Loading...

6 Tips Membibitkan Tanaman Lada

6 Tips Membibitkan Tanaman Lada
Salah satu tanaman rempah khas Indonesia adalah lada. Lada juga merupakan salah satu komoditas subsektor perkebunan yang telah memberikan kontribusi nyata sebagai sumber devisa, sumber pendapatan petani, dan penyedia lapangan kerja. Bahkan, negara kita merupakan salah satu produsen lada terbesar di dunia, dengan 2 jenis lada yang dihasilkan, yakni lada hitam dan lada putih. Meskipun telah dikembangkan sejak lama, produktivitas tanaman ini masih perlu ditingkatkan, mengingat masih banyaknya petani yang membudidayakannya secara konvensional. Peningkatan produktivitas lada dapat ditempuh melalui penerapan teknologi budidaya lada ramah lingkungan. Melalui penerapan teknologi ini, produktivitas lada bisa mencapai 3,75 ton/hektar.(sumber: BPTP Kepulauan Bangka Belitung). Teknologi ini mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas lada secara berkelanjutan dengan memanfaatkan input produksi secara efektif, efisien, ramah lingkungan, serta biaya produksi yang rendah.Indonesia dikenal dengan 2 jenis ladanya, yaitu lada hitam dan lada putih. Peningkatan produktivitas lada menggunakan teknologi ramah lingkungan dimulai dari pemilihan bibit tanaman, teknik perbanyakan lada, penyiapan rumah bibit, penyiapan dan pemilihan bahan tanam, penyiapan tempat pendederan, pendederan, hingga pembibitan dan pemeliharaan tanaman lada. 1. Pemilihan Bibit TanamanAda setidaknya tujuh varietas unggul lada yang telah dilepas, antara lain: Petaling 1, Petaling 2, Natar 1, Natar 2, Chunuk, LDK dan Bengkayang. Pemilihan bibit sangat penting. Hal ini disebabkan bibit merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas lada serta menentukan perkembangan tanaman selanjutnya. Berikut ini disajikan tabel sifat dan produksi ketujuh varietas unggul tanaman lada. Varietas Ketahanan Penyakit Produksi (Ton/ha) Penyakit kuning Penyakit BPB Petaling 1 Medium Rentan 4,48 (putih)Petaling 2 Rentan Rentan 4,12 (putih)Natar 1 Rentan Toleran 4,00 (hitam)Natar 2 Medium Rentan 3,52 (hitam)Chunuk Rentan Toleran 1,97 (putih)LDK Rentan Toleran 3,86 (putih)Bengkayang Medium Rentan 4,67 (putih)*sumber: BPTP Kepulauan Bangka Belitung, Kementerian Pertanian 2. Teknik Perbanyakan Lada Dengan Setek Teknik perbanyakan lada yang banyak dijumpai di lapangan adalah setek panjang. Namun, teknik ini banyak memiliki kelemahan. Di Kepulauan Bangka dan Belitung yang mayoritas petaninya menggunakan teknik setek panjang menemukan ketidak-efisienan perbanyakan dengan teknik ini, serta tingginya tingkat risiko kematian tanaman. Salah satu teknik lain yang sedang dikembangkan saat ini adalah menggunakan setek satu buku berdaun tunggal. Perbanyakan tanaman lada menggunakan setek satu buku berdaun tunggal memiliki banyak keunggulan, antara lain:a. Lebih efisien serta menghemat bahan tanam hingga 400 %b. Bibit yang diperoleh sama dengan sifat pohonnyac. Adanya seleksi sebelum ditanam di lapangan sehingga tingkat kematian di lapangan rendah, berkisar 10-30 % (jika menggunakan setek panjang bisa mencapai 50 %)d. Tidak terjadi stagnasi pada pertumbuhan awal di lapangane. Persentase penyulaman di lapangan lebih rendah dibanding setek panjang 3. Penyiapan Rumah BibitBibit tanaman lada memerlukan rumah bibit agar mampu tumbuh dengan baik. Dengan adanya rumah bibit, intensitas sinar matahari yang masuk dapat diatur. Rumah bibit didesain menggunakan screen house tertutup. Screen house membutuhkan paranet pada bagian atas untuk mengatur sinar matahari yang masuk, dan bagian samping agar bibit tanaman lada terhindar dari serangan hama maupun penyakit. 4. Pemilihan dan Penyiapan Bahan (Bibit) Tanam Bibit tanaman lada hasil setek yang baik berasal dari sumber yang unggul pula. Bahan tanam ini dapat kita peroleh dari sulur panjat yang memiliki syarat sebagai berikut:a. Berasal dari varietas unggulb. Sehat dan bebas dari serangan hama penyakitc. Aktif pertumbuhannyad. Usia tanaman berkisar 6-8 bulane. Daun-daunnya berwarna hijau tuaf. Tidak sedang berbunga atau berproduksi saat dipangkasg. Bahan setek yang panjang dipotong-potong menjadi setek pendek. 5. Penyiapan Tempat Pendederan Tujuan pendederan adalah merangsang tumbuhnya akar dan tunas. Pendederan dilakukan di bak pasir. Tempat pendederan dibuat dengan ukuran 1 – 1,2 m disesuaikan dengan kebutuhan, sedangkan tingginya ± 30 cm. Bagian atas berisi pasir halus setebal 5 – 10 cm dan bagian bawah diberi ijuk setebal 5 cm. Bagian paling bawah tempat pendederan diisi dengan koral setebal 5 cm. Hal ini bertujuan untuk mencegah tergenangnya air sehingga kondisi media memiliki drainase dan aerasi yang baik untk mengoptimalkan pertumbuhan akar. Sedangkan untuk menjaga kelembabannya ditambahkan naungan dengan sungkup plastik. 6. PendederanPendederan setek lada dilakukan dengan cara menanam setek pada media pasir secara condong. Bagian sulur ditata di bawah daun hingga keseluruhan ruas terbenam di dalam pasir. Sedangkan sulur di bagian atas daun yang panjangnya sekitar 1 cm, tangkai, serta helaian daun tetap berada di atas pasir. Bagian akar lekat dan mata tidur diusahakan terbenam merata dekat permukaan pasir. Jarak tanam di pendederan adalah 8 – 12 cm antar baris dan 5 – 6 cm. Demikian 6 tips membibitkan tanaman Lada, semoga bermanfaat. Penyusun: Miskat Ramdhani, Penyuluh Pertanian BBP2TP