Bagi petani budidaya padi di lahan rawa atau lahan banjir merupakan hal yang cukup sulit, karena rawa lahan yang selalu tergenang air. Keberadaan lahan rawa hanya dapat dimanfaatkan untuk budidaya beberapa komoditas pertanian saja yang cocok pada saat musim kemarau tiba, atau pada saat air rawa sedang surut. Namun baru-baru ini telah ditemukan inovasi teknik budidaya padi terapung di lahan rawa. Alhasil dengan teknik budidaya terapung tersebut lahan rawa dapat dioptimasi untuk bercocok tanam lebih dari satu kali dalam satu tahun dengan hasil cukup memuaskan.Teknik budidaya padi apung ini merupakan inovasi teknik budidaya padi dengan sistem tanam yang dilakukan di atas rakit, yang hanya dapat dilakukan pada lahan yang selalu tergenang air. Sehingga di lahan rawa, teknik budidaya padi apung cocok untuk diterapkan.PersiapanAda dua hal yang perlu dipersiapkan yaitu, pertama media tanam yang digunakan untuk melaksanakan teknik budidaya padi rakit apung, kedua adalah tahapan budidaya padi.1. Pembuatan Rakit ApungLangkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :a. Bambu yang berukuran cukup besar dibelah menjadi dua bagian, kemudian disusun membentuk persegi panjang dengan ukuran yang telah ditentukan. Panjang sekitar 5 meter dan lebar 2 meter sehingga membentuk rakit.b. Ikatkan rakit-rakit tersebut pada tiang, agar rakit tidak berpindah-pindah. Di sekeliling rakit dibatasi bambu yang berfungsi sebagai pemecah ombak. Diantara rakit satu dengan rakit yang lainnya diberi jarak sekitar 60 cm;c. Siapkan media tanam berua jerami atau sabut kelapa sebanyak 2 karung setiap rakit. Kemudian tambahkan tanah sawah di atas tumpukan jerami/sabut kelapa setebal 5 cm. lalu semprotkan pupuk cair diatas media tanah sawah dengan perbandingan 1 : 32. Teknik BudidayaTeknik budidaya padi apung tergolong mudah, karena pemeliharaannya relatif sama dengan teknik budidaya padi pada umumnya. Tahapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :a. Penyemaian BenihPenyemaian benih padi dapat dilakukan pada lahan sawah atau di lahan pekarangan. Apa bila tidak tersedia lahan yang cukup untuk menyemai bisa dilakukan dalam baki, nampan, atau besek.• Lahan atau wadah yang akan dijadikan persemaian harus dilapisi plastik terlebih dahulu agar akar benih padi tidak dapat menembus tanah dan akan mudah untuk dipindahkan;• Campurkan media tanam berupa tanah dan kompos dengan perbandingan 1 : 1. Kemudia isikan media ke dalam wadah/besek atau tempat persemaian yang telah dilapisi plastik. Ratakan tanah, kemudian benih dtaburkan secara merata;• Varietas yang direkomendasikan adalah IR 64;• Setelah benih berumur 5-7 hari, baru dapat dipindah tanamkan pada rakit3. PenanamanPenanaman relatip sama dengan penanaman budidaya padi biasanya. Setelah bibit umur 7 hari bibit sudah dapat dipindah tanamkan. Supaya akar bibit tidak rusak saat dipindah tanamkan, bibit dicabut dengan cara diputar atau diambil bersama tanahnya, dengan demikian akar bibit tidak akan terganggu. Kemudian bibit ditanam pada media di rakit dengan jarak tanam 30 x 30 cmPerlakuan relatif sama dengan yang dilakukan pada budidaya pada lahan sawah biasa, baik itu pemupukan, pengendalian hama maupun gulma, maupun dalam pemanenan.Lahan tidak perlu dibajak, dan tidak perlu penyiangan karena gulma hampir tidak tumbuh dan tidak perlu pupuk buatan terlalu banyak, hanya cukup organik yang tersedia disekitar.Walaupun penanaman secara terapung hama dan penyakit tetap bisa terjadi serangan. Pengendalian hama tetap harus dilakukan seperti pada budidaya padi di lahan sawah biasa, namun dilakukan secara terpadu yang sifatnya organik yang aman terhadap lingkungan.Konsep dasar sawah apung adalah penyesuaian antara ketinggian tanaman padi dengan ketinggian air. Manakala air menyurut rakit tanaman padi akan ikut turun permukaannya dan sebaliknya manakala air meninggi permukaan ikut meninggi.Hasil sawah apung setara dengan hasil padi di sawah daratan yaitu dari setiap rakit yang berisi 16 rumpun menghasilkan gabah 5,5 kg GKP atau sama dengan 6,2 ton gabah/ha.Ruslia AtmajaSumber : Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) Kecamatan Ciganjeng-Pangandaran