Loading...

ANTISIPASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI GERDAL OPT DAN GERNANG DPI

ANTISIPASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI GERDAL OPT DAN GERNANG DPI
Kita kadang masih bingung membedakan istilah cuaca, musim dan iklim. Secara definisi kita harus memahami istilah tersebut agar dapat membedakan secara tepat. Cuaca adalah keadaan fisik atmosfer pada suatu saat (waktu tertentu) di suatu tempat, yang dalam waktu singkat (pendek) berubah keadaannya, seperti panasnya, kelembabannya, atau gerak udaranya. Musim merupakan rentang waktu yang mengandung fenomena (nilai sesuatu unsur cuaca) yang dominan atau mencolok. Iklim adalah peluang statistik keadaan cuaca rata-rata atau keadaan cuaca jangka panjang pada suatu daerah, meliputi kurun waktu beberapa bulan atau beberapa tahun. Hubungan iklim dan pertanian adalah : keragaman hasil tanaman pangan dari musim ke musim sangat erat kaitannya dengan keragaman iklim, Perlu memahami faktor apa yang sangat mempengaruhi keragaman iklim dan terhadap apa saja iklim mempengaruhi, Keragaman iklim mempengaruhi antara lain terhadap : fotosintesis (cahaya matahari, suhu udara)akumulasi heat unit (suhu udara), metabolisme tanaman (suhu udara dan suhu tanah), penyerbukan (angin), kemunculan hama dan penyakit (suhu udara, kelembaban relatif), produksi (curah hujan, suhu udara, radiasi). Perubahan Iklim adalah berubahnya baik pola dan intensitas unsur iklim pada periode waktu yang dapat dibandingkan (biasanya terhadap rata rata 30 tahun). Selain itu juga diperjelas bahwa perubahan iklim terjadi karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal, atau ulah manusia yang terus menerus merubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan. Atau berubahnya iklim yang diakibatkan langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global dan selain itu juga berupa perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim adalah Sinar Matahari , Temperatur, Tekanan Udara, Angin, Penguapan, Kelembaban, Curah Hujan. Perubahan iklim global akan mempengaruhi setidaknya tiga unsur iklim dan komponen alam yang sangat erat kaitannya dengan pertanian yaitu: naiknya suhu udara yang juga berdampak terhadap unsur iklim lain, terutama kelembaban dan dinamika atmosfer, berubahnya pola curah hujan, makin meningkatnya intensitas kejadian iklim ekstrim. Adaptasi Perubahan Iklim adalah kemampuan suatu sistem (termasuk ekosistem, sosial-ekonomi, dan kelembagaan) untuk menyesuaikan dengan dampak perubahan iklim, mengurangi kerusakan, memanfaatkan kesempatan, dan mengatasi konsekuensinya. Lebih jelasnya adaptasi adalah berbagai tindakan penyesuaian diri terhadap kondisi perubahan iklim yang terjadi. Mitigasi Perubahan Iklim adalah tindakan untuk mengurangi intensitas kekuatan radiasi dalam mengurangi potensi dampak dari pemanasan global. Atau tindakan aktif untuk mencegah/memperlambat perubahan iklim (pemanasan global) melalui upaya penurunan emisi dan/atau peningkatan penyerapan gas rumah kaca. Perubahan iklim yang dihadapi Indonesia diantaranya adalah perubahan pola curah hujan, kenaikan muka air laut, dan suhu udara, serta peningkatan kejadian iklim ekstrim berupa banjir dan kekeringan. Kejadian iklim ekstrim antara lain menyebabkan: (a) kegagalan panen dan tanaman, penurunan IP yang berujung pada penurunan produktivitas dan produksi; (b) kerusakan sumberdaya lahan pertanian; (c) peningkatan frekuensi, luas, dan bobot/intensitas kekeringan; (d) peningkatan kelembaban; dan (e) peningkatan intensitas gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT). Dampak banjir Peningkatan intensitas banjir secara tidak langsung akan mempengaruhi produksi karena meningkatnya serangan hama penyakit (OPT). Peningkatan frekuensi kejadian banjir dapat menimbulkan masalah berupa serangan hama keong emas pada tanaman padi. Di samping itu juga ada indikasi bahwa sawah yang terkena banjir pada musim sebelumnya berpeluang lebih besar mengalami ledakan hama wereng coklat, seperti yang dilaporkan oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan (2007), dimana serangan wereng coklat meningkat drastis pada tahun kejadian La-Nina 1998. Peningkatan suhu menyebabkan terjadinya peningkatan transpirasi yang selanjutnya menurunkan produktivitas tanaman pangan, meningkatkan konsumsi air, mempercepat pematangan buah/biji, menurunkan mutu hasil dan berkembangnya berbagai hama penyakit (OPT). dampak perubahan iklim harus selalu diantisipasi oleh petani dan semua stake holder pertanian agar kondisi ketahanan pangan dapaat terjaga. Upaya yang dapat dilakukan adalah mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Mitigasi adalah segala upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan dari suatu kejadian. Adaptasi adalah upaya atau cara yang dilakukan mengatasi tekanaan lingkungan sekitar untuk bertahan hidup. Langkah umum mitigasi dan adaptasi Perbaikan sistem budidaya, terutama pemakaian bahan organik dari pemupukan ataupun penggunaan pestisida nabati sehingga mampu meningkatkan penyimpanan karbon tanah, Pengaturan waktu tanam dan pergiliran tanaman, Penggunaan varietas yang toleran terhadap cekaman biotik maupun abiotik, Sistem pemanenan dan pengelolaan air yang baik, Implementasi PHT, Sistem peringatan dini perubahan cuaca ekstrim. Teknologi mitigasi dari padi sawah antara lain: Pengelolaan irigasi, Peningkatan penggunaan pupuk dan pestisida organik Upaya yang dapat dilakukan oleh petani dalam menangani dampak perubahan iklim terutama serangan OPT adalah Gerakan Pengendalian OPT (Gerdal) yang dilakukan secara rutin dari sebelum tanam sampai keluarnya malai, terutama tindakan preventif atau pencegahan sebelum adanya serangan OPT. Penggunaan APH (Agensia Pengendali Hayati) merupakan upaya yang aman dan sehat dalam mencegah serangan OPT sekaligus menghasilkan produk pertanian yang sehat dikonsumsi. Agensia hayati yang dapat digunakan dalam gerakan pengendalian OPT adalah: PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria), Beauveria Bassiana, Coryne Bacterium, Paenibacilus Polymyxai. Penggunaan agensia hayati dalam gerakan pengendalian OPT ini dilakukan agar produk pertanian yang dihasilkan sehat dan mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia. Sedangkan untuk mengatasi dampak perubahan iklim yang berupa banjir petani secara bersama-sama dan rutin melakukan gerakan penanganan dampak perubahan iklim yaitu melakukan pembersihan saluran irigasi dari segala yang menghambat jalannya air sehingga kalau ada banjir air dapat lancar keluar dari sawah sehingga mengurangi genangan di lahan sehingga produksi tanaman tidak terlalu dipengaruhi oleh banjir.