Loading...

BIMTEK PENINGKATAN KAPASITAS PETANI DAN PENYULUH ANGKATAN V PROVINSI BALI

BIMTEK PENINGKATAN KAPASITAS PETANI DAN PENYULUH ANGKATAN V PROVINSI BALI
Bimbingan teknis peningkatan kapasitas petani dan penyuluh angkatan V Provinsi Bali dilaksanakan di FuramaXclusive Resort dan Villas Kabupaten Badung pada tanggal 29 Maret 2021. Kegiatan ini mengambil tema “Pengolahan Pupuk Organik” yang dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI beserta tenaga ahli, Kepala BBPP Ketindan beserta staf, Anggota Komisi III DPRD Badung, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung beserta staf bidang PSP, Pengurus Petani Muda Keren, Bali Organik Subak. Dalam bimtek ini pesertanya petani sebanyak 40 orang dan penyuluh pertanian sebanyak 20 orang. Dalam kesempatan tersebut Kepala BBPP Ketindan Ir. Sumardi Noor, M.Si menyampaikan bahwa petani dan penyuluh merupakan aset pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Petani dan penyuluh pertanian nantinya menjadi inovatif, kreatif , professional dan mandiri. Setelah bimtek diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan di lapangan. Kadis Pertanian dan Pangan Kab.Badung Ir. I Wayan Wijana, S.Sos mengingatkan kembali tentang protokol kesehatan selama pandemi ini. Kendala yang ada di sektor pertanian yang terjadi adalah teknologi, akses pasar dan SDM yang mana petani lebih banyak beumur di atas 60 tahun sehingga diharapkan ke depannya lebih banyak petani muda yang bergerak di bidang pertanian. Selama masa pandemi ini dapat dlihat sektor pertanian masih kuat dan beliau mengajak semua pihak untuk memajukan pertanian. Peserta diharapkan mendapatkan ilmu dan ketrampilan dalam pengolahan pupuk organic dan penggunaan organic diharapkan meningkat di tahun yang akan datang. Anggota Komisi IV DPR RI Drs. I Made Urip M.Si kerjasama BBPP Ketindan dengan Komisi IV DPR RI untuk pelaksanaan bimtek diharapkan berlanjut terus dimasa yang akan datang. Disampaikan juga fungsi dewan sebagai fungsi legislasi, budgeting dan controlling. Diharapkan ke depannya ada banyak desa-desa yang bisa mencontoh Desa Adat Bindu yang sudah lebih dulu mempelopori penggunaan organik. Subak sebagai penyangga pangan harus terus diperkuat keberadaannya. Kegiatan dilanjutkan dengan materi “Sistem pertanian organik” yang disampaikan oleh A.A. Weda Gama dari Petani Muda Keren, dilanjutkan dengan materi “Pertanian organik menuju pertanian berkelanjutan” yang disampaikan oleh Ir. Ida Bagus Gede Arsana dari Bali Sri Organik. Kegiatan selanjutnya adalah praktek pembuatan pupuk organik padat, pupuk organik cair dan pestisida organik yang mana peserta sangat antusias melakukan Tanya jawab di sela-sela kegiatan praktek. Penutupan bimbingan teknis dilakukan oleh Kepala BBPP Ketindan yang menyampaikan pesan dari Bapak Menteri Pertanian yang selalu memberi dukungan dan mendoakan seluruh punggawa atau pelaku pertanian selalu sehat, seluruh unsur pertanian harus tetap kreatif, inovatif, professional dan bersinergi menjadi tantangan sekaligus jawaban di tengah COVID-19 yang belum beranjak pergi. Pertanian tidak boleh berhenti dan pertanian harus maju, mandiri dan modern. Sri Nurhudiah PP Madya Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung