Buah–buahan merupakan salah satu komoditi yang penting dan terus ditingkatkan produksinya baik memenuhi konsumsi dalam satu kabupaten maupun permintaan luar propinsi jawa timur. Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caracecae dan merupakan komoditi hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya buah tersebut, dapat meningkatkan permintaan terhadap pepaya sehingga jumlah dan pasokan pepaya juga harus ditingkatkan, untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan pengembangan budidaya pepaya dan peningkatan produktivitasnya dengan cara efisiensi produksi dan perluasan skala usaha. Perkembangan teknologi menjadi syarat penting bagi peningkatan produksi pepaya. Salah satu prasyarat perkembangan budidaya pepaya adalah penggunaan varietas unggul dan benih yang bermutu varietas pepaya yang bisa meningkatkatkan hasil produksi, yaitu Pepaya California, Pepaya California sebenarnya hasil pemuliaan tanaman dari pusat kajian buah- buahan tropika Institut Pertanian Bogor ( PKBT– IPB ) dengan nama IPB–9 atau Calina. Pepaya ini berukuran kecil berbentuk lebih lonjong dengan bobot rata – rata 1,3 kg perbuah. Tanaman ini dapat tumbuh subur sepanjang tahun (tanpa mengenal musim) di Indonesia. Dengan menanam pepaya california diharapkan bisa meningkatkan pendapatan petani. Salah satu jenis tanaman buah-buahan yang sangat digemari dan dibudidayakan oleh masyarakat diwilayah Kecamatan Ngantru khususnya Desa Banjarsari adalah pepaya. Permintaan buah-buahan yang semakin tinggi juga dapat membuka peluang bagi usaha agribisnis buah sehingga diharapkan dapat bersaing bebas saat ini Petani di desa Banjarsari Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung membudidayakan papaya dengan jenis pepaya california, Pada umumnya para petani belum pernah melakukan analisa usahatani pepaya california mereka belum pernah menghitung secara rinci berapakah biaya, penerimaan, pendapatan ,tingkat efisiensi, dan pada bulan keberapa modal usahataninya dapat kembali atau untuk pembayaran , mencapai Break Even Point (BEP). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah : (1) Berapakah pendapatan usahatani pepaya california Pada musim tanam januari – juli 2019 (2) Berapakah efisiensi usahatani Pepaya california (3) Kapankah usahatani pepaya california sudah kembali modal atau mencapai Break Even Point (BEP)?. Kegiatan ini menggunakan metode sensus yaitu mengamati individu dari suatu populasi ,atau pengamatan keseluruhan populasi dengan populasi sebanyak 28 petani secara keseluruhan petani dijadikan responden. Berdasarkan hasil pengolahan data responden, dapat di ketahui rata-rata total biaya atau Total Cost (TC), per hektar untuk usahatani pepaya california sebesar Rp. 36.974.300. jumlah produksi rata-rata ditingkat petani adalah sebesar 22.497Kg. Dengan harga harga yang diterima petani pada saat itu antara Rp.2000 s/d Rp.2500 per kg maka diperoleh jumlah penerimaan sebesar Rp.49.453.000 pendapatan usahatani pepaya california yaitu sebesar Rp. 13.308.900. Untuk mengetahui kapankah usahatani pepaya california kembali modal (BEP) perlu adanya perhitungan Pay back priode(priode pembayaran kembali) untuk perhitungan Pay back priode rata-rata petani pepaya california mencapai impas (BEP) pada saat tanaman umur 7 bulan Pay Back Preode (PBP) usahatani pepaya california usahatani pepaya california pada saat tanaman umur 7 bulan sudah melebihi BEP dan sudah memberikan keuntungan tetapi keuntungannya belum layak yaitu sebesar Rp.838.200 atau 1,03 karena untuk ukuran kelayakan menurut (Sukartawi, 2002) adalah 1,2 dari biaya yang dikeluarkan. Pada pay back priode tanaman berumur 8 bulan yang memberikan keuntungan layak (efisien)dengan R/C Ratio sebesar 1,3. Diatas RC Ratio kaidahnya yaitu R/C Ratio >1,2. Pada umur tanaman ke 8 bulan Nilai dari R/C Ratio sebesar 1,3 maka dapat diartikan bahwa setiap penggunaan biaya sebesar 1 satuan nilai maka diperoleh penerimaan sebesar 1,3 satuan nilai dengan demikian dari perhitungan R/C Ratio usahatani pepaya california berarti usahatani efisien atau menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Penulis wirawan rubi permana,sp Daftar pustaka Sukartawi, Analisis Usahatani 2002, Penerbit Universitas Indonesia (UIPress)