Artikel AGENT HAYATI SOLUSI TEPAT DALAM PENGENDALIAN OPT YANG MAMPU MENJAGA EKOSISTEM LINGKUNGAN. Pengendalian OPT yang serampangan/sembarangan dapat mengakibatkan timbulnya ledakan organisme pengganggu tanaman (OPT), penurunan kesuburan tanah, dan pencemaran lingkungan. Selain itu, introduksi sistem pertanaman monokultur dan varietas modern menyebabkan hilangnya keragaman genetik, sebagai contoh 70% spesies burung dan 49% spesies tanaman kini terancam. Hal ini diperparah oleh perubahan iklim yang meningkatkan serangan OPT dan menurunkan produksi cabai antara 25-100%. Pengendalian OPT ramah lingkungan akhir-akhir ini dikembangkan dalam rangka untuk menurunkan penggunaan pestisida sintetis. Oleh karena itu, perlu dikembangkan teknologi yang dapat mengatasi dampak variabilitas iklim dan kejadian cuaca ekstrem. Indikator keberhasilan pengendalian OPT ramah lingkungan ialah (1) keseimbangan ekosistem tetap terjaga; (2) biodiversitas tetap lestari; (3) residu pestisida minimal; dan (4) biaya produksi menurun. Teknologi pengendalian OPT ramah lingkungan dapat diterapkan bila pemerintah berfungsi sebagai fasilitator melalui kebijakan dengan memberikan insentif kepada produsen untuk mengadopsi cara pengendalian OPT ramah lingkungan dan insentif bagi konsumen yang mengonsumsi produk bersih. Menurut Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 411/Kpts/TP.120/6/1995 Tentang Pemasukan Agens Hayati Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia. Pengertian Agens hayati adalah setiap organisme yang meliputi spesies, sub spesies, varietas, semua jenis serangga, nematoda, protozoa, cendawan (fungi), bakteri, virus, mikoplasma serta organisme lainnya dalam semua tahap perkembangannya yang dapat digunakan untuk keperluan pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu, proses produksi, pengolahan hasil pertanian dan berbagai keperluan lainnya. Untuk lebih mudah menyingkatnya menjadi kelompok organisme yang bisa mengendalikan hama, penyakit dan virus dengan cara alami. Agen hayati terbagi kedalam beberapa kelompok seperti kelompok Agen Antagonis, Agen Entomopatogen dan Agen PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Agen Antagonis Agen Antagonis adalah mikroorganisme atau jasad renik yang mengendalikan pertumbuhan patogen dengan cara menghambat penyebarannya melalui persaingan hidup dan bloking area pertumbuhan patogen itu sendiri. Jenis agen hayati yang tergolong kedalam Agen Antagonis diantaranya, Trichoderma sp, Paenibacillus Polymyxa dan Pseudomonas Fluorescens. Agen Entomopatogen Agen Entomopatogen adalah mikroorganisme atau jasad renik yang menghambat penyebaran hama dan penyakit dengan cara menginfeksi hama dan penyakit tersebut. Jenis dari kelompok agen Entomopatogen diantaranya seperti, Bacillus thuringiensis, Beauveria bassiana dan Verticillium lecanii. Agen PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Kelompok agen hayati PGPR atau Plant Growth Promoting Rhizobacteria merupakan agen hayati yang berkemampuan menekan perkembangan hama dan penyakit dengan cara mengkolonisasi perakaran dan bersaing dalam hal penyerapan makanan. Contoh mikroorganisme yang tergolong kedalam agen PGPR diantaranya Pseudomonas sp dan Bacillus Laterosporus var BoDde. Predator dan Parasitoid Kelompok agen ini terdiri dari organisme yang mengendalikan hama secara langsung, dengan cara memakan, menghisap dan memangsang secara langsung hama. Contoh dari kelompok ini adalah Laba-laba, Ular dan Tomcat (Paederus littoralis) Teknik pembuatan agent hayati sederhana : Bahan . 1. Kentang = 1 kg dikupas kulitnya 2. Gula putih = ½ kg 3. Streptomicym = 10 ml 4. Alkohol = 70% 5. Isolat = 1 tabung reaksi 6. PK = 1 gram Alat 1. Galon Aqua = 1 buah 2. Aerator kecil = 1 buah 3. Botol = 2 buah 4. Selang kecil = 2 m 5. Karet sandal = 1 buah 6. Korek api = 1 buah Cara pembuatan : 1. Rebus kentang dalam 16 liter bersama gula putih ½ kg hingga mendidih. 2. Saring air rebusan kentang dan diamkan hingga dingin 3. Strerilkan galon aqua dengan menggunakan alkohol 70% dengan cara memasukkan sedikit alkohol selanjutnya diratakan dan disulut korek api sempai bunyi bluk dan galon terasa sedikit hangat ditangan. 4. Selanjutnya masukkan air rebusan kentang ( setelah didinginkan ) sebanyak 15 liter kedalam galon. 5. Masukkan Isolat kedalam tabung galon aqua + treptomycin 6. Tutup tabung dengan karet sandal yang sebelumnya sudah diberi lubang dan sudah ada selang tekan dan selang buang ( selang tekan dari aerator ke tabung, selang buang dari tabung masuk ke botol yang berisi cairan PK dan keluar setelah udara melelui cairan PK) 7. Biarkan proses hingga kurang lebih 15 hari/ jika sudah bau aroma tape. Hal ini menunjukkan jika proses fermentasi berhasil. Dan agent hayati siap digunakan. Anjuran pakai : 1 gelas aqua + air untuk ukuran tangki 14 liter. Semprotkan tepat sasaran sehingga jika OPT ex. Wereng yang terkena semprot maka hama akan kena jamur dan mati. Dengan tanda serangga terselimutu jamur berwarna putih. CATATAN : Petunjuk bisa lihat gambar ( visulanya ) SELAMAT MENCOBA