Loading...

AMPAS TAHU SEBAGAI PAKAN TERNAK SUMBER PROTEIN PADA KELINCI

AMPAS TAHU SEBAGAI PAKAN TERNAK SUMBER PROTEIN PADA KELINCI
Ampas tahu merupakan limbah dari proses pembuatan tahu. Ampas tahu mengandung protein yang cukup tinggi dan mengandung asam fitat. Akan tetapi adanya asam fitat dalam ampas tahu tersebut menjadi salah satu pembatas penggunaannya untuk pakan ternak, khususnya ternak nonruminansia. Tetapi untuk ternak ruminansia hal tersebut tidak masalah karena dalam rumen terdapat mikroorganisme yang mampu menghasilkan enzim fitase yang akan menghidrolisis asam fitat dalam ampas tahu. Kelinci sebagai salah satu hewan ruminansia. Untuk itu ampas tahu merupakan pakan yang potensial bagi ternak kelinci. Potensi Ampas Tahu sebagai Pakan Ternak Kelinci Penggunaan ampas tahu untuk pakan ternak sebenarnya sudah dilakukan sejak lama dan hasil uji coba pada kelinci juga menunjukan kinerja yang baik. Kelinci yang diberi pakan ampas tahu mempunyai berat dan ukuran yang cukup optimum. Apalagi buat kelinci pedaging, daging yang dihasilkan lebih banyak, juga bulu menjadi lebih mengkilap dan perawatan pakan lebih praktis. Juga tidak ada efek samping dari penggunaan ampas tahu. Keunggulan dari pakan ampas tahu antara lain dapat dijadikan sebagai sumber protein pada pembuatan pakan ternak karena mempunyai kandungan protein kasar yang cukup tinggi berkisar antara 23 – 29% dan kandungan nutrisi lain seperti lemak 4,93% dan serat kasar 22,65%. Kandungan nilai gizi dari pakan berbasis ampas tahu akan meningkat setelah difermentasikan dengan mikroba pada kondisi pH awal 6 dengan lama waktu fermentasi 12 jam. Selain itu akan mengurangi dan menghilangkan pengaruh negatif dari bahan pakan tertentu, meningkatkan nilai cerna, menambah rasa dan aroma, meningkatkan kandungan vitamin dan mineral serta menghasilkan enzim hidrolitik pada pakan sehingga mudah untuk diserap oleh ternak. Pembuatan Pakan Ternak Berbasis Ampas Tahu untuk Ternak Kelinci Bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan ternak berbasis ampas tahu untuk ternak kelinci terdiri atas campuran 30% dedak padi, 12% jagung giling, 8% bungkil kedelai, 10% onggok, 5% mineral premix, molase serta 35% ampas tahu. Proses pembuatan pakan berbasis ampas tahu sebagai berikut :a. Keseluruhan bahan pakan dicampur merata hingga menjadi adonan yang homogen;b. Adonan dicampur dengan air bersih sambil diaduk hingga lembab yang ditandai dengan jika bahan dikepal maka tangan terasa lembab tapi tidak basah;c. Adonan yang sudah lembab dimasukkan ke dalam alat pembuat pelet dan segera diolah sehingga keluar pelet yang panjangnya sekitar 1 cm dengan diameter sekitar 4 mm;d. Pelet dikeringkan dengan bantuan sinar matahari selama 1 – 2 hari;e. Pelet yang sudah kering dapat disimpan lama sehingga aman dan tidak berjamur. Berdasarkan hasil pengukuran konsumsi pakan berbasis ampas tahu pada kelinci umur sekitar 2 – 3 bulan menunjukan bahwa kelinci mampu mengkonsumsi pakan pelet cukup baik. Untuk itu penggunaan ampas tahu sebagai pakan ternak kelinci merupakan teknologi pakan ternak unggulan yang dapat mendukung ketersediaan pakan ternak yang murah dan berkesinambungan bagi peternakan di perkotaan serta dapat digunakan sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan dengan cara mengurangi limbah dari industri pengolahan tahu. Penulis : Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Syamsu Bahar, 2017. Pemanfaatan Ampas Tahu Sebagai Pakan Ternak untuk Kelinci. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian 39 (3). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.