Loading...

BPP KECAMATAN SUKADANA MENGIKUTI PELATIHAN SEJUTA PETANI DAN PENYULUH

BPP KECAMATAN SUKADANA MENGIKUTI PELATIHAN SEJUTA PETANI DAN PENYULUH
Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengadakan pelatihan untuk penyuluh dan petani. Pelatihan satu juta petani dan penyuluh yang dibuka langsung oleh Presiden RI, dilaksanakan serentak dan massif di seluruh wilayah Nusantara. Tujuan dan harapannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Sebab, peningkatan produktivitas bukan hanya karena teknologi terbaru, benih bagus saja tetapi juga peningkatan kapasitas dan keterampilan insan pertaniannya yaitu penyuluh dan petani. Pelatihan Gelombang ke IV mencakup Provinsi Kalimantan Barat, termasuk kabupaten dan seluruh kecamatan di dalamnya. BPP Kecamatan Sukadana mengikuti acara pelatihan sejuta petani dan penyuluh tersebut melalui zoom meeting. Fasilitator pelatihan sesi ini oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukadana, dimana ada dua materi besar yang disampaikan, yakni “Kebijakan pemupukan nasional dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian”. Awal kegiatan dilakukan pendaftaran dan mengisi absen daftar hadir. Pelatihan Sejuta Petani ini terintegrasi dengan data Sistem Informasi Data Penyuluhan (Simluhtan) yang ada di BPPSDMP. Karenanya dalam registrasi, petani maupun penyuluh memasukkan data NIK (Nomor KTP) sesuai data yang ada di Simluhtan. Langkah selanjutnya adalah pilih pelatihan atau kurikulum yang ingin diikuti. Materi kebijakan pemupukan nasional langsung diisi oleh Kepala BPSDMP Kementerian Pertanian, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr, mengingatkan kembali agar pemakaian pupuk dilapangan senantiasa memperhatikan aspek 5 T. Tepat jenis, yakni pada saat pemupukan harus tepat dalam menentukan jenis pemakaian yang dibutuhkan oleh tanaman. Tepat dosis, yakni sesuai dengan status hara tanah, kebutuhan tanaman, dan target hasil yang ingin dicapai. Tepat waktu, yakni pada saat pemberian pupuk yang baik hendaknya disesuaikan kapan tanaman tersebut membutuhkan asupan lebih unsur hara dalam jumlah banyak. Tepat bentuk atau formula, maksudnya bentuk pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman. Tepat cara, yakni pada saat pemupukan caranya harus dilakukan dengan benar. Semua aspek tersebut sangat perlu diperhatikan untuk mendapatkan tanah yang sehat, pangan sehat, manusia sehat, bangsa sehat, hebat dan kuat tentunya. Adapun manfaat dari pemupukan berimbang ini, yakni: meningkatkan produktifitas dan mutu hasil tanaman, meningkatkan efisiensi, meningkatkan kesuburan tanah, menghindari pencemaran lingkungan, serta memperoleh hasil yang optimum dan petani akan jauh lebih diuntungkan. Dalam pemaparanya, seringkali beliu menyebut “ gunakan pupuk seperlunya saja “ hal ini dilakukan untuk mengingatkan kita semua peserta pelatihan agar dalam melakukan pemupukan selalu berimbang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Terakhir, materi tentang KUR, masih difasilitasi oleh BPP Sukadana dan salah satu pihak perbankan. Program KUR merupakan program strategis yang diperuntukkan meningkatkan kinerja sektor pertanian dari hulu sampai ke hilir, melalui akses yang lebih mudah. Suku bunga KUR sebesar 6 % efektif per tahun atau sama dengan suku bunga flat yang setara. Adapun syarat untuk mendapatkan akses KUR yaitu individu, badan usaha, dan atau kelompok usaha. Memiliki usaha produktif minimal 6 (enam) bulan dan layak, namun belum memiliki agunan tambahan. Pada akhir kegiatan, dilakukan penggandaan materi, diskusi dan evaluasi bersama sebagai bahan peserta untuk menyampaikan ke petani lain . Selanjutnya peserta yang mengikuti pelatihan akan diberikan e-sertifikat yang ditandatangani langsung oleh Menteri Pertanian. (Sw)