Dalam Budidaya tanaman padi di desa Ngares,salah satu usaha untuk menghasilkan tanaman padi yang berkwalitas adalah pemilihan benih padi yang berkualitas pula. Benih unggul bermutu adalah benih yang mempunyai sifat tingkat potensi hasil yang tinggi ,tingkat keseragaman, kemurnian dan adaptasi yang luas serta daya tumbuh tinggi, dan tahan terhadap hama penyakit. Penggunaan benih unggul bermutu memberikan kontribusi peningkatan produksi sampai 30 - 40 %. Mengapa Harus Menggunakan Benih Bermutu ? Benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak. Benih yang baik akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan seragam Ketika ditanam pindah, bibit dan benih yang baik dapat tumbuh lebih cepat dan tegar Benih yang baik akan menghasilkan hasil yang tinggi Benih Bermutu adalah benih yang baik dan benar. Dikatakan baik karena memiliki 3 kriteria, Yaitu: Secara Genetik Varietas asli Murni dari satu varietas Secara Fisik Benih Bermutu dicirikan dengan : Bersih tidak tercampur dengan biji gulma atau biji tanaman lain Berukuran penuh dan seragam (bernas) Bebas dari biji gulma, hama, penyakit dan bahan lain Secara Fisiologi dicirikan dengan Daya kecambah di atas 80 % dengan benih yang tumbuh kekar Kekuatan tumbuh normal Benih benar adalah berlabel sesuai peruntukannya. Jenis benih unggul yang bisa di pilih petani dalam usaha tani padi : Padi inbrida antara lain ciherang, mekonga,inpari 16,inpari 30,inpari 33,inpari 42 Padi Hibrida antara lain sembada 168,sembada 626, adirasa Padi gogo antara lain situ bagendit, situ patenggang Jenis benih unggul yang biasa digunakan kelompok tani di desa Ngares untuk padi inbrida varitas ciherang dan inpari 16, untuk padi hibridanya varitas sembada 168, dan untuk jenis padi gogonya varitas situ bagendit Persiapan Semai Penetapan Lokasi / Tempat Persemaian Syarat Tempat Lahan rata mudah untuk memberi dan membuang air, tidak ternaungi dan jauh dari lampu Luas lahan pesemaian untuk 1 Ha 400 m2 atau 4 % dari luas lahan yang akan ditanami Menentukan Kebutuhan Benih Faktor pertimbangan dalam menentukan kebutuhan benih adalah sebagai berikut: 1) Luas lahan yang akan ditanami, 2) Sistem tanam, 3) Jarak tanam,4) Jumlah tanam per rumpun, 5) Berat benih per 1000 butir, 6) Daya kecambah, 7) Jumlah benih Cadangan (%). Kebutuhan Benih Per Ha Kebutuhan benih untuk penanaman Padi Sawah umumnya berkisar antara 25 / Ha, untuk Padi Gogo berkisar antara 30 Kg/ Ha dan Rawa Pasang Surut sangat dipengaruhi oleh kesetabilan lahan, namun umumnya relatif sama dengan kebutuhan benih untuk padi Sawah. Kebutuhan benih untuk penanaman padi dengan Metode SRI berkisar antara 5 - 7 kg / ha. MUTINI