Semakin terbatasnya lahan produktif dan optimal untuk kedelai, mengharuskan pengembangan kedelai di lahan marjinal. Salah satu tipe lahan marjinal yang relatif luas dan juga lebih ringan risikonya adalah lahan di antara tanaman pokok seperti lahan perkebunan dan perhutani. Faktor utama yang harus diatasi pada lahan perkebunan dan perhutani adalah naungan. Mengantisipasi masalah tersebut, Balitbangtan melalui Balitkabi telah menghasilkan dua varietas unggul baru kedelai toleran naungan (hingga 50%), yang sesuai untuk dikembangkan di bawah tegakan tanaman perkebunan dan lingkungan agroforestri yang tanamannya masih muda (kurang dari empat tahun), maupun tumpangsari dengan tanaman pangan lain. Varietas tersebut adalah Kedelai Dena 1 dan Dena 2 yang dilepas pada Desember 2014. Dena merupakan akronim dari kedelai tahan naungan.Upaya pemerintah terus dilakukan untuk mendongkrak produksi kedelai nasional melalui berbagai kegiatan diantaranya adalah meningkatkan luas tanam dan luas panen. Peluang peningkatan luas tanam dan luas panen kedelai akan menjadi lebih besar dengan memanfaatkan lahan perkebunan dan lahan kehutanan (Perhutani) yang tanamannya masih muda, serta tumpangsari dengan tanaman pangan lain seperti jagung dan ubi kayu.Pengembangan kedelai sebagai tanaman sela di bawah tegakan tanaman perkebunan, lingkungan agroforestri, atau tumpangsari dengan tanaman pangan lain merupakan alternatif andalan untuk meningkatkan produksi kedelai nasional yang masih sangat rendah.Untuk bertanam kedelai di lahan-lahan yang ternaungi, mari kita kenali terlebih dahulu deskripsi dari dua varietas kedelai yang tahan terhadap naungan hingga 50 % yaitu Kedelai Varietas Dena 1 dan Kedelai Varietas Dena 2 berikut ini :Kedelai Varietas Dena 1 Kedelai ini memiliki tipe tumbuh determinit dengan tinggi tanaman sekitar 59 cm dan agak tahan rebah. Potensi hasil hingga 2,89 ton per hektar dengan rata-rata hasil 1,69 ton per hektar. Adapun bentuk biji varietas Dena 1 adalah lonjong dan ukuran biji tergolong besar dan kusam. Bobot 100 biji kedelai antara 11,07 – 16,06 gram. Kedelai Dena 1 memiliki daya tahan terhadap hama penghisap polong dan penyakit karat, namun sangat rentan terhadap ulat grayak dan toleran naungan hingga 50%.Kandungan protein dan lemak Kedelai Dena 1 berturut-turut adalah 36,67% dan 18,81% (basis kering), dengan umur masak varietas adalah 78 hari. Kedelai Varietas Dena 2Seperti varietas Dena 1, varietas Dena 2 juga memiliki tipe tumbuh determinit dengan tinggi tanaman sekitar 40 cm.Potensi hasil Dena 2 adalah 2,89 ton per hektar dengan rata-rata hasil 1,34 ton per hektar. Bentuk biji varietas Dena 2 adalah bulat dan mengkilap dengan ukuran biji sedang (bobot 100 biji antara 7,75 – 14,74 g). Varietas Dena 2 memiliki kandungan protein dan lemak yang hampir sama dengan Dena 1, berturut-turut yaitu 36,48% dan 18,22% (basis kering). Umur masak varietas Dena 2 adalah 81 hari, tahan rebah, agak tahan hama penghisap polong dan penyakit karat serta ulat grayak. Sangat toleran naungan hingga 50%.Dengan adanya Kedelai yang toleran terhadap naungan hingga 50%, maka diharapkan masyarakat tani dapat melakukan pertanaman secara tumpang sari dengan tanaman lain, maupun melakukan pertanaman dibawah tegakan tanaman yang berumur kurang dari empat tahun dilahan-lahan perkebunan dan lahan kehutanan (Perhutani), sehingga dapat meningkatkan produksi kedelai.Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Berbagai sumber 2) https://www.google.com3) http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id