Kekeringan dan banjir menjadi sebuah langganan bagi sebagian petani. Karena itu harus ada solusi jangka panjang agar petani tak selalu merugi akibat bencana alam tersebut. Salah satu yang ditawarkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian adalah menyediakan benih varietas unggul yang tahan segala medan, baik banjir maupun kekeringan.Ada 12 varietas unggul padi toleran kekeringan dan genangan ini diantaranya, limboto, batutegi, towuti, situ patenggang, situ bagendit, inpari 10 Laeya, inpago 4, inpago 5, inpago 6, inpago7, inpago 8, dan inpago 9. Keduabelas varietas ini dapat menghasilkan beras 6 - 8,5 ton per hektare.Penyediaan kebutuhan benih varietas unggul amfibi ini dilakukan Balitbangan secara rutin yang meliputi kelas benih pejenis (BS), Benih Dasar (BD), dan benih Pokok (BP). Sedangkan pendistribusiannya sendiri hingga pertengahan tahun 2015 telah penyebaran benaih sumber varietas toleran kekeringan mencapai 526,2 ton terutaman ke J Padi ini dikatakan amfibi karena varietas ini siap menghadapi cuaca ekstrem yaitu kekeringan dan genangan (banjir).abar, Jatim, dan Jateng.Salah satu strategi menghadapi cekaman biotik dan abiotik adalah dengan varietas unggul yang dapat bertahan dalam dua kondisi yang berbeda, kondisi kekeringan dan kebasahan (tergenang). Varietas unggul tersebut di antaranya, Limboto, Batugeni, Towuti, Situ Patenggang, Situ Bagendit, Inpari 10 Laeya dan Inpago 4-9.Sebagai contoh, varietas unggul amfibi, seperti Situ Bagendit dan beberapa Inpago yang merupakan varietas padi gogo/lahan kering, mampu beradaptasi baik pada kondisi tergenang pada lahan sawah. Sebaliknya Inpari 10 Laeya yang merupakan padi sawah irigasi, mampu beradaptasi baik pada kondisi kekeringan di lahan sawah dan juga beradaptasi baik pada lahan tadah hujan dan gogo. "Dengan adanya varietas unggul ini, petani bisa memilih. Varietas ini mampu bertahan dalam kondisi tidak normal,"katanya.Beberapa varietas unggul amfibi yang sudah diadopsi petani sejak tahun 2009-2014 adalah Situ Bagendit dengan luas tanam 2,766 juta ha, Inpari 10 (229.238 ha), Towuti (137.081 ha), Inpago 4 (112.084 ha), Situ Patenggang (39.753 ha), Batutegi (24.921 ha).Penyediaan Benih Secara RutinPenyediaan kebutuhan benih varietas unggul amfibi untuk antisipasi dampak kekeringan dilakukan Balitbangtan secara rutin. Meliputi kelas benih penjenis (BS), benih dasar (BD) dan benih pokok (BP). "Benih varietas unggul tersebut telah didistribusikan kepada petani di berbagai fokasi sesuai permintaan,".Stok benih sumber (BS, BD dan BP) varietas unggul padi tergolong amfibi (toleran kekeringan dan hujan), antara lain varietas Batutegi, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpagi 1, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11, Inpari 10, Limboto, Situ Bagendit, Situ Patenggang dan Towuti dengan komposisi BS 5.356 kg, FS 8.055 kg, SS 19.662 kg dan ES 5.520 kg. Jika diproduksi selanjutnya untuk produksi ES maka akan dihasilkan 16,3 juta ton dapat mencover lahan seluas 593.221 ha.Benih sumber varietas toleran kekeringan telah distribusikan ke berbagai provinsi melalui BPTP, BBI, BBU dan para penangkar di daerah. Hingga pertengahan tahun 2015 telah terdistribusi benih sumber varietas toleran kekeringan mencapai 526,2 ton, terutama ke Jabar, Jatim dan Jateng, termasuk Sumatera Selatan adalah Situ Bagendit, Inpago 8, Situ Patenggang dan Inpari 10. Sumber : 1. http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/tahukah-anda/135-empat-belas-vub- amfibi 2. http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/15/07/09/nr7q95-benih-padi-varietas- amfibi-cocok-untuk-musim-kering-20153 poskotanews.com/2015/07/.../balitbang-kementan-luncurkan-benih-padi- unggul-amfi. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id