Loading...

Beberapa Hambatan Dalam Memproduksi Benih Padi Bermutu

Beberapa Hambatan Dalam Memproduksi Benih Padi Bermutu
Benih merupakan salah satu faktor utama dalam kegiatan budidaya tanaman yang menjadi penentu keberhasilan. Peningkatan produksi pertanian banyak ditunjang oleh peran benih bermutu. Benih yang bermutu menjanjikan produksi yang baik dan bermutu pula jika diikuti dengan perlakuan agronomi yang baik dan input teknologi yang berimbang. Sebaliknya, bila benih yang digunakan tidak bermutu maka produksinya banyak tidak menjanjikan atau tidak lebih baik dari penggunaan benih bermutu. Oleh karena itu benih memiliki peran strategis sebagai pembawa teknologi baru, berupa keunggulan yang dimiliki varietas dengan berbagai spesifikasi keunggulan misalnya 1)daya hasil tinggi, 2) tahan terhadap hama penyakit yang mendukung sistem pola tanam tanam dan pengendalian hama terpadu, 3) umur genjah untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan 4) keunggulan mutu hasil panen sehingga sesuai dengan selera konsumen. Namun kenyataannya dilapangan menunjukkan bahwa ketersediaan dan penggunaan benih bermutu masih kurang. Permasalahan yang dihadapi dalam peningkatan produksi benih antara lain adalah : a. Keterbatasan ketersediaan benih sumber untuk diperbanyak oleh produsen dan penangkar benih; b.produsen benih kelas menengah ke bawah umumnya belum mempunyai pemulia sendiri, serta penyilang benih banyak yang belum mempunyai laboratorium kultur jaringan; c.Keterbatasan modal usaha, sehingga penggunaan input dan sarana produksi terbatas, yang berakibat volume usaha juga tidak optimal; d.Keterbatasan varietas benih dalam negeri yang disukai konsumen; e. Keterbatasan data supply-demand benih antar daerah dan antar sentra, sehingga jalur dan pemenuhan benih tidak terpantau secara baik; f. Keterbatasan jumlah dan kemampuan petugas pengawas benih tanaman; dan g.Keterbatasan dana operasional bagi Balai Benih BPS dan Pengawas Benih TanamanPersoalan saat ini ketersediaan benih unggul masih merupakan kendala utama. Benih-benih yang diproduksi masih banyak yang belum memenuhi persyaratan yang dimaui pelanggan. Hal ini turut menyulitkan kiprah agribisnis Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.Dalam memproduksi benih bermutu sangat tergantung kepada input, proses, dan output. Input dimulai dari benih sumber yang memenuhi standar. Dari situ akan dihasilkan benih penjenis untuk kemudian diseleksi lagi menjadi benih dasar. Selanjutnya akan dipisahkan benih stok untuk selanjutnya dihasilkan benih sebar yang akan digunakan sebagai benih oleh petani. Lebih jauh mengenai benih bermutu, benih harus asli dan lulus uji kualitas yang berarti kalau ditanam harus tumbuh. Selain itu benih harus murni. Artinya, tidak tercampur oleh varietas lain atau biji gulma melampaui batas toleransi. Untuk menjamin keaslian harus ada sistem standardisasi baik pada sistem mutu, kompetensi personel, maupun akreditasi laboratorium. Untuk itu harus ditekankan bagaimana produsen mampu memperbanyak benih dengan tetap menjaga kualitas. Selain standardisasi, perlu juga diperhatikan mengenai sertifikasi.Persyaratan benih bermutu merupakan hal yang sangat penting dalam rangka melindungi kepentingan konsumen. Khusus mengenai benih bersertifikat, sebaiknya petani jangan dipaksa harus membeli benih bersertifikat., tetapi mendorong kesadaran petani untuk menggunakan bibit bermutu dan mendorong agar petani mampu memproduksi benih bermutu sendiri. Hal tersebut penting untuk menghadapi persaingan global, disamping juga membuat petani dan swasta bergairah memproduksi benih bermutu, Misalnya saja saat ini ada permintaan beras instan dan beras bening yang tinggi dari negara-negara Timur Tengah. Atau berkembangnya industri berbahan baku beras seperti industri bihun. Ini tentu merupakan peluang termasuk penyediaan benih-benih yang sesuai dan bermutu. Dalam pertanian maju, benih tidak hanya semata-mata sebagai bahan tanam, namun juga sebagai sarana pembawa teknologi. Dengan demikian produksi benih dalam skala luas dengan mekanisme pengendalian mutu mesti menjadi prioritas. Selain itu untuk menjaga keaslian dan kemurnian varietas selama proses produksi dan distribusi memerlukan keahlian dan manajemen khusus.Hal ini sebagai antisipasi terhadap perubahan lingkungan global, khususnya untuk komoditas strategis. Penyunting: Yulia Tri SEmail: yuliatrisedyowati@yahoo.co.idSumber: 1. Wirawan, B., dan Sri Wahyuni. 2002. Memproduksi Benih Bersertifikat. Penebar Swadaya, Jak2. Kartasapoetra, A.G. 1992. Teknologi Benih. Rinneka Cipta Saputra, Jakarta3. Kuswanto, H., 1994. Produksi dan distribusi benih. Forum komunikasi dan antar peminat dan ahli benih. Balittas. Malang4. Sutopo, L. 1993. Teknologi Benih. PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta.