Loading...

BAKORLUH SULSEL SINERGIKAN PERAN PENYULUH DENGAN PENELITI

BAKORLUH SULSEL SINERGIKAN PERAN PENYULUH DENGAN PENELITI
14.00 Para peneliti dan penyuluh bidang pertanian, perikanan dan kehutanan memegang peran penting dalam peningkatkan produksi hasil pertanian, perikanan dan kehutanan sehingga keduanya diperlukan kerjasama dan koordinasi yang sinergi di tingkat lapangan. Mengawali sinergitas peneliti dan penyuluh maka Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) provinsi Sulawesi selatan menyelenggarakan temu teknis di Quality Plaza Hotel Makassar belum lama ini dengan jumlah peserta lebih dari 216 orang penyuluh. Pertemuan antara peneliti dengan penyuluh memang sudah lama tidak dilaksanakan sehingga acara temu teknis ini cukup penting guna mensinergikan hasil-hasil penelitian untuk disuluhkan kepada pelaku utama. Kegiatan temu teknis antara penyuluh dengan peneliti di jaman orde baru terakhir dilaksanakan pada akhir tahun 1980-an karena anggaran dari pusat terhenti. Untuk menyambung tali koordinasi yang pernah terputus tersebut maka Bakorluh Sulsel menganggarkan melalui dana APBD provinsi 2013 berlanjut 2014 untuk memulai pertemuan antara penyuluh dengan peneliti. Kepala Sekretariat Bakorluh Sulsel Dr. Ir. H. Achmar Manring, MS mengatakan tujuan dari pertemuan ini antara lain untuk mengakselerasi penyuluh dengan peneliti, menyamakan pola piker dan membangun suasana kerja baru. Pertemuan selama tiga hari para peserta dibekali materi dari peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Balibang KP Maros, Ir. Muharjadi A, M.Sc dengan materi hasil penelitian pencegahan penyakit pada budidaya udang di tambak, Dr.Ir. Brata Pantjara, MS dengan materi budidaya IMTA (Integrated Multi Trofic Aquaculture), Prof.Dr.Ahmad Mustafa , MS tentang Karakteristik kesesuaian dan pengelolaan lahan tambak di Sulawesi selatan. Di sector pertanian para penyuluh dibekali materi tentang pestisida nabati pada tanaman hortikultura, pengolahan limbah terbak untuk pupuk organic, minapadi berbasis tanam jajae legowo, dan beberapa materi lain dengan narasumber peneliti dari Balai penelitian pertanian Sulawesi selatan. Sedangkan penyuluh kehutanan mendapat materi dari peneliti kehutanan Sulsel tentang budidaya tanaman bambu, agroforestry, budidaya hasil hutan gaharu dan manfaat hutan mangrove. Dalam pertemuan itu para peserta mengharapkan agar pertemuan semacam ini bisa berkelanjutan sampai di tingkat lapangan, agar koordinasi antara penyuluh dengan peneliti tidak hanya sebatas pertemuan di hotel berbintang.”Kami harapkan agar peneliti bisa berkoordinasi lebih lanjut di lapangan guna mensosialisasikan hasil penelitiannya ke tingkat pembudidaya melalui kegiatan disiminasi berupa petak percontohan maupun demfarm. Jangan lagi ada kesan hasil penelitian dari para peneliti hanya tersimpan di laci,” harap Muh. Nur, penyuluh perikanan dari balai penyuluhan Pattiro kabupaten Bone. Peneliti dari pusat penelian kehutanan Sulsel, Ir Maryana Kiding Allo, M.Si mengakui penyuluh kurang informasi teknologi sehingga diharapkan penyuluh menjadi ujung tombak hasil riset lembaga penelitian di tingkat lapangan. (Abd.Salam) Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Calibri; mso-bidi-theme-font:minor-latin;}