Loading...

BETERNAK KELINCI SEBAGAI ALTERNATIF PENGHASILAN DI DESA MALANG, KECAMATAN MAOSPATI, KAB MAGETAN

BETERNAK KELINCI SEBAGAI ALTERNATIF PENGHASILAN DI DESA MALANG, KECAMATAN MAOSPATI, KAB MAGETAN
Kelinci merupakan salah satu hewan mamalia yang sangat familiar. Bertubuh kecil dan lucu menjadikan kelinci salah satu hewan yang banyak di jadikan hewan peliharaan. Peluang usaha ternak kelinci cukup menjanjikan karena kelinci termasuk hewan yang gampang dijinakkan, mudah beradaptasi. Selain digemari karena kejinakannya, ternyata alasan lain orang mulai beternak kelinci karena kelinci memiliki banyak keunggulan tersendiri dibanding beternak hewan yang lain, terutama kelinci pedaging. Kelinci termasuk hewan mamalia yang tingkat reproduksinya cepat. Bahkan sekali melahirkan, seekor kelinci betina bisa melahirkan 6-8 anak kelinci. Inilah kenapa beternak kelinci termasuk salah satu pilihan yang tepat jika ingin beternak hewan. Terlebih beternak kelinci bisa dimulai dengan modal yang relatif sedikit. Pemerintah Desa Malang, kecamatan Maospati memfasilitasi warganya dengan mengadakan pelatihan budidaya kelinci pedaging. Budidaya kelinci pedaging ini dipilih dengan beberapa pertimbangan : Kebutuhan daging kelinci di Kabupaten Magetan masih terbuka lebar, terutama untuk memenuhi daerah wisata sarangan. Untuk memulai usaha diperlukan modal yang relatif terjangkau. Kebutuhan pakan ternak bisa dicukupi dengan memanfaatkan potensi hijauan di sekitar rumah. Pasar hewan berada di Kelurahan Mranggen (samping timur Des Malang), sehingga akses penjualan dekat dan mudah. Mudah/ cepat untuk dijual jika sewaktu waktu memerlukan dana untuk keperluan rumah tangga. Metode pelatihan yang digunakan adalah : Pemberian materi dalam ruang pertemuan Kantor Desa Malang. Hari berikutnya dilanjutkan studi banding ke kelompok ternak kelinci di Desa Tanjungsari, Kecamatan Panekan, Magetan. Oleh : NANIEK ANDAYANI, SP. PPL PNS di BPP Maospati Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan