladiol tumbuh di ketinggian 500-1.500 m dpl, dengan tekstur tanah andosol dan latosol, ph tanah 5,5-5,9 serta curah hujan 2.000-2.500 mm//tahun. Untuk pertumbuhan dan perkembangan bunga gladiol memerlukan penyinaran matahari yang penuh. Cara BudidayaTanaman ini dibudidayakan di lahan terbuka tanpa menggunakan naungan. Cara perbanyakan dengan penyilangan dan perbanyakan generatif dengan biji hanya dilakukan untuk tujuan pemuliaan yang diperoleh dari penyerbukan bantuan manusia• Bahan TanamMenurut Badriah seorang peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Hias pada penelitian Bunga Gladiol, menjelaskan bahwa perbanyakan vegetatif menggunakan subang utuh, belah, dan anak subang. Subang merupakan batang tanaman yang termodifikasi menjadi bulat pipih, mengandung buku, ruas, dan mata tunas. Jika menggunakan subang utuh untuk bibit dianjurkan menggunakan subang dengan diameter 2,5 cm agar primordial bunga cepat muncul dan meningkat pula panjang tangkai bunga, jumlah kuntum bunga tiap tangkai serta diameter bunga mekar. Subang belah didapatkan dengan cara membelah subang menjadi dua bagian (pembelahan tepat di tengah subang) atau dengan membelah subang menjadi tiga bagian. Jumlah anak subang bervariasi tergantung kultivarnya. Anak subang tenbentuk dari stolon mata tunas aksilar di antara subang induk dan subang baru. Anak subang yang berdiameter 1 cm dapat digunakan sebagai bibit.• Pengolahan LahanPengolahan lahan budidaya pada umumnya sama, seperti penggemburan tanah, pengecekan pH tanah, membersihkan lahan dari gulma maupun batu-batuan, pemetaan lahan, serta memberi pupuk dasar. Drainase tanah perlu diperhatikan agar perakaran tidak mudah rusak. • PenanamanSebaiknya lahan untuk pertanaman gladiol harus terkena cahaya matahari langsung. Penanaman dapat dilakukan dengan gundukan atau tidak. Lubang tanam yang dianjurkan dengan kedalaman 10-15 cm untuk subang dengan diameter lebih dari 2,5 cm.• PemeliharaanDilakukan penyiangan agar tidak menghambat pertumbuhan subang sebanyak tiga kali dalam satu siklus tanaman, selain itu dilakukan pembumbunan atau pemberian ajir (jika dibutuhkan) agar tanaman tidak rebah dan subang tidak muncul ke permukaan. Gladiol membutuhkan unsur nitogen, fosfat dan kalium, oleh karena itu dilakukan pemupukan. Dosis pemupukan gladiol yang disarankan oleh Balai Penelitian Tanaman Hias yaitu sebanyak 90-135 kg/ha Nitrogen (diberikan sebagian dalam bentuk nitrat, sebagian lagi amonium), 90-180 kg/ha Fosfat (sebagai P2O5) dan Kalium 110-180 kg/ha (sebagai K2O).Kebutuhan nitrogen perlu dicukupi. Apabila kekurangan nitrogen mengakibatkan penurunan panjang malai bunga, jumlah kuntum, dan warna menjadi hijau pucat. Penyiraman dilakukan menyesuaikan dengan melihat kondisi lahan.Ada beberapa hama penyakit pada Gladiol. Hama yang menyerang Gladiol seperti Thrips Gladiol dapat dikendalikan dengan penyiangan. Kutu putih yang dikendalikan dengan merendam subang dalam larutan insektisida. Sedangkan penyakit yang dapat menyerang seperti layu fusarium, dikendalikan dengan tidak menyimpan subang di tempat lembab pada saat sebelum tanam dan merendam subang pada larutan fungisida. PanenPanen dilakukan saat pagi hari secara manual pada saat tanaman gladiol berumur 60-80 hari setelah tanam. Bunga pertama akan mekar sekitar 10 hari setelah primordia bunga muncul. Bunga dapat dipanen setelah 1 atau 2 bunga terbawah sudah berwarna namun belum mekar. Panen dilakukan dengan hati-hati karena bunga Gladiol tergolong bunga yang mudah rusak. Selanjutnya dilakukan penanganan pasca panen seperti disimpan pada suhu rendah. Pasca PanenBunga potong gladiol yang dipanen dikumpulkan dan diletakkan tegak lurus di ruangan pada suhu udara antara 0-5°C (selama penyimpanan/pengangkutan) Susi Deliana Siregar Daftar Pusataka: Rukmana, R. 2004. Gladiol Prospek Agribisnis dan Teknik Budidaya. Kanisius. Yogyakarta;Badriah, D.S. 1995. Botani dan Ekologi Gladiol. Balai Penelitian Tanaman Hias. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.