Loading...

ACARA HARI TEMU LAPANG (FIELD DAY) KEGIATAN DEMPLOT DI KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANG HARI

ACARA HARI TEMU LAPANG (FIELD DAY) KEGIATAN DEMPLOT DI KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANG HARI
Acara Hari Temu Lapang (Field Day) Kegiatan Demplot yang dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 19 September 2013 di Kecamatan Muara Bulian dihadiri oleh Kabid Kelembagaan Penyuluh dan Petani Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kab. Batang Hari, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Muara Bulian, Narasumber Zuhairi, PPL Kecamatan Muara Bulian serta Peserta Field Day se-Kecamatan Muara Bulian. Acara yang diawali dengan sambutan Kepala BP3K Kecamatan Muara Bulian sekaligus membuka acara Field Day, yang dilanjutkan dengan pengarahan dari Kabid Kelembagaan Penyuluh dan Petani BPPKP Kab. Batang Hari. Dalam pengarahannya, beliau mengatakan bahwa Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Muara Bulian adalah sebagai wadah atau tempat bagi petani untuk mendapatkan dan berbagi informasi baik yang berkaitan dengan kegiatan di bidang pertanian, peternakan, perkebunan serta hortikultura atau sayuran. Keberadaan BP3K adalah sebagai tempat pelaksanaan proses pembelajaran melalui Percontohan dan berbagai Demonstrasi Budidaya dalam upaya Pengembangan Usaha Model Tani bagi Pelaku Utama dan Pelaku Usaha, salah satunya pelaksanaan demplot sayuran. Beliau juga berpesan kepada peserta untuk memotivasi generasi muda sekarang untuk mencintai dunia pertanian, khususnya bertanam sayuran karena kalau tidak maka lahan pertanian akan terancam dan musnah 10 - 30 tahun mendatang karena kurangnya minat generasi muda di bidang pertanian. Pengarahan dari Kabid Kelembagaan Petani dan Penyuluh BPPKP Kab. Batang Hari mendapat respon yang sangat baik dari peserta yang hadir karena memang pada umumnya saat ini generasi muda sekarang kurang menggeluti dunia pertanian dan ini menjadi perhatian yang sangat serius oleh semua pihak. Peserta yang kebanyakan adalah petani kemudian mendapatkan Materi Budidaya Terung Lokal Kab. Batang Hari oleh Narasumber Zuhairi. Bapak yang dikaruniai tiga orang anak ini adalah petani sayur yang sudah lama bergelut dibidang hortikultura/budidaya sayuran dan telah memiliki banyak pengalaman. Banyak usaha yang telah dijalankannya mulai dari usaha peternakan sampai usaha hortikultura, dan ini sudah digelutinya semenjak masih muda. Materi yang disampaikannya mengangkat judul Budidaya Terung Lokal Kabupaten Batang Hari. Tema ini diangkat dengan maksud untuk memberi motivasi kepada para petani sayur agar mau kembali menggalakkan budidaya terung lokal Batanghari dikarenakan terung ini adalah icon Kabupaten Batang Hari. Selain itu juga memberikan motivasi bagi petani di sekitar agar dapat mengembangkan dan menerapkan teknologi dalam budidaya terung lokal, dengan demikian mampu meningkatkan luas areal tanam terung guna peningkatan produksi. Dalam penyampaian materinya, beliau mengatakan bahwa saat ini petani hanya memikirkan produksi dan belum berorientasi agribisnis, dan ini harus menjadi wacana yang harus di pikirkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Masih dalam penyampaiannya, beliau mengatakan dalam rangka penggunaan pupuk organik untuk sayuran maka petani dapat memanfaatkan hasil limbah jerami padi untuk pembuatan kompos/pupuk organik dan dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman sayuran. Ini lebih berdaya guna dan dapat dilaksanakan dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di lokasi. Selain itu pemanfaatan kertas koran sebagai media semai bibit terung juga dapat digunakan karena banyak keuntungan yang didapat, diantaranya biaya lebih murah, langsung dapat ditanam tanpa harus dikoyak terlebih dahulu serta penggunaan kertas koran juga dapat menambah peningkatan unsur hara di dalam tanah. Peserta Field Day mendapatkan banyak informasi yang bermanfaat dalam acara yang telah dilaksanakan, dan berharap kedepannya akan ada lagi acara Field Day dengan materi bermanfaat lainnya sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan dan dapat diaplikasikan oleh petani di lapangan. Ditulis oleh Lidya Febrina, S. Pt (PPL Desa Pasar Terusan Kecamatan Muara Bulian)