Masalah, tantangan, rintangan, kendala di masa mendatang semakin rumit, kompleks dan berat, ditambah adanya pelemahan nilai rupiah terhadap dolar USA, disamping itu, akan diberlakukan perdagangan bebas ASEAN mulai 1 Januari 2015, menambah deretan panjang skematis di sektor agribinsis. Apakah kita para petani juga ikut-ikutan pesimis menghadapi problematika kehidupan yang pesimis tersebut, serta dinamika ekonomi global yang rentan terhadap gejolak krisis global. Bagaimana para petani menghadapi kondisi yang dinamis tersebut ? Ada beberapa konsep yang harus dijalankan oleh petani kita, yaitu; (1) Memilih komoditas yang tepat; (2) Melakukan survey pasar; (3) Mempromosikan produk secara gencar dan kontinu; (4) Mencari dan mengelola modal usaha secara cermat, cerdas, dan kerja keras; (5) Menentukan skala kegiatan secara baik, efektif, dan efisien yang berlandaskan manajemen yang mumpuni; (6) Memilih lahan agribisnis yang subur, strategis, nyaman, aman, dan jaminan infrasturktur yang baik; (7) Mengelola tenaga kerja secara optimal, berdayaguna dan berhasilguna; (8) Manajemen usaha agribinsis yang profesional, progesif, dan efektif, dan dinamis; dan (9) Menjalin kerjasama dan kemitraan usaha agribisnis yang saling menguntungkan, saling memperkuat, dan saling mendukung. Apakah yang harus mendapat perhatian para petani dalam menjalankan dunia agribisnisnya, antara lain; (1) Pasar dan pemasaran, sebelum terjun dalam agribisnis faktor utama yang harus dipertimbangkan adalah pasar, karena produksi komoditas agribisnis bukan untuk digunakan sendiri, tetapi selalu dijual kepada pihak lain. Karena itu, produksi harus disesuaikan dengan permintaan pasar, baik jenis, kualitas maupun kuantitasnya; (2) Kualitas dan standar mutu produk, antara lain; kualitas produk diartikan sebagai grade atau tingkatan mutu produk, dan kualitas produk dibedakan menjadi tiga kelas, yakni; a. kelas atas (baik), b. kelas menengah (sedang), dan c. kelas bawah (jelek), disamping itu ada juga kelas super (sangat baik), dan kelas afkir (sangat jelek). Sedangkan standar mutu produk adalah persyaratan teknis agar komoditas tersebut memenuhi persyaratan untuk dikonsumsi. Disamping itu komoditas produk agribisnis harus diproduksi secara kontinu, karena konsumen selalu memerlukan produk secara terus menerus, jika konsumen membutuhkan produk tersebut, tetapi produk tersebut tidak tersedia, maka konsumen akan beralih ke produksen lain, atau porduk lain; (3) Promosi, merupakan segala macam upaya untuk merebut pasar, setelah potensi pasar dapat kita identifikasi, maka potensi pasar tersebut harus kita kuasai dengan cara melalui kegiatan promosi, karena kegiatan promosi dianggap penting, karena setiap saat pelanggan bisa direbut oleh pesaing. Cara promosi yang paling efektif dan murah adalah melalui produk itu sendiri, misalnya untuk mempromosikan buah jeruk dengan cara meminta calon konsumen langsung mencicipinya; (4) Distribusi, yakni upaya menyalurkan barang yang telah diproduksi agar sampai ke tangan konsumen; dan (5) Harga yang wajar sesuai dengan kualitas produk, dan daya beli konsumen, serta sistem pembayaran merupakan faktor yang sangat menentukan kesuseksan pemasaran produk agrinbisnis. Bagaimana memilih komoditas secara tepat, kiatnya adalah melihat tingginya faktor keamanan, dan kecilnya faktor resiko. Pilihlah komoditas yang tingkat resikonya rendah, walaupun tingkat keuntungannya juga rendah. Tidak ada komoditas agribisnis yang paling menguntungkan , karena tinggi rendahnya tingkat keuntungan atau kerugian tidak ditentukan oleh jenis komoditasnya, tetapi oleh faktor efisien, efektivitas, dan skala usaha komoditas tersebut. Selain itu, masih ada pertimbangan yang tak kalah penting yaitu; pertimbangan agroklimat dibandingkan faktor lahan. Faktor agroklimat sulit (atau tidak mungkin) direkayasa dibandingkan dengan faktor tanah. Sinar matahari, hujan, angin, kelembaban, dan suhu udara adalah faktor yang sangat sulit, bahkan tidak mungkin diubah(F. RAHARDI, Buku Cerdas Beragribisnis, Agromedia Pustaka, 2003). Nganjuk; Januari 2014 Penulis, MASRUKIN,SP. Penyuluh Pertanian Madya, Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian pada Dinas Pertanian Daerah Kab.Nganjuk, Jatim. ( Penulis: Masrukin, SP. Penyuluh Pertanian Madya-Kelompok Jabatan Fungsional, Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Nganjuk)