Panen duku merupakan suatu kegiatan yang dinanti-nanti oleh petani duku untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, yaitu produksi duku yang melimpah. Tentunya produksi yang melimpah ini tidak terlepas dari penerapan budidaya duku yang benar. Panen buah duku harus memperhatikan tingkat kematangan buah yang tepat untuk menjaga kesegaran buah sehingga buah duku sampai kepada konsumen dalam keadaan buah duku masih bermutu baik.Ciri-ciri buah duku yang tepat untuk dipanen , yaitu ukuran buah mencapai maksimal ; berumur empat bulan dihitung dari bunga muncul; kulit buah berubah warna dari warna hijau menjadi warna kecoklatan; mengeluarkan aroma khas buah duku. Panen duku sebaiknya dilakukan pada keadaan cuaca terang atau tidak hujan, supaya buah duku tidak kena basah atau lembab. Panen duku dilakukan dengan memotong ujung percabangan dibawah tangkai buah minimal sepanjang 20 cm. Buah duku yang telah dipanen diturunkan dengan hati-hati tidak boleh dijatuhkan karena buah akan rusak atau memar. Buah duku ketika dipetik tidak boleh dilepas berongsongnya. Panen pertama tanaman duku umumnya dilakukan pada umur sekitar lima tahun dengan produksi sekitar 5 kg/pohon/tahun. Untuk tahun berikutnya produksi duku meningkat sehingga mencapai 175 – 200 kg/pohon/tahun.Buah duku yang telah dipetik harus segera diangkut dari kebun ke tempat pengumpulan buah. Mungkin tidak menjadi masalah, jika jarak dari areal kebun ke tempat pengumpulan tidak jauh. Namun sebaliknya, bila jarak tersebut cukup jauh, perlu disiapkan cara dan alat khusus untuk mengangkut buah duku tersebut agar tidak rusak sampai ke tempat tujuan.Sebelum diangkut , sebaiknya buah duku dimasukkan dalam wadah , misalnya keranjang bambu, karung goni. Untuk pengangkutan buah duku harus tetap dijaga jangan sampai terkena benturan dengan benda lain sehingga menimbulkan memar yang mengakibatkan menurunnya kualitas buah duku. Tempat pengumpulan berfungsi sebagai tempat untuk menerima buah duku yang berasal dari petani buah duku. Peralatan yang perlu disediakan ditempat pengumpulan , antara lain timbangan, meja sortasi dan alat-alat pengemasan. Untuk menjaga kesegaran buah duku , diusahakan agar buah duku tidak terkena secara langsung cahaya matahari. Karena itu, tempat pengumpulan sebaiknya perlu dilengkapi dengan atap. Kegiatan yang sering dilakukan ditempat pengumpulan ,antara lain sortasi, grading dan pengemasan.Dalam skala usaha komersial, buah duku yang sudah dipanen harus disortir terlebih dahulu. Sortasi dilakukan berdasarkan ukuran buah duku, sekaligus juga membuang buah duku yang busuk atau cacat serta membuang tandannya. Buah duku tidak bisa dijual bila masih ada tandannya atau tangkainya, karena orang lebih suka membeli duku tanpa ada tandan atau tangkainya.Grading dilakukan untuk mengelompokkan buah duku yang seragam baik ukuran maupun kualitasnya, sehingga akan mempermudah penyusunan pada saat pengemasan. Kegiatan grading ini dapat menambah daya tarik buah duku, sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Sistem sortasi dan grading bermanfaat bagi penjual sekaligus konsumen buah. Sortasi dan grading dapat merangsang petani dan penjual untuk menghasilkan buah yang berkualitas, sehingga bisa meningkatkan usahanya. Bagi konsumen juga akan merasakan kemudahan untuk membeli buah duku sesuai dengan tingkat kualitas yang diinginkan.Untuk melindungi buah duku agar tidak rusak selama pengangkutan, perlu dilakukan pengemasan yang baik. Dengan melakukan pengemasan , maka konsumen akan memperoleh buah yang masih baik dan tidak busuk, sehingga mutu buah tetap terjaga baik dan harga jualnya tidak turun. Keuntungan lainnya dari kegiatan pengemasan dapat mempermudah pengangkutan dan pemindahan dari satu tempat ke tempat lain.Ada dua jenis bahan yang biasa dipakai untuk pengemasan duku, yaitu kayu dan karton. Gunakan peti kayu berukuran 37,5 cm x 32 cm x 27,5 cm dengan lubang ventilasi diantara papan satu dengan papan yang lainnya. Peti kayu sebaiknya dibuat dari papan kayu yang lunak, ringan,dan harganya murah. Sedangkan pengemasan duku dengan jenis bahan karton berukuran 34 x 32 x 27,5 cm dengan lubang udara pada sisi tegaknya saja. Jumlah lubangnya sekitar 3 – 4 lubang dengan diameter 2 cm.Untuk menghindari gesekan antara buah duku dengan dinding kemasan , pada bagian alas kotak perlu diberi lapisan jerami atau guntingan kertas. Bahan lapisan tidak dianjurkan menggunakan daun-daun atau bahan lain yang mudah berjamur sebagai alas, karena akan mempercepat pembusukan pada buah duku.Pengangkutan merupakan salah satu bagian penanganan pascapanen. Pengangkutan yang baik dapat mengurangi kerusakan yang ditimbulkan selain pengangkutan, sehingga buah duku sampai ditangan konsumen masih dalam keadaan segar. Syarat yang diperlukan untuk pengangkutan yang baik , antara lain hindari suhu panas dalam pengangkutan ; cara penyusunan kemasan dilakukan sebaik mungkin; pengangkutan dilakukan dengan cepat ; dan waktu pengangkutan sebaiknya pada malam hari agar terhindar dari terik matahari. Sumardi Sumber : Ditjen Hortikultura. 2013