Loading...

Kemasan Melindungi Kerusakan Sayuran

 Kemasan Melindungi Kerusakan Sayuran
Kerusakan hasil sayuran daun secara kualitas dan kuantitas terjadi pada tahap panen sampai dengan tahap produk siap dikonsumsi. Tanaman sayuran daun , antara lain : kubis, sawi, brokoli, bunga kol, kangkung, bayam, jamur, selada, kailan, bawang daun dan lain-lain. Pengemasan merupakan rantai kegiatan pada penanganan pasca panen yang perlu dilakukan secara baik, bila tidak akan terjadi kerusakan pada sayuran daun dan akibatnya akan menimbulkan kerusakan pada sayuran daun. Pengemasan berfungsi untuk melindungi atau mencegah komoditi dari kerusakan mekanis , menciptakan daya tarik bagi konsumen dan memberikan nilai tambah produk serta memperpanjang daya simpan. Karena itu, pengemasan sayuran daun harus dilakukan dengan hati-hati agar terhindar dari suhu dan kelembaban yang ekstrim, goncangan, getaran , gesekan dan tekanan yang tinggi terhadap kemasan tersebut.Kemasan yang baik harus dirancang dan disesuaikan dengan karakteristik produk, bahan kemasan dan cara memproduksinya. Pengemasan sayuran bertujuan untuk mempermudah pengangkutan dan penyimpanan, serta melindungi sayuran terhadap kerusakan fisik, mekanis, kimia dan biologi. Ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pengemasan, pertama kemasan harus memberi perlindungan terhadap sifat mudah rusak dari sayuran yang mmenyangkut ukuran,bentuk konstruksi dan bahan yang dipakai. Hal yang kedua kemasan harus cocok dengan kondisi pengangkutan dan harus dapat diterima oleh konsumen. Ketiga, harga dan tipe atau bentuk kemasan harus sesuai dengan nilai sayuran yang dikemas.Ada tiga kategori yang biasa digunakan dalam penentuan kemasan. Ada yang disebut kemasan konsumen,yaitu kemasan yang digunakan untuk membungkus produk atau barang yang diterima langsung konsumen. Dalam perdagangan retail yang konvensional produk dikemas secara langsung dihadapan konsumen. Bahan kemasan yang biasa digunakan adalah kertas atau kantong plastik polyetilen. Secara tradisional kemasan konsumen ini biasa digunakan berbagai dedaunan segar atau kering. Kemasan transportasi, yaitu kemasan yang digunakan untuk menyatukan beberapa kemasan konsumen yang digunakan untuk melindungi dan memudahkan dalam penanganan.Kemasan jenis ini di pasar internasional menggunakan kotak-kotak dari kayu dan kantong plastik atau kertas dengan berbagai susunan dan bentuk. Kemasan pengisi, merupakan bagian dari kemasan yang berfungsi untuk mencegah terjadinya benturan antar sayuran selama penanganan. Jenis bahan yang digunakan sebagai bahan pengisi, misalnya potongan dedaunan kering, jerami, kertas , serta bahan khusus lainnya seperti busa ( styrofoam ).Keranjang merupakan bentuk kemasan yang digunakan pada pengemasan sayuran. Kemasan berbentuk keranjang terbuat dari bambu, daun kelapa dan daun pandan. Keranjang dari bambu merupakan alat pengemas yang banyak digunakan untuk mengemas sayuran. Biasanya keranjang bambu bentuk persegi dan bulat. Kelemahan keranjang bambu adalah kurang kuat sehingga tidak mampu melindungi sayuran dari tekanan ataupun benturan, namun alat pengemas ini masih digunakan mengingat harganya lebih murah dan bahannya banyak tersedia. Untuk meminimalkan kerusakan pada sayuran daun ,kini banyak digunakan keranjang plastik yang mempuyai kekuatan lebih besar, permukaannya lebih halus sehingga tidak melukai produk dan mudah dibersihkan.Karung alat pengemas yang biasa digunakan untuk pengemasan sayuran. Karung yang biasa digunakan untuk mengemas sayuran adalah karung goni, karung kain, karung plastik dan rajut. Pengemasan dengan menggunakan karung kurang melindungi sayuran dari tekanan atau gesekan antara sayuran. Lubang udara pada alat mengemas sayuran bentuk karung pada umumnya kurang sempurna sehingga panas hasil pernafasan sayuran sukar keluar dan terkumpul didalamnya sehingga dapat merusak sayuran. Umumnya penggunaan karung untuk pengepak sayuran jarak dekat.Peti karton, alat pengemas sayuran ini digunakan pada pemasaran eceran. Untuk pengangkutan, sebaiknya digunakan peti karton tebal. Pada pemasaran lokal, pengemasan dengan peti karton kurang cocok karena harganya relatif mahal. Selain itu, kekuatan peti karton tidak sebaik peti kayu tetapi lebih kuat dari karung goni. Peti karton mempunyai bobot yang ringan sehingga akan mempermudah pembongkaran dan dinding petinya halus dibanding peti kayu.Hal ini menyebabkan gesekan antara sayuran dengan dinding peti tidak berakibat buruk pada sayuran.Plastik, alat pengemas sayuran ini umumnya untuk pengemasan dalam volume yang kecil digunakan untuk pasar supermarket. Penggunaan plastik dengan pengaturan komposisi udara bertujuan untuk mempertahankan umur simpan sayuran agar tetap segar sampai di konsumen. Plastik dipakai sebagai pengemas primer yang langsung berhubungan produk, dalam penggunaannya perlu diperhatikan sehingga tidak memberikan kerusakan pada produk yang dibungkus. Sumardi Sumber : Direktorat Jenderal Hortikultura, 2014