Loading...

BP4K KABUPATEN TULANG BAWANG ADAKAN KEGIATAN PELATIHAN SEKOLAH LAPANG IKLIM (SLI) TAHUN 2013 *

BP4K KABUPATEN TULANG BAWANG ADAKAN KEGIATAN PELATIHAN SEKOLAH LAPANG IKLIM (SLI) TAHUN 2013 *
Menggala, 27/11/2013. Kabupaten Tulang Bawang mempunyai hamparan lahan pertanian lahan basah Indonesia yang membentang di wilayah pantai timur dari Kecamatan Dente Teladas sampai Kecamatan Rawa Jitu Timur sehingga penciutan lahan pertanian akibat peningkatan permukaan air laut menjadi sangat luas yang juga didukung oleh adanya perbahan iklim. Salah satu dampak perubahan iklim global yaitu bergesernya awal musim hujan, hal ini berdampak sangat besar untuk para petani. Sedangkan informasi ramalan akhir musim hujan atau awal musim kemarau, sangat diperlukan untuk menentukan musim tanam berikutnya akan menanam komoditas apa? Dan kapan mulai tanam? Oleh karena itu untuk meningkatkan kepedulian masyarakat petani akan dampak perubahan iklim, pemahaman terhadap prilaku iklim (hujan) dan upaya penyesuaian pola tanam dan jadwal tanam, diperlukan Sekolah Lapang Iklim yaitu sekolah informal bagi para petani yang belajar mengenai iklim secara mandiri melalui proses mengalami, berbagi, berpendapat, menarik kesimpulan dan menentukan langkah aksi yang akan melahirkan pengalaman baru yang ditularkan ke petani lain. Pada proses Sekolah Lapang Iklim menjelaskan bagaimana Sekolah Lapang Iklim dilaksanakan sehingga tujuan dan sasaran penyelenggaraan dapat berjalan baik. Proses itu meliputi beberapa tahapan mulai dari metoda pelaksanaan, persiapan, pelaksanaan, hari lapang petani, evaluasi dan pelaporan. Oleh karena itu, sekolah lapang ini dilaksanakan dalam 1 musim tanam dan Metoda Pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim dilaksanakan dalam 1 musim tanam yang terdiri dari 12 kali pertemuan. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Sekolah Lapang Iklim dilaksanakan dari bulan November- Desember 2013 selama 12 kali bertempat BP3K Kecamatan Rawa Jitu Sealatan. Dan Peserta Pelatihan Sekolah Lapang Iklim Tahun 2013 sebanyak 30 Orang berasal dari petani, pengurus Poktan dan Gapoktan. Adapun Nara Sumber Sumber berasal Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Tulang Bawang dan BP3K Kecamatan Rawa Jitu Selatan. Dan untuk menilai keberhasilan pada pertemuan terakhir dilakukan evaluasi. Adapun Kurikulum Sekolah Lapang Iklim yang dapat digunakan adalah: 1. Evaluasi Hasil Pengamatan di Lapangan 2. Dinamika Kelompok 3. Pengenalan unsur cuaca dan iklim 4. Pengenalan Agro-Ekosistem 5. Pengenalan Istilah dalam Prakiraan Musim 6. Konsep Peluang (Prakiraan atau ramalan mengandung kesalahan) 7. Pengaruh cuaca dan iklim terhadap perkembangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) serta Pertumbuhan Tanaman 8. Field Trip 9. Pengenalan Alat pengukur unsur cuaca/iklim dan cara kalibrasi data 10. Mengenal Proses pembentukan hujan 11. Memanfaatkan Informasi prakiraan musim dan Kearifan lokal untuk mengatur strategi penanaman 12. Mengenal ekologi tanah 13. Mempelajari Neraca air lahan untuk menentukan kebutuhan irigasi dan menilai potensi kejadian banjir. 14. Analisa Usahatani Sederhana 15. Penilaian ekonomi informasi prakiraan musim/iklim 16. Mengenal Faktor Penyebab Banjir dan kekeringan 17. Pengendalian masalah banjir & kekeringan 18. Hari Lapang Petani 19. Evaluasi Belajar Dengan selesainya pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan & kemampuan petani dalam pemanfaatan informasi iklim dan kearifan lokal dalam kegiatan budidaya tanaman. *) Penulis : Eko Purwoko, S.P Penyuluh Pertanian Pertama di Kelompok Jabatan Fungsional Pada BP4K Kabupaten Tulang Bawang.