Loading...

Bpp Kebayakan Dikunjungi Wakapolda Aceh

Bpp Kebayakan Dikunjungi Wakapolda Aceh
Takengon, 26 Februari 2021 Wakil Kepala Kepolisian Daerah Aceh BRIGJEN Pol Drs. RADEN POERWADI,SH didampingi Kapollres Aceh Tengah berkunjung di Balai Penyuluhan Pertanian Kebayakan setelah melihat Kampung Paya Tumpi Baru sebagai kampung Tangguh Nusantara di kabupaten Aceh Tengah. Wakapolda Aceh mengadakan temu wicara bersama penyuluh pertanian kecamatan Kebayakan tentang gliat penyuluh yang nyata dilihat di Kampung Tangguh Nusantara Paya Tumpi Baru dan lingkungan Balai Penyuluhan Pertanian Kebayakan yang tertata dengan berbagai demonstrasi tanaman perkarangan. Tertarik dengan budidaya tanaman sayuran berteknologi Fertikultur, Hydroponik tumpang sari ikan Lele dan berternak ayam dengan ramah lingkungan langsung ditanyak satu persatu alur peroses pelaksanaan dan manfaatnya kepada penyuluh. Hamidi, Thalea Nedwar sebagai demonstrator tanaman sayuran berteknologi tersebut dengan mudah menjelaskan kepada Wakapolda yang cinta tanaman berlahan sempit ini. AYUSEARA PUTRI GAYOSIANI,MP koordinator BPP Kebayakan turut menunjukan kegiatan penyuluh dibawah koordinasinya menunjukan lahan Demonstrasi tanaman Cabe di belakang Balai, dengan teknologi perlakuan pemupukan lahan yang kuarng dari 1000 m2 ini telah menyumbangkan penghasilan BPP puluhan juta dari 1,8 ton hasil yang sudah dipanen. Disamping produksi yang diatas rata-rata harga cabe juga berpihak kepada kami tandas AYU sambil tersenyum. Melihat gelagat tamu yang menyandang pangkat Jenderal ini suka dengan tanaman sayuran di lahan sempit, maka koordinator BPP Kebayakan menyerahkan beberapa varietas tanaman sayuran dalam pot sebagai cindra mata yang akan dipelihara di perkarangan kantor markas besar Polda Aceh. Sementara kegiatan lain di kampung Tanggung Nusantara ini juga mengunjungi kelompok Wanita Tani PUCUK LEMI yang dibawah binaan BPP juga. Kegiatan Kelompok tani yang ada di Kampung Tangguh Nusantara Paya Tumpi Baru turut dijelaskan oleh Camat Kebayakan Drs.NASHARIN kepada tamunya dari kapolda Aceh tersebut sambil menabur pakan ikan tawar yang dibudidayakan kelompok, keunggulan Jeruk Keprok Gayo, keunggulan Alpokad Gayo dan pengembangan ternak lebah madu. Rupanya petinggi kepolisian Aceh ini juga senang berkelakar dengan masyarakat, kepada kelompok tani wanita agar hati –hati dengan madu, karena pada umumnya wanita tidak suka dimadu, membuat suasana serius menjadi banyak tawa dan penuh kedekatan. Tanpa pikir panjang ibu KURNIAWATI Ketua kelompok wanita tani kampung Paya Tumpi Baru inipun meneyerahkan beberapa paket Madu Asli hasil budidaya kelompoknya kepada Wakapolda Aceh } by H. Abdurrahman