Kentang (Solanum tuberosum L.) mempunyai bentuk umbi yang tidak rata, hal ini terlihat dari adanya titik titik mata tunas dipermukaan kulit umbi yang mengakibatkan permukaan tidak merata. Pengupasan umbi kentang dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan menggunakan pisau secara manual, menggunakan inovasi teknologi pengukusan, menggunakan mesin yang kita rakit secara manual dan juga bisa inovasi teknologi canggih yang sudah didesain untuk pengupasan umbi kentang partai besar/perusahaan. Selanjutnya inovasi tersebut diciptakan untuk membantu dalam memudahkan pengupasan umbi kentang sesuai dengan besar kecilnya sekala usaha pengolahan umbi kentang tersebut. Umbi kentang bila dilakukan pengupasan secara manual menggunakan pisau, maka goresan pisau akan menggores sebagian daging umbi akan hilang. Bila diasumsi kehilangan daging umbi tersebut dalam satu butir umbi seberat 300 gr daging yang ikut terbuang seberat 15 % dari umbi. Maka bisa di hitung dalam pengupasan sebanyak 3.000. gram. Maka dipridiksi akan kehilangan daging umbi sebanyak 450 gr. Bila di kalkulasikan pengupasan dalam jumlah yang banyak sekitar satu ton, maka akan kehilangan daging umbi mencapai 150 kg. Dalam pridiksi Harga satu kg umbi kentang rp 15.000,- maka akan kehilangan keuntungan sebanyak Rp 2.250.000,- Selanjutnya inovasi teknologi pengupasan secara manual dan cepat melalui proses inovasi teknologi pengukusan. Adapun inovasi teknologi pengukusan tersebut dengan cara sebagai berikut; Bahan yang perlu disiapkan; Umbi kentang (volume disesuaikan dengan kebutuhan) Gas LPG/enegrgi lainnya untuk memasak Alat ; Panci Ember Kompor Pisau Alat pengukus (dandang/laiinya) Cara menerapkan inovasi teknologi pengukusan yang mudah dan cepat antara lain Menyiapkan alat kukus atau sebus untuk memasak, menggores kulit umbi kentang secara melingkari sekeliling permukaan umbi, umbi kentang dimasukkan kedalam panci yang berisi air sepenuh perbukaan volume umbi atau alat kukus, selanjutnya rebus hingga mendidih, setelah matang dinginkan menggunakan air dan cabut/kupas kulit umbi kentang tersebut secara memutar dan balikan kupas lagi kulis secara perlakuan yang sama hingga terpisah dengan kulitnya, simpan umbi yang sudah terkupas pada tempatnya. Kelemahan menggunakan teknologi ini umbi kentang sudah masak sehingga pengolahan selanjutnya terbatas. Kelebihannya dapat dilakukan mengupasan secara mudah dan cepat. Inovasi teknologi menggunakan mesin yang kita rakit secara manual sangat sederhana yang dapat menghasilkan pengupasan umbi kentang dengan mudah, cepat dan tidak banyak kehilangan hasil. Adapun inovasi tersebut dapat dirakit sendiri dengan cara sangat sederhana antara lain ; Bahan yang perlu di persiapkan adalah; Umbi kentang dengan volume disesuaikan kebutuhan Air bersih Ember, panci, slang air dan lainnya Alat yang digunakan Mesin bor tangan Kombinasi listrik Kergaji besi Sikat plastik bulat berbulu sedang/tidak terlalu kaku, bertangkai bulat panjang dan berdiameter kurang lebih satu cm Cara menggunakan inovasi pengupas umbi kentang tersebut adalah; Memasang selang air untuk mengairi ember/atau lainnya. Menyiapkan bahan umbi kentang yang sudah bersih dari kotoran tanah maupun lainnya dengan cara mencuci menggunakan air bersih kemudian umbi kentang yang didapat dari kebun atau boleh membeli dari pasar selanjutnya dimasukkan dalam ember atau panci yang sudah disiapkan dilakukan pencucian hingga benarbenar bersih. Setelah bersih masukkan umbi kentang kedalam ember plastik kemudian isikan air bersih hingga batas volume kentang yang akan dilakukan pengupasan. Kegiatan selanjutnya lakukan pemotong tangkai sikat plastik pada ujung tangkai hingga putus rata, selanjutnya persiapkan dengan cara mengambil mesin bor tangan kemudian masukkan batang tangkai sikat plastik tersebut kedalam mesin bor tangan dan kencangkan hingga kuat dan aman untuk dipakai. Pelaksanaan pengupasan; Umbi kentang yang sudah disiapkan dalam ember yang telah berisikan kentang dan air kemudian masukkan sikat plastik yang sudah menyatu dengan mesin bor tangan kedalam ember hingga bersentuhan langsung dengan umbinya. Senjutnya hidupkan mesin bor tangan tersebut hingga berputar dan bersentuhan langsung dengan umbi. Biarkan mesin bor tangan hidup dan mengaduk atau mengkoyak umbi kentang tersebut sampai terlepas kulit kentangnya hingga bersih. Matikan mesin bor tangan tersebut dan pindahkan ke tempat yang aman, kemudian buang air yang bercampur kotoran kulit kentang hingga habis. Bilas kentang yang sudah terkupas menggunakan air bersih hingga benar benar bersih dan masukkan dalam bak penampungan hasil kupasn umbi kentang tersebut. Hasil kentang yang sudah dikupas dalam keadaan bersih dan siap untuk diproses pengolahan selanjutnya sesuai dengan peruntukannya. Kelebihan hasil kupasan umbi kentang tidak banyak kehilangan hasil dan prosesnya lebih cepat lebih cepat. Dan hasil kentang masih dalam keadaan mentah sehingga keperuntukan proses selanjutnya lebih banyak dari pada yang lainnya, dapat diolah menjadi (tepung, dibuat aneka makanan dan alainnya). Kelemahan membutuhkan modal yang yang lumayan besar dibanding inovasi teknologi manual lainnya. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber : Balitbangtang, tim.unsurtani@gmail.com dan Berbagai sumber media elektronik (Internet) Gambar : tim.unsurtani@gmail.com