Loading...

BUDIDAYA KAMBING PE PENGHASIL PRODUKSI SUSU

 BUDIDAYA KAMBING  PE PENGHASIL  PRODUKSI SUSU
Hasil produksi kambing yang biasa kita nikmati adalah dagingnya. Namun berbeda untuk sebutan kambing Peranakan Etawah yang juga dikenal dengan nama lain kambing PE selain menghasikan daging juga menghasilkan produksi susu. Kambing PE potensial untuk dikembangkan sebagai kambing yang diandalkan penghasil produksi susu. Kambing PE merupakan hasil persilangan kambing lokal jenis kacang dengan kambing Etawah type perah. Ciri Ciri Kambing PEPenampilan kambing PE mempunyai ciri khas yang khusus yaitu daun telinga terkulai panjang terkulai 18 – 30 cm. Pada bagian dahi dan hidung nampak cembung. Tanduk jantan dan betina pendek. Berat badan kambing PE dewasa 40 kg dan yang betina sekitar 35 kg. Tinggi badan kambing PE 76 – 100 meter Kambing PE yang berasal dari Kaligesing Purworejo Jawa Tengah merupakan hasil persilangan kambing kacang dengan kambing Etawah dengan warna khas hitam putih. Untuk kambing PE ras Senduro berasal dari daerah Senduro Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Kambing PE ras Senduro merupakan hasil persilangan dari kambing jenis Jamnapari ras Etawah dengan kambing lokal Lumajang yang dikenal dengan sebutan kambing Menggolo.Kambing PE ras Senduro dengan ciri khasnya berwarna putih. Telinga kambing PE yang menggelambir menjadi salah satu ciri spesifik yang dapat menentukan kemurnian dari kambing PE jika kurang panjang dapat dipastikan komponen keaslian dari kambing PE diragukanPenanganan Susu Kambing PE Selain menghasilkan anak daging kambing dan kotoran kambing, sebenarnya kambing PE mempunyai peluang untuk dikembangkan sebagai penghasil susu. Kualitas susu kambing konon kabarnya lebih unggul dibandingkan dengan susu sapi. Pengelolaan kambing PE sebagai penghasil susu selain memperhatikan kuantitas dan kualitas susu juga perlu diperhatikan keamanan pangannya. Keamanan pangan susu kambing juga harus mengacu pada azas ASUH (Aman Sehat Utuh dan Halal), Pastinya produksi susu kambing PE sangat tergantung pada mutu pakan yang diberikan, mutu bibit kambing perah unggul.Dalam upaya meningkatkan kualitas susu kambing PE perlu diupayakan penerapan SNI mutu segar susu kambing PE dengan persyaratan yang diberlakukan tidak tercemari logam berbahaya, tidak ada cemaran mikroba. Manajemen Pemeliharaan Kambing Peranakan EtawahPemeliharaan kambing PE umumnya masih dilakukan secara tradisional sebagai tabungan yang dibudidayakan secara sambilan. Pemeliharaan kambing PE dilakukan secara sederhana yang menggantungkan keramahan alam. Pada siang hari kambing PE dilepas dipadang penggembalaan dan pada malam hari dikandangkan. Umumnya petani berbudidaya kambing PE dengan tujuan menghasilkan anak, dalam waktu dua tahun kambing PE dapat beranak 3 kali dengan setiap kali beranak rata rata 2 ekor.nUntuk bisa menghasilkan produksi kambing PE yang maksimal perlu adanya perubahan pola pemeliharaan kambing PE sebagaimana yang dilakukan di Loka Penelitian Kambing Potong dengan menerapkan teknologi anjuran menggunakan pakan konsentrat sebagai pakan tambahan selain rumput dan leguminosa. Hijauan yang diberikan pada kambing PE berupa hijauan pakan ternak yang sudah dipotong. .Selain perubahan pakan juga harus dikembangkan pengawasan terhadap manajemen kesehatan dibawah komando pengawasan petugas kesehatan hewan.Untuk bisa mendapatkan kwalitas susu kambing PE berkelanjutan beberapa pesyaratan harus mampu dilakukan oleh petani ternak kambing PE yaitu a) harus memiliki cukup kambing betina yang akan dikawinkan, sehingga jadwal beranak dan laktasi dapat diperhitungkan, b) pemberian pakan harus memperhitungkan kualitas kandungan gizi pakan pada kambing PE utamanya satu setengah bulan menjelang kambing PE dikawinkan dan sebulan menjelang kambing beranak, c) penanganan masa laktasi pada induk kambing PE harus mendapatkan perhatian benar terkait dengan penyapihan anak kambing. Priwanti - PP BPPSDMP - KementanSumber : Indonesian Agency For Agricultural Research And Development (IAARD) Press. 2016. Kambing Peranakan Etawah ( PE )