Sawi atau Caisim merupakan salah satu tanaman sayuran yang sangat potensial untuk komersial dan memiliki prospek yang sangat baik. Dinatara tanaman sayur - sayuran, sawi sangat mudah dikembangkan dan banyak kalangan yang menyukai dan memanfaatkannya. Berbagai menu makanan mewajibkan menggunakan sawi / caisim ini seperti mie ayam, bakso, pecel, gado - gado dan lain - lain. selain sebagai sember serat alami dan sayuran sehat, sawi juga masih memiliki manfaat lainnya, yaitu untuk menghilangkan rasa gatal ditenggorokan pada penderita batuk, penyembuh sakit kepala, bahan pembersih darah dan memperbaiki ginjal serta memperbaiki dan melancarkan pencernaan. sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tulin Onsoi bekerjasama dengan salah satu petani yang bergabung di kelompok tani Gemah Ripah Desa Sanur, melaksanakan demplot sayuran sawi di lahan petani dengan varietas sawi ijo rio - rio. Budidaya sawi dilaksanakan di lahan seluas 0,25 Ha dengan panjang bedengan 1,2 x 20 meter. Perlakuan yang dilakukan pada demplot sawi antara lain, pemupukan dasar dan lanjutan dengan menggunakan pupuk organik, perawatan dilakukan dengan penyiraman 2 kali sehari (tergantung kondisi cuaca) dan penyiangan dilakukan seminggu sekali. Selama budidaya sawi terdapat serangan hama ulat jengkal dan belalang, namun tidak dilakukan pengendalian karena tingkat kerusakan masih di bawah ambang batas. pada umur 40 hari setelah tanam (hst), dilakukan pemanenan bersama Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tulin Onsoi, Penyuluh Pertanian se Kecamatan Tulin Onsoi dan beberapa petani di Desa Sanur. Hasil Panen dalam 1 m² sebanyak 5 Kg dan hasil dalam satu bedengan sebanyak 100 Kg, harga jual tingkat petani adalah Rp 12.000; / Kg sehingga didapatkan pendapatan dalam satu bedeng sebesar Rp 1.200.000;. "Prospek sayuran di Kecamatan Tulin Onsoi sangat menjanjikan karena permintaan pasar yang semakin meningkat, seiring bertambahnya jumlah penduduk dan perusahaan yang semakin berkembang di Kecamatan Tulin Onsoi dan Sebuku, hal ini menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan bagi petani", ungkap Inamah, SP (Koordinator BPP Tulin Onsoi). Oleh: Inamah, SP. (Penyuluh Pertanian Muda)