Dalam upaya meningkatkan kapasitas petani hortikultura, Pemerintah Desa Kahakan bekerjasama dengan BPP Kec. Batu Benawa melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang Cabe Rawit. Kegiatan tersebut merupakan perwujudan program ketahanan pangan yang dibiayai menggunakan dana Desa Kahakan. Sekolah lapang ini direncakanan dengan 8 kali pertemuan dan diikuti oleh 75 orang petani desa Kahakan yang terbagi dalam 3 kelas. Pada hari Jum’at (5/7) bertempat di lahan salah seorang peserta, dilaksanakan pertemuan ke 4 dengan materi pembuatan PGPR (Plant Growth Rizhobactheria). Materi tersebut merupakan usulan dari mayoritas peserta, banyak dari mereka belum mengetahui apa itu PGPR. Salah seorang peserta Maserani menyatakan,” belum mengetahui manfa’at, cara membuat dan cara mengaplikasikan PGPR pada tanaman cabe rawit. Salah satu Fasilitator BPP Kec. Batu Benawa, Wahyu menyampaikan bahwa PGPR merupakan kelompok bacteri pada akar tanaman tertentu yang memiliki manfaat untuk mendukung pertumbuhan tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung. “PGPR memiliki peran dalam penyediaan dan mobilisasi unsur hara dalam tanah, berperan juga dalam sintesis dan control konsentrasi hormon pemacu pertumbuhan, selain itu PGPR juga berperan melindungi tanaman dengan menghambat aktivitas pathogen, bahkan PGPR dapat memperbaiki stuktur tanah dan mengikat logam berat,” ujarnya menambahkan Fasilitator lainnya, Nanang Syaifudin, SP menjelaskan bahwa pembuatan PGPR sangat sederhana dan mudah, bahannya pun mudah didapatkan seperti akar bamboo dengan tanah disekitarnya, kentang ½ Kg, air bersih 10 lt, Gula Merah 1/5 Kg, dedak 1-2 Kg, Terasi, 1/5Kg, dan Penyedap rasa. “Adapun cara membuatnya, akar bambu dan tanahnya dibungkus dengan kain, kentang dengan kulitnya direbus lalu dihaluskan dicampur dengan air rebusan, setelah dingin dicelupkan akar bamboo, akan nampak buih pada media tersebut dan didiamkan selama 3 kari ditempat yang terlindung sinar matahari.” “Kemudian rebus air bersih, masukkan gula merah yang dihaluskan, masukkan gula merah yang dihaluskan, masukkan dedak, lalu terasi, aduk hingga semua bahan tercampur secara merata, setelah dingin baru dimasukkan penyedap rasa (vetsin), supaya cepat dingin larutan dapat dicampur air bersih. Kemudian campurkan biang PGPR, dan simpan kedalam jerigen di tempat yang terlindung dari sinar matahari disimpan selama 21 hari baru diapliaksikan.” “PGPR dapat digunakan untuk merendam benih yang akan ditanam, disemprotkan ke bedengan sebelum tutup mulsa, atau dikocor setiap lobang tanaman, dengan dosis 2 gelas Aqua untuk setiap tangka 14 liter dan disarankan untuk mengaplikasikannya tidak bersamaan dengan pestisida serta sebaiknya pada pagi atau sore hari,” tambah beliau Salah satu peserta, Asli menyatakan bahwa materi ini sangat bermanfaat dan sangat diperlukan oleh beliau, apalagi saat ini pestisida dan pupuk untuk mendukung kegiatan tanam cabe rawit harganya mahal dan sebagian sudah tak disubsidi. Beliau berencana akan membuat sendiri PGPR dan menginformasikan materi yang diperoleh kepada petani cabe rawit lainnya. Penulis : Wahyuddin Noor, SP /PP Sumberdaya BPP Kec. Batu Benawa