Loading...

BP3K KOTAMOBAGU TIMUR, SIAP JADI KONTRIBUTOR SUKSES PETANI

BP3K KOTAMOBAGU TIMUR, SIAP JADI KONTRIBUTOR SUKSES PETANI
Kotamobagu, Farmers Field Day (FFD) atau lebih dikenal dengan nama Hari Temu Lapang Petani, akhirnya sukses dilaksanakan oleh Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kotamobagu Timur, Rabu 30/10/2013 di kantor yang terletak di Kelurahan Motoboi Besar. Pada kegiatan yang dihadiri oleh, KTNA, kelompok petani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), pemerintah terkait, serta penyuluh pertanian dan PPL. Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud memberikan penghargaan sebesar-sebesarnya terhadap petani sebagai pelaku utama maupun pelaku usaha dalam usaha tani mereka. Sebagai motivasi, BP3K Kotamobagu Timur siap menjadi kontributor suksesnya petani. Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh koordinator BP3K Kotamobagu Timur, Moh. Edwin Assi. “Kami penyuluh pertanian kotamobagu timur siap jadi contributor suksesnya petani, sebab sektor pertanian menjadi peranan strategis bagi pertumbuhan ekonomi, “papar Assi” Sejalan dengan itu kebijakan pemerintah telah menetapkan program utama pembangunan pertanian dalam mencapai “ Empat Sukses Pembangunan Pertanian” yaitu: Pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, Peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan peningkatan kesejahteraan petani. Senada dengan itu, Kepala Bidang Kelembagaan Penyuluhan BP4K Kotamobagu, Ir Ni Nyoman Sukasari mengatakan, kegiataan penyuluhan pertanian, pelatihan pertanian, juga ditujukan untuk: memperkuat kelembagaan petani, memberdayakan usaha petani, dan mewujudkan pelaku utama pembangunan pertanian yang mandiri, berjiwa wirausaha, berdaya saing, dan berwawasan global. “Hal ini dimaksudkan agar pelaku utama pembangunan pertanian mampu berdaya saing di pasar regional maupun global, “imbuh Sukasari”. Dilain pihak Ketua Gapoktan Moroton Tampoan, Sarjan Lasabuda mengatakan kegiatan Hari Temu Lapang Petani, sangat bermaanfaat dan penting, mengingat banyaknya informasi teknologi pertanian yang didapat, serta keberhasilan petani bias diukur lewat kegiatan ini. “Saya harap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan, mengingat unek unek kami semua terjawab lewat kegiatan ini, “tutup Sarjan”. (tigor gultom)