Loading...

Kekayaan Spesies "Musuh Alami" Kopi Arabika Harus Dilestarikan

 Kekayaan  Spesies "Musuh Alami"  Kopi Arabika  Harus Dilestarikan
Aceh Tengah, 18 Maret 2021 Penyuluh pertanian lakukan pertemuan bulanan dengan menghadirkan nara sumber dari Universitas Siyah Kuala Banda Aceh DR.HUSNI, M.Ag, MSc dengan tema "Kekayaan Berbagai Species Musuh Alami di Perkebunan Kopi Arabika Aceh Tengah". Tema ini begitu menarik untuk dibahas bersama penyuluh, karena Narasumber ini sudah melakukan penelitian beberapa waktu yang lalu di kebun kopi rakyat Aceh Tengah. Penyuluh akan menyampaikan modul terkait hasil penelitian tersebut kepada petani kopi Aceh Tengah, guna meningkatkan perubahan pola sikap dan kebiasaan terkait penggunaan teknologi dan inovasi yang belum terkaji, hal ini disampaikan IR.SULWAN AMRI Kepala bidang penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah dalam arahan pembukaan temu teknis tersebut. Suburnya hamparan tanah pertanian kabupaten Aceh Tengah belum menjadi perbedaan tingkat kesesuaian lahan tanaman kopi, namun kondisi suhu, cuaca dan elevasi ketinggian Aceh Tengah adalah agroklimat yang tepat untuk komoditi kopi Arabika. Anugrah terbesar dari sang Pencipta untuk hambanya yang pandai bersyukur. Alam penuh keseimbangan, plora dan fauna menjadi bahan nutrisi kesuburan pengurai bahan organik, ada yang dimangsa dan ada pula pemangsa, sehingga keberadaan jumlah populasi mereka dalam kondisi stabil. Lalu kenapa gerafik siklus perkembangan hama semakin meningkat ? Sebahagian orang sudah tahu. Itu faktor iklim. Dirunut selanjutnya kenapa iklim terus mengalami perubahan ? Jawaban terkadang menjadi samar-samar. Karena ada keterlibatan setiap orang memanfaatkan fotensi lahan usaha pertanian belum berniat berkelanjutan. Bicara tentang hama penyakit tanaman kopi di kabupaten Aceh Tengah, yang dominan menjadi faktor pembatas capaian produksivitas adalah gangguan hama penggerek buah kopi PBKo. Tingkat serangan 10 - 70 %. Hal ini dipicu oleh beberapa hal diantaranya perubahan suhu dan kelembaban serta musnahnya hewan predator sebagai musuh alami. Data hasil penelitian 2018 di Aceh Tengah pertama dari tingkat ketinggian tempat, kebun kopi kurang dari < 1.000 M.diatas Permukaan Laut serangan mencapai 50 %. Dan kedua dari sistem budidaya. Kebun Organik rata-rata tingkat serangan 40 % sementara kebun non organik atau konvensional mencapai 50 % . Area perkebunan yang sudah diminimalisir penggunaan pestisida dan zat berbahaya populasi musuh alami lebih banyak dari setiap seperti laba -laba, semut, lebah dan parasitoit lainnya. Ketika diamati juga ditemukan berbagai predator sudah masuk di liang tempat persembunyian hama. Teknologi dan inovasi berubah dan berubah terus, sehingga dalam penerapannya sangat dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan mendasar. Peran penyuluh pertanian untuk merubah pola kebiasaan pelaku utama menggunakan teknologi yang tidak mengikuti anjuran produsen yang tertera dikemasan produk, tidak mengutamakan perinsip pengendalian hama terpadu (PHPT). . Temu teknis berjalan alot penuh sumbang pendapat dari penyuluh untuk mendukung hasil penelitian dan pengkajian yang sudah dilakukan tentang kekayaan spesies musuh alami tanaman kopi di dataran tinggi Takengon. Pesan dan saran kepada pelaku utama dan pelaku usaha agribisnis tanaman perkebunan kopi Arabika, agar terus mengembangkan tehnik budidaya berbasis organik dengan sasaran menyelamatkan musuh alami dan lestarikan pertumbuhan pohon di sekitar perkebunan dan jangan merusak hutan lindung yang menjadi sumber penutup lapisan ozon } * }* by. Abdurrahman