Loading...

Bima 3 Bantimurung Solusi Jagung produksi tinggi dengan biaya rendah

Bima 3 Bantimurung Solusi Jagung produksi tinggi  dengan biaya rendah
Umumnya para petani mengeluhkan tingginya harga bibit jagung hibrida yang dijual oleh perusahaan multi nasional yang menguasai pasar bibit jagung di tanah air. Harga bibit jagung bisa mencapai hingga Rp 75.000,- (tujuh puluh lima ribu rupiah) per kilogram Informasi harga dari Bibit Jagung Hibrida Berkualitas, posisi Desember 2016. Tingginya harga bibit jagung hibrida ini, merupakan permasalahan utama bagi petani jagung. Untuk itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian mendorong perusahaan lokal nasional dan koperasi menjadi lisensor agar petani bisa mendapatkan bibit jagung dengan harga murah. Jagung Bima 3 Bantimurung merupakan Jagung hibrida yang dihasilkan oleh Balitbangtan Kementerian Pertanian dalam menciptakan bibit unggul Jagung Hibrida yang sudah dilepas sejak tahun 2012. Jagung ini dari Balitbangtan dilepas ke pasar dengan harga Rp 45.000,- (empat puluh lima ribu rupiah ) per kilogram disaat itu harga bibit jagung Hibrida lainnya mencapai harga Rp.60.000,- (enam puluh ribu rupiah). Hal ini merupakan suatu keberhasilan Balitbangtan Kementerian Pertanian dalam menciptakan bibit unggul Jagung Hibrida Bima 3 Bantimurung yang dapat memberikan pencerahan bagi dunia pertanian di Indonesia.Untuk mengenal lebih jauh Jagung Hibrida Bima 3 Bantimurung dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut :Jagung Hibrida Bima 3 Bantimurung merupakan hasil persilangan tunggal antar galur Nei-9008 dan Mr-14. Galur Nei- 9008 adalah galur S-6 Introduksi Deptan Thailand. Sedangkan Mr-14 adalah galur SW3-3 yang dikembangkan dari populasi Suwan 3. Galur-galur ini dikembangkan di Balai Penelitian Sereal.Jagung hibrida Bima 3 Bantimurung memiliki keunggulan umur masa tanam yang pendek yaitu dalam waktu 95 hari, varietas ini sudah siap panen, sedangkan biasanya masa panen jagung 120 hari. Selain itu, varietas ini tahan terhadap penyakit bulai yang umumnya ditakuti oleh para petani.Potensi hasil produksi jagung yang memiliki warna biji jingga ini per hektar minimal 10 ton. Bahkan bisa bisa mencapai 13 ton/ hektar.Jagung hibrida Bima 3 Bantimurung dapat dikembangkan di lahan kurang subur (lahan marginal), tahan terhadap genangan air, dan tanpa olah tanah. Batang pohonnya yang lebih besar membuat jagung tahan terpaan angin. Hijuannya sangat banyak, hingga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.Keberhasilan Balai Penelian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) ini ditopang oleh kesuksesan PT Golden Indonesia Seed (PT GIS) sebagai lisensor dalam memasarkan Jagung hibrida Bima 3 Bantimurung ini. Pemasaran PT GIS berhasil menembus wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Aceh, Sumatera Barat, NTB, Kalimantan. Dengan di budidayakannya Jagung hibrida Bima 3 Bantimurung di daerah-daerah potensial pertanaman jagung, diharapkan akan dapat meningkatkan produksi jagung di tanah air dan dengan demikian juga akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani untuk kesejahteraannya. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Pedoman Teknis GP-PTT Jagung 2015, Direktorat Serealia. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.2) Sumber gambar: https://www.google.com