Loading...

Panen Pisang Yang Tepat Menentukan Mutu Pisang

  Panen Pisang Yang Tepat Menentukan Mutu Pisang
Pisang merupakan salah satu komoditas unggulan dan memberikan kontribusi terbesar (40%) terhadap produksi buah nasional. Pisang dapat diusahakan pada berbagai agroekosistem yang tersebar di seluruh Indonesia. Pasar membutuhkan pasokan pisang cukup besar dan produksinya tersedia sepanjang tahun. Komoditas pisang memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan petani melalui usaha agribisnis pisang. Usaha tani pisang memberikan keuntungan yang memadai dengan tingkat pengembalian modal atau BEP sebesar 1,76. Dalam usahatani pisang masih dijumpai buah pisang secara visual tidak menarik seperti kulit buah yang kehitaman, terdapat bintik-bintik kecoklatan, tergores maupun bonyok. Hal ini disebabkan waktu panen buah pisang yang tidak tepat , serta penanganan pascapanen belum dilakukan dengan baik sehingga produk hasil panen banyak mengalami kerusakan sebelum sampai ditangan konsumen. Kondisi demikian mengakibatkan nilai jual pisang jatuh dan berimbas pada rendahnya pendapatan petani. Tingkat ketuaan buah merupakan faktor penting pada mutu buah pisang . Buah yang dipanen kurang tua, meskipun dapat matang, namun kualitasnya kurang baik. Sebaliknya , bila buah dipanen terlalu tua , rasa manis dan aroma buah kuat,tetapi memiliki daya simpan yang pendek. Karena itu, tingkat ketuaan panen sangat erat kaitannya dengan jangkauan pemasaran dan tujuan penggunaan buah. Saat panen pisang ditentukan oleh umur buah dan bentuk buah. Waktu panen pisang dapat dilakukan dengan 2 ( dua ) cara yaitu dengan menghitung jumlah hari dari bunga mekar sampai siap dipanen atau dengan melihat bentuk buah. Buah yang cukup umur untuk dipanen berumur 100 hari tergantung varitas. Cara penentuan panen ada pula berdasarkan hari setelah jantung pisang dipotong, kemudian dilakukan penandaan dengan pita.Buah yang sudah tua biasanya sudut buah tumpul dan membulat, daun bendera mulai mengering, bekas putik bunga mudah patah. Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yang diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di konsumen. Sedangkan untuk keperluan ekspor, pisang dipanen tidak terlalu tua tingkat kematangan 75 – 85 %, tetapi sudah masak fisiologis ( kadar patinya sudah maksimum ). Pada keadaan ini kualitas buah cukup baik dan mempunyai daya simpan cukup lama. Secara fisik, tanda-tanda ketuaan buah pisang, diantaranya buah tampak berisi dan bagian lingir atau tepi buah sudah tidak ada lagi. Warna buah hijau kekuningan. Untuk buah pisang dengan tingkat kematangan penuh, pada tandannya akan ada buah yang sudah matang. Tanda fisik lainnya, yaitu tangkai diputik telah gugur. Tingkat ketuaan buah juga dapat ditentukan dari umurnya. Waktu yang diperlukan sejak tanaman ditanam sampai panen adalah sekitar 12 – 15 bulan. Bila dihitung sejak pisang mulai berbunga , sekitar 4 – 6 bulan atau tergantung varietasnya. Pemanenan pisang harus disesuaikan dengan keperluan. Pemanenan yang terlalu cepat akan mempengaruhi mutunya. Mutu pisang akan rendah meskipun daya simpannya lebih lama. Demikian sebaliknya, bila panen dilakukan terlambat maka pisang segar tidak cocok lagi diekspor karena cepat membusuk.Pemanenan pisang dapat dilakukan pada pagi atau sore hari dalam keadaan cuaca cerah, namun yang paling baik pemanenan pisang dilakukan pada pagi hari. Pemanenan pisang tidak dianjurkan pada waktu hujan karena dapat meningkatkan serangan busuk buah dalam gudang penyimpanan.Tingkat ketuaan pisang dapat digolongkan menjadi beberapa tingkatan dengan tujuan menentukan saat panen yang tepat agar sesuai dengan permintaan pasar. Kematangan buah pisang dapat digolongkan menjadi beberapa tingkatan,sebagai berikut :1. Tingkat kematangan buah ¾ penuh. Tingkat kematangan seperti ini ditandai bentuk lingir buah tampak jelas.Buah pisang ini umurnya sekitar 80 hari dari keluarnya jantung.2. Tingkat ketuaan buah hampir penuh. Tanda-tandanya beberapa lingir buah pisang masih tampak . Umur buah sekitar 90 hari dari keluarnya jantung.3. Tingkat ketuaan penuh. Lingir buah sudah tidak tampak lagi. Umurnya kurang lebih 100 hari dari keluarnya jantung.4. Tingkat ketuaan buah benar-benar penuh. Tingkat kematangannya ditandai bentuk lingir buah sudah tidak tampak lagi dan kadang-kadang buah pecah dan 1 – 2 buah berwarna kuning. Buah ini berumur sekitar 110 hari dari keluarnya jantung.Untuk pelaksanaan panen pisang lakukan dengan cara batang pisang ditebang dengan cara menusuk batangnya atau membacok separuh batang setinggi ½ dari tinggi batang agar tandan pisang tidak menyentuh tanah, selanjutnya tandan dipotong dengan golok tajam. Setelah dipanen , buah pisang dikumpulkan ditempat yang teduh , bersih, kering dan beralas, berjajar tidak bertumpuk. Hindari penetesan getah dari tangkai yang dapat menodai buah pisang karena penampilan buah menjadi kotor.Buah pisang dari sentra produksi diangkut dalam bentuk tandan atau sudah disisir di kebun dan dimasukkan dalam kemasan boks. Pengangkutan pisang ke tempat pengumpulan dilakukan dengan cara dipikul atau dengan menggunakan kendaraan yang terpenting harus diperhatikan adalah pengumpulan pisang harus hati-hati untuk menghindari kerusakan akibat benturan. Sumardi Sumber : Direktorat Jenderal Hortikultura, 2015