Benih bermutu baik merupakan salah satu faktor penentu pertumbuhan dan produksi optimal. Benih cabai merah berkualitas baik dapat dibeli di kios/toko pertanian yang resmi, namun di perdesaan sering sulit memperoleh kios pertanian tersebut. Jika seperti itu, maka petani dapat membuat benih cabai sendiri dari hasil panen sebelumnya, untuk cabai non hibrida. Sedangkan benih cabai hibrida sebaiknya membeli saja, karena kalau menggunakan benih dari buah yang dipanen sebelumnya, produktivitasnya akan menurun. Benih Bermutu Baik Penggunaan benih bermutu baik agar diperoleh tanaman yang seragam dan pertumbuhan serta hasil yang tinggi. Kriteria benih cabai merah bermutu baik, antara lain: 1) Daya kecambah tinggi di atas 80%; 2) Vigor baik, yaitu benih tumbuh serentak, cepat dan sehat; 3) Murni, benih tidak tercampur oleh varietas lain; 4) Bersih, benih tidak tercampur kotoran, biji-biji rumput/tanaman lain; dan 5) Sehat, benih bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Benih Hasil Panen Benih cabai merah dari hasil panen harus dipersiapkan mulai saat budidaya tanaman sebelumnya, yaitu dengan menyeleksi/memilih tanaman yang akan diambil buahnya untuk benih. Tanaman yang dipilih harus sehat, berbuah lebat, bentuk buahnya seragam, tidak cacat, serta bebas dari hama dan penyakit. Kualitas benih cabai merah dipengaruhi oleh kematangan buah dan letak biji dalam buah. Benih yang berasal dari bagian tengah buah yang telah matang penuh dapat menghasilkan tanaman yang berproduksi tinggi. Setelah dipanen, buah cabai dibelah membujur dan diambil bijinya lalu dijemur sampai kering. Jika terdapat biji yang keriput dan hitam harus dibuang, karena kemungkinan telah terinfeksi penyakit antraknosa. Setelah kering, biji dimasukkan ke dalam botol dan ditutup dengan abu, lalu disimpan di tempat kering bersuhu rendah. Sebagai acuan perhitungan kebutuhan benih, sekitar 50 kg buah cabai merah matang dapat menghasilkan benih 1 kg (1.000 gram) dan setiap 1 gram biji terdapat 120 biji yang dapat menghasilkan sekitar 90 tanaman yang baik. Sedangkan kebutuhan benih cabai untuk lahan 1 ha sekitar 300 – 400 gram, maka untuk penyediaan benih lahan 1 ha diperkirakan dibutuhkan 15 – 20 kg buah cabai merah matang. Varietas Cabai Non Hibrida Berikut beberapa varietas cabai merah non hibrida yang disarankan untuk ditanam dan dipilih sesuai dengan kondisi lahan, yaitu: 1) Varietas Lembang-1: buah yang tumbuh sempurna berdiameter 0,7 cm dan panjang 11,8 cm, tahan terhadap Antraknosa, cocok ditanam di dataran tinggi dan sedang, dan potensi hasil mencapai 19 ton/ha; 2) Varietas Tanjung – 1: buahnya berdiameter 1,2 cm dengan panjang buah 10,9 cm dan berpotensi sekitar 18,5 ton/ha, serta tahan terhadap serangan tungau; 3) Varietas Tanjung – 2: merupakan varietas lokal (non hibrida) yang tumbuh baik di dataran rendah, buahnya berdiameter berkisar 1,3 cm dan panjang buah 11,9 cm, potensi hasil mencapai 19,9 ton/ha, dan resisten terhadap serangan Antraknosa; 4) Varietas Laris (B): cabai merah ini berdiameter buah 0,9 cm, panjang buah sekitar 14,5 cm, dan potensi hasil 12 ton/ha. Varietas cabai ini cocok ditanam di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, serta tahan Antraknosa dan busuk daun; 5) Varietas Kriting Bukit Tinggi: mampu berproduksi hingga 30 ton/ha, dengan panjang buah 18 cm dan diameter 0,7 cm, serta resisten terhadap Antraknosa dan busuk buah; 6) Varietas Tampar – 1 (K): buah cabai berdiameter 0,7 cm, panjang buah 15,6 cm, produksi buah 14,3 ton/ha, serta tahan terhadap serangan layu dan Antraknosa; 7) Varietas Tampar – 2 (K): buah berdiameter 0,7 cm dengan panjang 13,2 cm, berproduksi sampai 15, 2 ton/ha, serta tahan terhadap penyakit layu dan Antraknosa; 8) Varietas Cemeti: buah berdiameter 0,8 cm dengan panjang 12 cm dan produksinya hanya 8,5 ton; 9) Varietas Tombak-1 (K): buahnya berdiameter 1,5 cm dengan panjang 13 cm dan potensi produksi antara 19-22 ton/ha. Dapat tumbuh optimal di dataran rendah sampai dataran tinggi, serta lebih tahan terhadap Antraknosa dan lalat buah; 10) Varietas Tombak – 2 (K): buah berdiameter 1,3 cm dengan panjang sekitar 9, 8 cm dan setiap hektarnya mampu berproduksi 11 ton. Demikian uraian tentang benih cabai merah dapat dibuat oleh petani sendiri, semoga dapat mengatasi kesulitan benih cabai di perdesaan. Selamat mencoba, semoga sukses (Penulis: Susilo Astuti H. – Pusluhtan). Sumber Pustaka: Teknik Budidaya Cabai. BPTP Kalimantan Tengah.2017. Nani Sumarni dan Agus Muharam. Budidaya Tanaman Cabai Merah. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Puslitbang Hortikultura, Balitbangtan. 2005. Berbagai Sumber.