Loading...

BAHAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH KELAPA SAWIT

BAHAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH KELAPA SAWIT
Sawit merupakan salah satu komoditi andalan Indonosia dengan trend perkembangannya makin meningkat, mengingat manfaat sawit sangat beragam mulai dari. Sebagai bahan pangan, industry hingga biofuel dan limbahnya pun bermanfaat baik sebagai pupuk organik maupun sebagai pakan ternak. Pupuk organik meupakan hasil dekomposisi dari berbagai limbah pertanian/bagian-bagian tanaman yang sudah tidak dimanfaatkan lagi maupun limbah/kotoran ternak. Pupuk organik memiliki kelebihan pada komposisi/kandungan unsur-unsur haranya yang cukup lengkap. Selain itu pupuk organic dapat memperbaiki tekstur dan struktur tanah. Pupuk organik selain mudah juga murah harganya sehingga siapapun bisa membuatnya. Adapun limbah sawit yang dapat digunakan sebagai pupuk sebagai berikut: 1. Janjangan Kosong, janjangan kosong biasa disebut empty fresh bunch (EFB). Tandan buah segar yang telah diambil buahnya akan menyisakan janjangan saja, Dari setiap tandan buah segar akan diperoleh janjangan saja. Dari tiap tandan buah segar akan diperoleh janjangan sekitar 20% dari berat awalnya. Janjangan kosong mempunyai kandungan karbon dan nitrogen dengan perbandingan C/N yang cukup tinggi. Kadar rasio yang tinggi ini membuat dekomposisi dan mineralisasi janjangan kosong akan sangat mudah menyerap dan menyimpan air. Sifat sangat mudah menyerap dan menyimpan air inilah yang membuat janjangan kosong bisa dipergunakan sebagai mulsa agar suplai air dan simpanan air tanah tetap terjamin. Pemberian mulsa janjangan kosong cocok diterapkan pada kelapasawit yang masih pada tahap tanaman belum menghasilkan (umur 1-3 tahun).. 2. Abu janjang, janjangan kosong yang mengalami perlakukan pengabuan secara perlahan-lahan didalam incinerator akan menghasilkan abu. Setiap berat total tandan buah segar yang diolah akan menghasilkan abu jenjang sekitar 0,45%. Abu janjang kaya dengan kandungan unsure kalium (K). Oleh karena itu, abu janjang bisa menggantikan penggunaan pupuk tunggal kalium (K).Pada lahan gambut, pemberian abu janjang dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan tanah. Dari hasil uji, kandungan unsure-unsur hara yang terdapat didalam abu janjang terdiri dari senyawa P2O5 (4%), K2O (40%), MgO (6%) dan CaO (5%). Abu janjang sendiri bersifat basa kuat (pH 12). Sifat fisikanya sangat higroskopis. Unsur-unsur hara yang tersimpan didalam abu janjang mudah larut dalam air. Abu janjang harus disimpan didalamkantong plastic dan hindarkan penggunaan wadah penyimpanan yang terbuat dari bahan berpori. 3. Pelepah kelapa sawit, pelepah kelapa sawit juga dapat dipakai sebagai bahan dasr pembuatan pupuk organic. Dari hasil penelitian, potongan pelepah kelapa sawit yang dikumpulkan pada luasan satu hektar akan menghasilkan komposisi unsur-unsur sebagai berikut: unsure N sebanyak 125 kg (0,5%), P2O5 sebanyak 23 kg (0,1%), K2O sebanyak 176 kg (0,8) dan MgO sebanyak 25 kg (0,1%). Teknis penerapannya yaitu pelepah sawit disusun rapid an dibentuk pola L pada lahan sehingga pelepah akan membusuk dan hasil pelapukan ini kemudian dibongkar dan selanjutnya bisa dipergunakan sebagai pupuk.. . 4. Limbah padat pabrik pengolahan kelapa sawit (dried decanter solid), limbah ini biasa disebut solid agar lebih mudah diingat. Bahan ini beasal dari bahan dasar daging buah sawit yang kelihatan serabutnya berondolan dan telah mengalami serangkaian pengolahan di pabrik. Dari tandan buah segar yang telah diolah akan menghasilkan solid basah sekitar 5% dan solid kering sekitar 2%. Bahan limbah ini mudah terurai oleh mikroorganisme dengan waktu urai sekitar 6 minggu. Solid basah harus segera dimanfaatkan. Kandungan unsure-unsur hara solid lebih tinggi jika dibandingkan dengan janjangan kosong. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1)Yusnun Iman Nurhakim, 2014, Perkebunan Kelapa Sawit Cepat Panen, 2) Dihimpun dari beberapa sumberSumber gambar: https//www.google.co.id/search..../.....