Loading...

Bahan Tanam Kelapa Sawit Unggul

Bahan Tanam Kelapa Sawit Unggul
Penggunaan bahan tanam kelapa sawit unggul merupakan salah satu modal utama untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi, disamping faktor-faktor lain seperti syarat tumbuh kelapa sawit, dan praktik budidaya yang baik dan benar. Bahan tanam kelapa sawit unggul mampu menjadikan pohon-pohon yang subur dan menghasilkan tandan buah segar dan minyak yang jauh lebih tinggi dibandingkan penggunaan benih asalan. Kesalahan dalam memilih bahan tanam kelapa sawit akan manyebabkan kerugian yang sangat besar, karena produksi yang sangat rendah baru akan terlihat dalam waktu yang cukup lama, yaitu setelah tanaman kelapa sawit berproduksi. Untuk itu maka kita harus pastikan bahwa bahan tanam yang kita gunakan adalah benih unggul. Ciri-ciri benih kelapa sawit unggul : (1) Berasal dari kecambah biji kecil. Ukuran bijinya haruslah kecil dan tidak terlalu besar. Jangan memilih biji-biji besar karena itu mungkin saja bukanlah bibit-bibit ungula; (2) Memiliki plumula 1/3 dan radikula 2/3. Jangan dipilih jika ukurannya kurang atau lebih dari ketentuan tersebut;(3) Tempurungnya licin dan tidak memiliki serat; (4) Pada butir kecambah terdapat tulisan berasal dari lembaga Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Biasanya benih kelapa sawit yang berkualitas yang lolos uji adalah yang telah disahkan oleh lembaga ini; (5) Ukuran kecambah seragam. Jika ada yang lebih besar dari yang lain, kemungkinan bukan bibit unggul yang kita inginkan; (6) Bebas hama dan penyakit.Ciri-ciri benih kelapa sawitpre nuseryyang unggul adalah: (1) Jumlah daunnya 3-4 helai. Pertumbuhan kelapa sawitnya normal. Tidak mengalami penghambatan dalam faktor pertumbuhan sawitnya; (2) Bebas dari benih-benih abnormal; (3) Tidak terserang hama penyakit sawit.Ciri-ciri benihmain nursery(10-12 bulan) adalah: (1) Pelepah lebih terbuka. Jika tidak terbuka maka dipastikan benih sawit tersebut tidaklah yang terbaik; (2) Bebas bibit abnormal; (3) Standar pertumbuhan benih sawit pada usia 10 bulan tingginya 110 cm dengan diameter 6.5 cm. Sementara pada usia 12 bulan tingginya 130 cm dengan diameter 6.8 cm dan memiliki pelepah berjumlah 17.Disamping ciri-ciri tersebut, dalam memilih benih kelapa sawit, perlu diperhatikan pula hal-hal sebagai berikut, seperti warna mata tunas, bentuk daun, warna tempurung, kondisi akar dan kondisi batang bibit sawitMata Tunas Bibit kelapa sawit unggul memiliki mata tunas yang normal dan berwarna putih bersih. Jika bibit sawit bewarna kecoklatan atau bahkan kehitaman, perlu dicurigai bahwa bibit sawit tersebut bukanlah bibit sawit unggul.Bentuk Daun Bibit sawit unggul memiliki anak daun yang melebar dan tidak kusut. Bibit sawit yang unggul tidak memiliki anak daun yang menggulung.Warna Tempurung Bibit sawit unggul memiliki tempurung yang berwarna hitam gelap. Selain itu, tempurung pada bibit sawit unggul tidak mengalami keretakan atau kerusakan.Kondisi AkarAkar pada bibit sawit unggul tidak terlalu panjang, hanya 2 sampai 3cm, keadaan akar bibit sawit unggul masih terlihat segar, tidak kering. Memiliki warna calon akar yang kekuning-kuningan mendekati hijau.Kondisi Batang Bibit Sawit Batangnbibit sawit memiliki ukuran yang pendek dan gemuk, karena batang yang pendek dan gemuk akan jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan batang yang tinggi dan kurus. Pada umumnya, batang bibit sawit yang tinggi dan kurus akan mudah sekali patah sebelum masuk masa pertumbuhan. Selain itu ukuran batang pada bibit sawit unggul yaitu antara 2 sampai 3 meter.Ciri-ciri bibit sawit unggul diatas pada umumnya bisa digunakan untuk memilih bibit sawit unggul jenis apa saja. Baik jenis sawit tenera, dura, ataupun bibit sawit yang liar. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian BPPSDMP).Sumber:https://sawitnotif.pkt-group.com/2018/02/22/cara-untuk-memilih-bibit-kelapa-sawit-unggul/https://gdmorganic.com/budidaya-kelapa-sawit/